MANUSIA SERIGALA

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

MANUSIA SERIGALA

Malam begitu larut seorang pemuda melintasi sebuah jalan yang sepi di tengah hutan. Dengan pelan-pelan langkah pemuda tersebut melintasi jalan tersebut. terdengar suara yang aneh di balik rimbunnya pohon. Sang pemuda mulai ketakutan sampai-sampai bulu kudunya merinding. Sang pemuda mulai mempercepat langkahnya. Tiba-tiba muncul sebuah benda langsuang di depan  mukanya.

“Aaaaaah,” teriak sang pemuda.

Sang pemuda dengan memperhatikan penglihatanya dengan menggunakan api obor untuk menerangi jalannya. Sang pemuda mulai menghela nafas merasa lega apa yang di lihatnya adalah seekor kelinci. Sang pemuda mulai meneruskan perjalanannya menuju kota. Dengan perasaan was-was sang pemuda tetap melewati jalan yang membelah hutan tersebut.

Terdegar lagi suara yang aneh. Sang pemuda mulai ketakutan lagi, tapi belajar dari pengalaman sebelumnya sang pemuda tidak mau gegabah. Terus jojong pemuda berjalan.sekelebat bayangan hitam sudah di belakangnya. Sang pemuda mulai merasakan sesuatu. Lalu sang pemuda menoleh ke belakang.

“Aaahhhhhh,” teriak sang pemuda.

Di gigitlah sang pemuda seekor makluk buas pada bahunya.  Sang pemuda berusaha untuk membela diri dengan menggunakan obor menyolok ke mata makluk buas. Sang makluk buas menghindari serangan obor tersebut dan melepaskan gigitannya.

“Pergi sana menjauh,” kata sang pemuda.

Sang makluk buas tidak menggrubis perkataan pemuda yang terluka. Makluk buas saja menghampiri pemuda tersebut dengan wajah yang yang menyeramkan. Gigi yang tajam ditonjolkan makluk buas tersebut apalagi air liur yang menetes terus?, tanda makluk buas tersebut kelaparan. Sang pemuda berusaha melawan makluk buas tersebut dengan obornya. Sang makluk buas sedikit menghindar karena api dari obor. Sang pemuda mengeluarkan sebuah belati kecil yang biasa di gunakan untuk mengupas makan. Sang pemuda menjaga diri dengan belati kecil dan obor. Saat makluk buas tersebut menyerang untuk menerkam. 

“Eeeaaaah,” teriak sang pemuda.

Sang pemuda menusuk sang makluk buas tepat di jantungnya. Sang makluk buas  tewas seketika. Sang pemuda berusa banggun dari terkaman makluk buas dan pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berlari sampai di kota. Sang pemuda mulai keletihan dan pingsan di jalan.

Keesokan harinya pemuda bangun  dari tidur panjangnya. Ternyata sang pemuda berada di dalam ruangan dan juga tubuhnya yang terluka terlah di obati di tutup oleh perban.

“Kamu sudah bangun,” kata seorang tabib.

“Iya...dimana saya?,” tanya sang pemuda.

“Tenang saja kamu di balai pengobatan saya panggil saja pak Wong. Tadi pagi saya temukan kamu di pinggir jalan kota,” kata tabib.

“Oh...kalau begitu saya berterima kasih banyak atas semua bantuannya,” kata pemuda.

“Ya sama-sama,” sahut tabib.

“Sebenarnya kamu siapa mau kemana?,” tanya tabib.

“Saya Peter mau ke kota menemui sanak keluarga di daerah sini. Sebenarnya untuk membantu keluarga dalam pekerjaan baru mereka membuka kedai makan, tapi di tengah jalan di serang seekor manusia serigala,” penjelasanya pemuda.

“Jadi begitu ceritanya, tapi menurut desas-desus cerita orang –orang daerah sini bener sekali. Banyak orang yang jadi korban makluk tersebut dan juga tidak kembali hidup-hidup. Untung saja  nak peter selamat dari serangan manusia serigala,” kata pak Wong.

“Ohhh....begitu.....terima kasih atas informasinya pak Wong,” kata Peter.

“Ya udah.......cukup ucapan terima kasihnya sekarang jangan banyak bergerak dulu agar lukanya cepat sembuh,” saran pak Wong.

“Iya pak Wong,” ujar Peter.

Peter istirahat dengan tenang di balai pengobatan. Sedang pak Wong pergi meninggalkan peter keluar dari ruangan  untuk mengerjakan urusan lain. Peter terus banyak berdo’a karena bersyukur bisa selamat dari terkaman manusia serigala.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment