PENCARIAN
Dateng dari langit dengan kecepatan penuh dan menghantam bumi. Ladang jagung jadi porak poranda hantaman dasyat dari pesawat luar angkasa. Seorang ibu yang melihat ladang hancur keluar dari rumah. Berlari sang Ibu untuk melihat lebih dekat. Keluarlah dari sebuah kapal. Seorang pemuda memakai baju astronot. Pemuda tersebut bernam Kent menghampiri Ibunya tersayang. Kent yang kelelahan jatuh di pangkuan Ibunya bernama Clara.
“Anak ku pulang,” kata Ibu Clara.
“Ternyata bangsa ku telah musnah. Semua informasi yang didapatkan salah,” kata Kent dengan sayup-sayup.
“Ya udah...yang penting kamu selamat,” ujar Ibu Clara.
“Iya......,” jawab Kent.
Dengan sekuat tenaga tersisa Kent memulihkan energinya. Kemudian dengan kemampun supernya Kent mengubut pesawat angkasanya di dalam tanah dengan cepat sekali. Ladang yang hancur di pangkas oleh Kent, lalu di ganti dengan tanaman baru. Dalam semalam pekerjaan Kent selesai. Sang Ibu Clara yang bahagia mengawasi anaknya dan menyiapkan makan pagi rumah.
“Apa rencana mu Kent?,” tanya sang Ibu Clara.
“Kayaknya sih bu mau kerja ke kota untuk menambah pengalaman,” kata Kent.
“Ibu sih gak melarang kamu untuk melakukan sesuatu yang baik. Pesan Ibu Cuma satu...yaitu hati-hati di jalan,” nasehat Ibu Clara.
“Iya bu,” jawab Kent dengan santun.
Kent yang dapet restu Ibunya Clara bergegas membenahkan semua perlengkapannya. Sang Ibu Clara yang baik hati membantu anak tersayangnya berkemas. Setelah membereskan semuanya keesokan harinya Kent pergi ke kota besar dengan restu ibu. Dengan Kent sampai di kota Jakarta yang terkenal dengan hingar bingarnya. Kent yang baru sampai langsung mencari tempat kontrakan yang telah pesan jauh hari lewat teman dulu di kampung. Dengan penuh kesabaran akhirnya Kent menemukan kontrakan tersebut yang tidak jauh di daerah Menteng. Kent segera masuk dan menemui pemilik kontrakan. Dengan penuh ke santunan pemilik kontrkan menyerahkan kunci kamar dan Kent segera membayar uang kontrakan sekaligus 3 bulan ke depan.
Pemilik kontrakan senang sekali dengan penghuni baru yang cepat dan tanggap dalam hal yang paling kompleks yaitu uang. Kent langsung masuk ke dalam kontrakan untuk beristirahat setelah perjalan jauh. Baru membereskan semua pakaiannya terdengar suara.
“Tokkkkkk.....................asalammualaikum,” suara pintu di ketuk.
Kent sadar pintu kontrakannya di ketuk menjawab dengan lantang “ iya sebentar.................waallaikum salam.” Segera Kent membuka pintu dengan perlahan. Telihat sosok yang sudah lama tidak berjumpa.
“Hai Piter,” kata Kent.
“Kent kapan dateng?,” tanya Piter.
“Barusan...ini lagi beres-beres.......,” kata Kent.
“Oh iya maaf gak bisa jemput maklum tinggal di kota Jakarta, kalau gak sibuk cari duit gak bisa hidup di kota yang penuh dengan problematika,” kata Piter.
“Iya.......bisa saya maklumin kok....toh saya sudah tahu kabarnya tentang kota Jakarta baik dan buruknya dari anak perantauan dan media informasi....ya............menurut saya begiku kompleks karena banyak orang menaruh harapan dengan kota besar ini. Yang jelas sih mengadu nasip.......kalau pandai menjaga diri dengan ilmu maka sukses atau sebaliknya gagal pulang ke kampung dengan membawa mimpi yang gagal,” kata Kent.
“Itu....tahu.........iya.....sebenarnya sih semua tergantung orangnya sih. pandai-pandai mencari informasi dan selalu berhati-hati berkawan. Karena Cuma itu solusinya. Pribahasa di kota Jakarta ini tetap sama seperti dulu yaitu lebih kejam dari Ibu tiri,” ujar Piter.
“Kalau itu sih...........pribahasa itu sih jadi pecutan untuk orang-orang berani mengambil tantangan hidup. Kalau sudah merantau di kota Jakarta harus siap dengan permasalahannya termasuk yang paling kompleks di negeri ini adalah politik dan sosial. Iya seperti biasanya carut- marut gak ada junjung penyelesainya. Banyak penutupan di segala bidang supaya tidak kena yang pasti sih KKN,” kata Kent.
“Ooooooooh masalah seperti itu sosial dan politik itu sih bisa mainan kaum elit berkepentingan. Yang kecil bisa jadi besar apalagi yang besar di kecilkan agar selamat. Istilah katanya sih cuci tangan. Masalahnya persoalan di pusat seperti kota Jakarta sebagai dasar pusat setralisasi pemerintahan mempengaruhi pemerintahan daerah yang di sebut disentralisasi. Kalau di pikir masak-masak menyelamatkan diri masing-masing maksudnya kursi jabatannya di pemerintahan. Kadang swasta pun ikut bermain.....ya......merasa mampu mengurus pemerintahan. Padahal kalau di lihat dari timerekortnya sih di bilang mampu ya pastinya mampu karena sudah berkecimpung dalam bentuk organisasi kecil sampai yang besar. Malahan banyak yang bekerja sama dengan mahasiswa atau dosen untuk meningkatkan kapasitas dan kabelitas dari individu yang berkecimpung di organisasi. Hal ini sih penting malahan di organisasi agama pun jadi sasaran baik swasta dan pemerintahan untuk mencari dukungan. Ya namanya juga pencitraan atau nama baik dan terkadang media cetak dan elektronik ikut andil dalam mengembor-gembor ke khalayak ramai agar tahu siapa sih pemimpin yang menunjukkan diri?. Jadi terkenal sih jadi lebih baik di media, agar bisa mudah di pilih karena terkenal namanya dan sosok pembawaannya. Tetapi harus di pahami baik saya atau kamu Kent. Media adalah salah satu tempat untuk menaikan pamor, kalau di lihat sisi positifnya. Tapi sebaliknya negatifnya bisa menjatuhkan dari isu yang berkembang di masyarakat,” cerita Piter.
“Maksudnya isu,” tanya Kent.
“Isu yang di ciptkan sengaja atau tidak sengaja bisa jadi santapan bagi pihak-pihak yang memberitakan, karena jadi pembicaraan orang dan juga di media retingnya cukup menjanjikan alias tinggi. Malahan karena ini lah banyak jadi korban dari isu yang tidak jelas. Malahan terkadang yang bahaya kalau isu sekenario yang di susun rapih oleh pihak-pihak berkepentingan untuk menjatuhkan. Malahan kalau saya baca dan saya tonton di media elektronik banyak yang jadi korban dari kebodohan sesaat,” ujar Piter.
“Kebodohon sesaat maksudnya?,” tanya Kent.
“Maksudnya kebodohan sesaat, karena keegoisan pihak tertentu untuk meningkatkan mutu di bidang apapun pada akhirnya menghancurkan secara perlahan-lahan atau langsung ke sasaran agar mematikan lawannya atau di sebut pesaing di dalam satu bidang pemerintahan atau swasta yang lebih tepatnya politik membangun......ya.........seperti politik berbangsa dan bernegara,” sedikit penjelasan Piter.
“Oh begitu............tapi semuanya di kembalikan pemahaman manusianya. Bagi manusia yang cerdas harus bisa memahami segala bentuk dari pemerintahan agar tidak terjerumus dalam hal kompleks yang menjatuhkan. Pandai-pandai melangkah dalam bentuk organisasi apapun ? karena organisasi adalah wadah/tempat untuk mengumpulkan aspirasi setiap anak bangsa yang ingin mencurahkan semangatnya mengisi negeri ini dengan penuh pembangunan yang baik dan juga di jaga oleh UUD 1945. Jadi bagi yang melanggar tatanan sih harus mendapatkan sangsi sesuai dengan pelanggaran. Padahal selama belajar di pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi sudah di jelaskan yang namanya demokrasi Indonesia yang tepatnya pelajaran PMP atau PPKN atau Kewarganegaraan telah jelas sekali bahwa setiap warga yang baik harus mengikuti semua peraturan yang ada agar terciptanya ketertipan di segala bidang. Maka tiori pembangunan jadi berjalan sesuai konteknya seperti biasa dan sering pakai adalah bentuk tiori piramida,” sedikit penjelasan Kent.
“Benar sekali Kent bentuk politik pembangunan pemerintahan selalu saja di pakai yang paling tepat adalah tiori piramida,” saut Piter.
“Ya.......udahlah........kita.....serahkan kepada orang-orang yang pandai di bidang ilmu pemerintahan....kalau kita mah cuma sekedar saja.............ya......kan,” kata Kent.
“Kurang lebihnya informasi pasti di kembalikan kepihak ke pendidikan ilmu pemerintahan yang lebih jelas mengerti tentang ilmu sosial politik ........masyarakat seperti kita hanya rubik pembicaraan mengisi kekosongan........alias omong doang........,” kata Piter.
“Iya.............seperti itu lah manusia saling memberi ilmu yang bermanfaat untuk perjalan hidup kita lebih tertip aturan......agar tidak salah langkah.........,” ujar Kent.
“Kalau begitu saya permisi dulu saya ada urusan mau nganter barang......maklum orang sibuk nyari makan...............,” kata Piter.
“Iya.....silakan Piter.....terima kasih atas perhatiannya dan waktunya untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan,” kata Kent.
“Bisa.....aja......Kent......saya permisi dulu .........asalammualaikum,” kata salam Piter.
“Waallaikum salam,” jawab Kent.
Piter bergegas meninggalkan Kent di kontrakan menuju pekerjaannya. Sedangkan Kent segera masuk ke dalam kontrakan dan menyelesaikan masalah membereskan semua barang bawaannya. Setelah selesai Kent segera berbenah diri untuk pergi ke tempat kenalannya. Selang beberapa saat Kent sudah berada di depan rumah orang yang ingin ia temui yang tidak jauh dari kontrakannya. Dengan perlahan Kent mengetok pintu sambil mengucap salam. Penghuni rumah pun mendengarnya, lalu segera membuka pintu.
“Kent...,” kata Lana.
“Iya ......Lana......,” sahut Kent.
Lana langsung menampar Kent di pipi kirinya.
“Kenapa saya di tampar?,” tanya Kent.
“Itu untuk sakit hati ku yang kau tinggalkan aku selama 4 tahun, tanpa alasan jelas,” kata Lana yang marah.
“Tapi.........Lana.......saya mohon maaf kalau kamu masih marah......masalah saya ada masalah cukup rumit,” ujar Kent.
“Saya tidak mau tahu.............kamu cowok yang tidak bertanggung jawab,” kata Lana.
Lana masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintu. Tapi Kent berusaha masuk ke dalam. Tetap saja Lana menutup pintu dan menguncinya dengan rapat-rapat.
“Lana sekali lagi saya mohon maaf, makanya saya ke sini untuk menjelaskan semuanya kepada kamu tentang hubungan kita yang selama ini yang tidak jelas,” kata Kent di depan pintu.
Lana dengan mendengarkan dengan seksama penjelasan Kent. Tetap saja sakit hati Lana belum terbayarkan.
“Pembohong.......,” kata Lana dengan derai air mata.
“Eeeee....maaaf Lana kedatangan ku membuat mu terluka lagi..........lebih baik saya pulang saja.......kalau begitu saya permisi,” kata Kent dengan suara sendu.
Karena kata-kata Kent hendak pergi lagi membuat Lana bertindak cepat membuka pintu dan langsung memeluk Kent.
“Jangan pergi lagi.......saya tidak sanggup kehilangan lagi............,” kata Lana dengan tetesan air mata.
“Saya tidak akan pergi selama kamu memintanya,” jawab Kent.
Lana melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Muncul seorang anak kecil menghampiri Lana.
“Mami.......mami............,” pangilan gadis kecil.
Lana langsung mengendongnya.
“Anak......baikkkkkkkkkk,” kata Lana sambil menciumnya.
“Anak kamu Lana ?,” tanya Kent.
“Iya...lah ini anak kesayangan ku.......namanya Clara Kent............oh........masuk ke dalam rumah....ngobrolnya di dalam aja gak enak di lihat tetangga.............,” kata Lana.
“Oh .......iya....,” jawab Kent.
Lana dan Kent masuk ke dalam rumah. Dengan seksama Kent melihat dalam rumah Lana dengan seksama.
“Banyak perubahan di rumah ini,” ujar Kent.
“Iya.......silakan duduk.....,” kata Lana.
“Iya.....,” jawab Kent.
Kent duduk di sofa. Lana menurunkan anak kesayangannya di titipkan di pangkuan Kent, dan langsung ke dapur menyiapkan makan dan minuman untuk tamu.
“Oh........ya Lana......mana suami mu.......?,” tanya Kent.
Lana langsung mengambil anaknya dari pangkuan Kent, langsung menampar pipi Kent untuk ke dua kalinya.
“Kenapa aku di tampar lagi?,” tanya Kent.
“Karena............kamu ini adalah bapak dari anak saya.......................,” kata Lana dengan jengkel.
“Anak......saya............,” kata Sok Kent.
“Ingat....ingat hubungan kita.......,” kata Lana.
“Tapi....Lana...........kapan saya menikahi kamu.................,?,tanya Kent.
“Ingat...lagi....,” kata Lana dengan marah.
Kent berusaha mengingatnya dengan seksama hubungan dengan Lana. Pada akhirnya Kent mengingatnya dengan jelas sekali terkenang di ingatanya. Kent pun sadar banget kesalahannya.
"Lana ....maaf kan saya sekali lagi......baru sekarang saya bisa mengingatnya. Hubungan yang kita bina dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Karena benturan di sangat kuat di bagian otak membuat kenangan itu menghilang sejenak....jadi benar aku telah menikahi mu......jadi ini anak saya, tapi Lana........hubungan kita terputus pada saat itu........karena saya menceraikan mu karena alasan tertentu....yang berkemungkinan saya tidak akan pulang lagi,” kata Kent.
“Kalau tidak percaya itu anak kamu tes DNA saja dan juga kamu meninggalkan saya dalam keadaan hamil......dan juga saya masih belum banyak pengalaman dalam urusan rumah tangga....dan juga kamu terlalu egois dengan kepentingan kamu saja tidak memikirkan perasaan saya pada saat itu. Ya pada akhirnya..........saya melahirkan tanpa suami yang menemani saya. Memang sangat ironis...tapi itulah hidup mencintai orang egois seperti kamu Kent,” kata Lana.
“Tapi...Lana kamu tidak memberitahu saya kalau kamu hamil pada saat itu...........,” ujar Kent.
“Terang saja ......saya belum memeriksanya..................setelah surat pecerai saya tanda tanganin.......baru saya sadar.....mual....mual.......ketika di periksa hamil....pada saat saya ingin menjelaskan tentang ke adaan saya...kamunya telah pergi........entah kemana?,” penjelasan Lana.
“Lana maaf kan saya sekali....lagi karena kebodohan saya di masa lalu..........., karena saya sudah tahu duduk permasalahannya jadi saya mohon sekali lagi........untuk mengapus semua kenangan pahit itu dengan kenangan baru demi buah cinta kita ini.....gimana Lana?,” kata Kent.
“Saya pikirkan...........dulu.....nanti kamu.......pergi lagi.....,” ujar Lana.
“Ya....kalau maunya.....begitu.....kita jalan masing........masing ya sudah.....yang terpenting sebagai ayah yang baik berusaha untuk melengkapi kasih sayang yang hilang pada anak ini,” kata Kent yang bijak sana.
“Iya....iya...mau......bersatu lagi.....jangan....tinggal saya......gak sanggup kehilangan kamu lagi...........,” kata Lana memohon.
Lana dan Kent sepakat untuk menyatukan hubungan lagi demi anaknya Clara Kent. Hubungan Lana dan Kent kembali harmonis dengan saling memahami kekurangan masing-masing. Saat Kent lagi asik bermain dengan anaknya dan kekasihnya yang di cintai. Kent mendengar sesuatu dari pendengaran supernya. Kent mulai bersikap aneh. Lana yang tahu sifat Kent mulai aneh mulai mencurigai lagi.
“Jadi kamu mau pergi......lagi seperti biasanya,” kata Lana.
“Maaf Lana......urusan penting........,” kata Kent.
“Penting mana urusan pribadi kamu atau kami berdua................? ujar Lana.
“Tetapi........................Lana..............,” kata Kent yang bingung menentukan pilihan.
“Saya......siapa kamu sembunyikan? Kemampuan mu di gunakan untuk menolong orang. Tetapi inilah hidup saya yang mencintai makluk asing yang melindungi orang yang membutuhkan pertolongan dan juga anak kamu ini mewarisi kemampuan super kamu. Jadi kalau itu pilihan mu untuk menyelamatkan orang saya tidak bisa menghalangi mu........,” ujar Lana.
“Maaf sekali Lana .....selama ini menyembunyikan kekuatan ku demi urusan kehidupan pribadi agar orang tidak tahu siapa saya sebenarnya?. Seharusnya dari jujur dari awalnya agar kehidupan berumah tangga lebih jauh pengertian......itulah kebodohan saya.....tetapi saya belajar........kesalahan itu demi melindungi orang yang saya cintai.......dan menjauhkan dari masalah yang besar...........,” sedikit penjelasan Kent.
“Saya jauh mengerti kamu Kent.........selama kau tinggalkan...........memahami masalah yang rumit membuat saya jauh lebih dewasa menghadapi hidup yang sulit.....jadi saya ikhlaskan kamu pergi demi melindungi orang yang membutuhkan kekuatan mu,” kata Lana yang bijak sana.
“Kalau kamu mengerti saya permisi dulu,” kata Kent.
“Iya....,” jawab Lana.
Kent dengan kemampuan kecepatan berlarinya menuju ke suatu tempat. Dengan seksama terus Kent pendengarkan kata pangilan minta pertolongan. Dengan meningkatkan kecepatannya Kent sampai di di sebuah gudang. Dengan seksama Kent memperhatikan ulah para kawan penjahat. Kent terdiam dan bersembunyi untuk memperhatikan pergerakan musuh. Kent mulai terkejut melihat ternyata musuh lamanya mulai beraksi untuk membuat ulah. Sang penjahat mulai menakut-nakuti orang yang di culik seperti biasanya. Orang yang di culik ketakutan sekali dengan sifat jahatnya. Saat penjahat lengah sedikit Kent beraksi dengan cepat memukul mereka satu persatu sampai pingsan. Langsung membebaskan orang yang di culik. Kemudian Kent membawa bosnya pergi ke suatu tempat di tengah hutan dengan sangat cepat. Sampailah Kent dan bos penjahat di tengah hutan.
“Sudah lama tidak bertemu masih saja kamu berbuat ulah?,” tanya Kent dengan wujud berubah menjadi pahlawan super.
“Gimana ya....sudah kebiasaan susah untuk di hilangkan,” kata Lex.
“Sampai kapan permainan ini berlangsung...................?,” tanya Kent.
“Entahlah.........saya menyukai teror....ini......rasanya bergejolak dalam diri ini membuat saya hidup lebih berarti,” kata Lex.
“Kesenangan yang mengorbankan banyak orang demi keegoisan kamu yang terobsesi oleh kegilaan dalam diri kamu..alias penyakit psikologis kejiwaan kamu.........yang tidak mampu kamu kendalikan,” ujar Kent.
“Eeeeeeee......................gimana ya........masalahnya...... sudah.......lah yang terpenting saya tidak peduli dengan masalah itu.........saya sangat menyukai kesenangan itu...,” kata Lex.
“Susah bicara dengan orang sakit........,” kata Kent yang kesal.
Dengan cepat Kent menghajar Lex dengan pukulan yang membuatnya pingsan dan segera membawanya ke polisian dan berserta anak buahnya. Pak polisi senang sekali karena pahlawan super sudah kembali membantu pihak kepolisian. Para penjahat yang di serahkan Kent segera di penjara oleh pak polisi. Sedangkan orang senang sekali sudah di selamatkan oleh pahlwan super. Pada akhirnya pemberitaan tentang pahlawan super hidup lagi. Tapi Kent sadar dengan hidupnya. Dulu Kent mencari jati dirinya sedangkan sekarang Kent sadar bahwa jati dirinya sesungguhnya sudah menjadi seorang ayah yang baik demi istri dan anaknya. Walau hidupnya rumit dengan antara kehidupan pribadi dan masalah sosial tetap Kent tegar menghadapinya. Sebagai makluk asing di planet bumi yang penuh cinta dan kasih sayang.


0 komentar:
Post a Comment