MISTERI GELOMBANG ENERGI
Pada hari yang tidak disangka-sangka. Pupu lewat di persimpangan tengah kota. Terdengar suara yang aneh. Seperti petir menyambar ke sebuah gedung. Kemudian efek medan energi ledakan mengenai Pupu sampai terpental dan pingsan. Selang beberapa saat Pupu bangun dari pingsanya. Ternyata Pupu telah di rumah sakit. Berdasarkan intruksi dokter Pupu boleh pulang besok. Keluarganya datang untuk mengurus segalanya.
Keesokan harinya keluarga Pupu membawanya pulang kerumah. Mengunakan kendaraan pribadi ayah Pupu. Di dalam perjalanan Pupu memikirkan kejadiaan tersebut. Tapi waktu berlalu dengan cepat. Pupu dan bersama kedua orang tuanya sampai di rumah.Pupu di suruh orang tuanya untuk beristirahat di kamar dengan tenang. Saat orang tuanya sibuk dengan urusanya mereka Pupu sibuk dengan urusanya. Meneliti setiap kejadiaan yang masih diingatnya sebelum pingsan. Berdasarkan ingatanya ternyata Pupu terpengaruh oleh medan energi ledakan dari sebuah gedung, terbukti dari Pupu menjelajah internet untuk mencari berita tentang bencana atau kejadiaan di kota.
Di tambah Pupu mengunakan jaringan sosialnya. Ternyata ingatanya dan info yang di dapatkan benar. Rasa penasaran terus bertambah. Di telpon teman SMA yang tidak jauh dari tempat bencana ledakan.
“Haloo......ini Bumbum,” kata Pupu dengan santun.
“Iya ini gw Pupu, gimana kabar lo ?,” sahut Bumbum dengan akrab.
“Leadaan gw baik Bum. Gw mau nanya sesuat. Bener gak kejadiaannya di saat gw pingsan daerah ada sebuah gedung medak dengan dasyat? “ tanya Pupu dengan antusias.
“Bener sekali Pupu. Gw juga membacanya di media manapun. Tetap saja Pupu itu dianggap dua faktor yaitu Teknis dan Humeneror.,” penjelasan Bumbum.
“Terima kasih atas info,”kata Pupu mememutus pembicaraan di telepon.
“Okkkkkkkk.......Pu sampai bertemu di sekolah,” jawab Bumbum dengan ceria.
Pupu mulai mengecek keadaan tubuhnya. Karena merasa ganjil dari dalam tubuhnya. Tetapi berdasarkan tes dokter dan tesnya Pupu sendiri ternyata negatif. Pupu merasa tenang karena keanehan dalam tubuhnya terbukti nol persen. Pupu senang bahagia. Langsung tidur tenang dan memikirkan untuk kembali ke sekoalah. Bertemua dengan Nia.gadis idamannya.
Baru saja di rasanin. Ternyata hp bebunyi dilihat dengan dengan seksama Nia.
“Hallo....siapa ini?,” kepura-puraan Pupu.
“Ini gw nia, gimana keadaan lo?,” tanya dengan penuh kesaduan.
“Keadaan gw baik aja. Gimana keadaan nia sendiri?,” kata Pupu agak sedikit manja.
“Gw baik-baik aja.....oh ya gw tegasin ya lo punya hutang sama gw kalah bertaruh bola,” sekak Nia.
“Nia......nia ...ia gw bayar lunas deh.....kalau urusan uang cepet banget,” celoteh Pupu.
“Siapa yang mulai taruhan....yang kalah..... harus pegang janji ok....,”kata Nia dengan lebih tegas.
“Ok gw janji gadis cantik........,’ kata Pupu tegas dan memuji.
“Gombal.......banget.....tapi gw suka,” jawab Nia tegas tapi malu.
“Jadi, kapan kita jadiaanya?,” tanya Pupu membujuk.
“Kapan-kapan.................aja ya gw terima. Yang penting temanan aja sekarang,” tegas Nia.
“Ya gw gagal lagi yang ke 99,” Kata Pupu dengan nada rendah.
“Cinta butuh di uji..........da dulu teleponya masih banyak gw kerjaain. Da Pupu cepat sehat ya,” kata Nia dengan ceria.
Telepon pun ditutup oleh Pupu. Terlihat sendu di wajahnya. Kegagalan cinta sungguh menyakitkan.

0 komentar:
Post a Comment