PEMBURU VAMPIR
Malam begitu larut sekali. Seorang wanita di kejar-kejar sampai terjebak pada gak sempit dan gelap. Makluk buas dan bertaring tidak mau melepaskan mangsanya.
"Mau lari kemana lagi," kata makluk buas.
Wanita yang ketakutan terus bersembunyi di balik tong sampah yang bau busuk dan terus berdoa meminta perlindungan. Makluk buas menemukan wanita tersebut dan mencengkeramnya dengan tangan kuat bagian lehernya dan di angkat.
"Kamu tidak bisa lari lagi. Saya akan menghisap darah mu sampai habis," kata makluk buas.
"Lepaskan aku," teriak wanita yang berusaha untuk terbebas dari cengkeraman makluk buas.
Makluk buas tidak menggubris omongan wanita yang jadi mangsanya. Niat makluk buas tersebut pun dilaksanakan dengan membuka mulutnya lebar-lebar untuk menghisap darah wanita yang akan memuaskan hausnya dengan darah.
Dateng seorang pemuda yang Ryu dan berkata "Lepaskan wanita tersebut....dasar Vampir!"
Makluk buas pun menoleh.
"Ryu.....si pemburu vampir," celotehnya.
Ryu pun mulai menyerang makluk buas dengan berlari dan mengeluarkan tinjuan ke arah muka. Ternyata Vampir meleparkan wanita pada Ryu dengan sangat kuat. Dengan tanggap Ryu menangkapnya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ryu.
Sang wanita yang di tolong Ryu berkata " Saya tidak apa-apa."
"Kalau begitu diam saja di sini. Saya akan menghabisi vampir itu," kata Ryu.
"Iya," jawab wanita yang di tolong Ryu.
Ryu pun maju untuk bertarung dengan vampir.
"Mau lari kemana vampir?" kata Ryu dengan penuh keberanian.
"Kenapa sesama vampir kita harus bertarung. Kita bisa berbagi makan dan hidup berdampingan. Bukan saling menghancurkan dan membunuh?" tanya vampir.
"Memang saya vampir. Tapi saya berusaha tidak memangsa manusia secara liar seperti kamu demi bertahan hidup di muka bumi ini karena sebuah alasan kutukan," kata Ryu.
"Sok idialisme," kata vampir.
"Terserah kamu bicara apa? Tapi saya tidak akan membunuh makluk seperti kamu sebelum tahu nama mu," kata Ryu.
"Benar juga apa kata mu. Saya sudah tahu siapa namamu Ryu si pemburu vampir. Sedangkan nama saya Lukas dari klan vampir barisan utama dari pemimpin vampir Lusiver," pernyatannya.
"Jadi kamu anak buahnya Lusiver."
"Begitulah..kenyataannya. Takut......hai Ryu pemburu vampir."
"Saya tidak gentar sedikit pun. Malah saya ingin menghancurkan kalian semua termasuk pemimpin kamu Lusiver."
Ryu langsung menyerang Lukas dengan tinjuan. Dengan Lukas menangkis serangan Ryu dengan tangan kirinya dan membalesnya menyerang dengan tangan. Malah di tangkap oleh Ryu.
"Hanya segini kekuatan dari anak buah Lusiver," kata Ryu yang mengejek.
"Diam kamu," saut Lukas yang marah.
Lukas menendang dengan sangat kuat ke depan Ryu. Tapi Ryu langsung melepaskan gengamannya pada tangannya Lukas dan mulai mengelak ke kanan dan bergerak cepat langsung membloknya dari posisi belakang pada lehernya Lukas.
Lukas pun tidak berdaya karena Ryu ingin mematahkan lehernya dengan kedua tangannya yang kuat.
"Kamu hancur di sini," kata Ryu.
Leher Lukas di patahkan. Seketika Lukas dalam keadaan tidak berdaya. Ryu menjatuhkan ke lantai. Ternyata Lukas berusaha bangkit lagi walau lehernya sudah patah.
"Dasar makluk ngeyel," kata Ryu.
Ryu pun mengubah tangan kanannya menjadi tangan vampir dan langsung menusuk bagian dada Lukas sampai ke jantung.
"Ahhhhh...," teriak Lukas terakhir kalinya.
Lukas pun lebur dengan seketika.
"Musnah juga makluk buas ini," kata Ryu dan tangannya kembali ke wujud tangan normal.
Ryu pun mendatangi wanita yang di tolongnya dan antar pulang. Ternyata Ryu diawasi oleh anak buahnya Lusiver yang bernama Judas. Saat sampai di rumah wanita di tolongnya. Judas melempar senjata berbentuk pisau untuk mengukur instingnya Ryu dari atap rumah.
Ternyata Ryu berhasil menangkapnya dengan 2 jari menjepit pisau tersebut.
"Jadi kamu ingin bertarung dengan ku," kata Ryu membalik badan sambil melihat musuhnya yang berdiri di atap rumah.
Ternyata Judas pun menghilang ketika kabut datang.
"Jadi ...dia hanya ingin mengetes saya aja," kata Ryu.
Ryu pun berjalan pulang ke rumahnya menuju sebuah kastil tua di tengah di kota. Sampai di kastil para pelayannya melayani Ryu dengan baik sampai malam berganti pagi. Ryu pun menjalankan aktivitasnya seperti biasa sebagai remaja yang normal pergi untuk ke sekolah menuntut ilmu dan bertemu dengan wanita yang di tolongnya dan mau menjadi teman Ryu. Nama wanita yang di tolong Ryu adalah Maria.

0 komentar:
Post a Comment