KEANEHAN
Pupu bangun pagi dan segera membereskan semua bukunya dan dimasukan buku pelajaran yang sesuai dengan jadwal hari ini. Pupu baru sedikit bergerak ingin pergi ke kamar mandi tetapi langkah kakinya lebih cepat melangkah sampai menabrak pintu kamar mandi.“Pu.....kenapa Kamu ?,” tanya Ibu dengan nada keras.
“Gak bu Cuma terselandung,” sahut Pupu dengan ngaring.
“Ya udah kalau ga ada-apa. Cepat turunnya makan udah ibu siapkan. Karena ada urusan Bapak dan Ibu pergi duluan,” katanya.
“Ya........Bu..,ati-ati jalan,” kata Pupu dengan baik.
Dengan segera Pupu bergegas membersihkan diri. Langsung memakai seragam sekoalh. Setelah itu sarapan yang telah siapkan di meja sekolah. Beberapa saat Pupu siap pergi ke sekolah. Langsung masuk ke garasi mengeluarkan sepedah kesayanganya. Setelah rumah selesai di kunci Pupu. Berangkatlah Pupu ke sekolah.
Mengendarai sepedah pagi hari sangat menyenangkan Pupu. Rasa hidup dan bahagia. Menikmati udara pagi bersih dan cahaya matahari pagi. Lagi asik-asik menikmati moment tersebut. Lewat mobil butut di tambah asepnya bikin polusi.
“Uhk...uhk...,,,,,,,,,,’ suara batuk Pupu.
Tetap saj mobil tua tersebut jojong aja jalan kayak gak punya dosa. Dengan mengelus dadanya Pupu untuk bersikap sabar dan bijaksana. Terus mengayuh sepeda dengan santai. Tiba-tiba Pupu tidak sengaja mengayuhnya dengan kekuatan penuh. Sepedah melesat dengan cepat. Pupu panik dan segera mengerem mendadak. Langsung terjungkit dan jatuh tersungkur. Untung saja jatuhnya di rumputan jadi tidak terluka parah Cuma lecet sedikit.
Pupu bangun dan mengankat sepedahnya. Di periksanya.ternyata sepedahnya masih bagus dan bisa jalan. Dengan pelan-pelan Pupu mengayuh sepedahnya. Selang berapa saat sampai juga di sekolah. Sepedah di taruh di parkiran sekolah dan Pupu menguncinya dengan rapih. Langsung pergi menuju keruang UKS Pupu baru bener-bener membersihkan lukanya. Ketika di cek ternyata lukanya cepat sembuh. Pupu bingung di buatnya pada akhirnya masa bodok.
Baru keluar dari UKS, Nia sudah datang di hadapan Pupu.
“Mana janjinya,” kata Nia.
“Iya Nia, gak sabaran banget. Ini uangnya,” sahut Pupu dengan tegas.
“Terima kasih Pu....kapan-kapan kita tanding lagi, ok....,” tukas Nia meledek.
“Gimana Pu ....kalah lagi sama Nia,” kata Bumbum.
“Sial...bikin kaget. Gw kiraan siapa?,” ujar Pupu.
“Ya.....udah yang sabar ya. Yok masuk kelas.... belll udah bunyi,” kata Bumbum membujuk.
“Ya.....ayo..mau kemana lagi,...kelaslah emangnya ke pasar...,” kata nyeleneh Pupu.
“Wu.......dasar ....Pupu bisa aja kali guyonnya,” sahut Bumbum.
“Ha...ha...,” tertawa keduanya.
Segera mereka berdua masuk kedalam kelas. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik untuk hari ini.


0 komentar:
Post a Comment