MENGHABISI
Sesampainya di Bukit. Robot Gan menujukkan lokasi penjahat yang berhaya bernama Profesor Mito. Heri langsung bergegas maju dengan meninju Bukit tersebut.
“Bruuuuuk..........,” suara hancurnya bukit.
“Ayo ...Gan.....,” kata Heri dengan semangat.
“Baik....guru...,” sahut Robot Gan.
Keduanya berlari menuju trowongan yang telah dibuat Heri. Sampailah pada maskas tersembunyi Mito.
“Waw besar juga lapisan gerbang masuknya,” kata Robot Gan.
Tanpa berpikir panjang Heri meninju gerbang markas Profesor Mito yang berlapis baja yang sangat tebal. Sekali tinju jebol gerbang baja tersebut.
“Ya, gimana lagi guru gak pernah sabaran. Gerbang baja jebol dengan mudah,” sahut Robot Gan.
“Ayo masuk...Gan ke dalam,” kata Heri dengan antusias.
Mereka berdua masuk kedalam. Sedangkan Profesor Mito sebenarnya sudah tahu bahwa markasnya pasti ketahuaan. Maka itu Profesor Mito membangunkan Manusia Kumbang. Tetapi perdebatan terjadi di antara Profesor Mito dengan para Kloningnya.
“Jangan bangunkan Manusia Kumbang,” kata Kloning Mito 1
“Ya....bener nanti jadi masalah besar.,” sahut para kloning Mito yang lain.
“Masalah tidak ada jalan lain. Markas sudah jebol. Belum lagi untuk mendapatkan kekuataan lebih batas dalam penelitian belum maksimal, “ ujar Profesor Mito.
“Memeng bener tidak ada jalan lain. Kalau kita bangunkan,” jawab Kloning Mito 1.
“Segera membuka sistem membangunkan Manusia Kumbang,” kata Para Kloning Mito.
“Bagus............,” sahut Profesor Mito.
Tiba-tiba alaram berbunyi. Manusia Kumbang mengambuk. Para manusia hewan buatan pada musnah di hancurkan. Para Kloning Mito ketakutan dengan Manusia Kumbang. Tapi perintah Profesor Mito tetap di jalankan. Karena sistem komputer rusak mau gak mau pake pake manual. Jadi semua para Kloning Mito segera ke kurungan Manusia Kumbang. Sampai di sana hancur semua para kloning Mito. Di hajar sampai lebur. Kemarahan Manusia Kumbang tidak bisa di kendalikan.
Sedangkan Heri terus saja menghancurkan gerbang baja. Mondar –mandir mencari musuh yang ingin di hadapinya.Robot Gan mendeksi musuhnya robot serigala. Dengan sekejab meninggalkan gurunya sendirian menghancurkan apa pun. Dengan berlari mengikuti sensor dalam diri Robot Gan. Menemukan Robot Serigala. Robot Gan menyerang dengan senjata apinya dari tangannya. Sang Robot Serigala menghindarinya dan bermanufer mengeluarkan roket dari tubuhnya. Robot Gan berhasil menghindari serangan tersebut.
Tapi Robot Gan langsung menyerang dadakan ke depan muka Robot Serigala. Melepaskan energi api dari tangannya dan menghancurkan pertahanan Robot Serigala. Sekuat tenaga Robot Serigala menahan serangan tersebut. Robot Gan tahu. Dengan pengamantan sensornya di tambah energi penghancurnya dari tangannya..Seketika Robot Serigala musnah dan meledak. Selesai pertarungan tersebut Heri datang.
“Gan sedang apa...?,” tanya Heri.
“Gak.....guru sudah selesai pertarungannya,” jawab Robot Gan dengan rendah diri.
Sisi lain Profesor Mito kecewa dengan para kloningnya yang tidak bisa membantu membujuk Manusia Kumbang. Sampai di depan gerbang kurungan Manusia Kumbang yang sedang beringas.
“Manusia Kumbang ada manusia kuat yang melawan mu,” kata Profesor Mito sambil membujuk.
“Siapa orangnya yang mampu menandingiku,” kata kasar Manusia Kumbang.
“Orangnya terlihat biasa aja, tapi kekuatanya itu tidak di sangsikan lagi,” ujar Profesor Mito menjelaskan lawan Manusia Kumbang.
Tiba-tiba Manusia Kumbang di hadapan Profesor Mito dengan perangai yang menyeramkan. Dengan tenang menghadapi Manusia Kumbang.
“Mana orangnya,” kata Manusia Kumbang.
“Ada di beberapa blok dari kita berada,” kata Profesor Mito menjelaskan.
Tanpa sabaran Manusia Kumbang membawa Profesor Mito dengan tangan yang besar meraup mukanya. Dengan penuh kemarahan menghajar semuanya. Sampai tembok baja jebol semuanya. Dengan arahan Profesor Mito ketemulah mereka berdua.
“Mana orangnya ....? tanya Manusia Kumbang.
“Sebelah kiri, yang kepala botak yang berkustum pahlwan,” penjelasan Profesor Mito.
“Jadi itu orangnya,” ujar Manusia Kumbang sambil berlari mengejar mangsanya.
Robot Gan mendeksi ada musuh. Langsung mengeluarkan senjata di tangan kanannya. Terjadi ledakan api yang membakar ruangan. Dengan marahnya Manusia Kumbang menangkis serangan memematikan tersebut. Berbalik menyerang Robot Gan sampai terbakar hangus dan rambutnya jadi kribo. Profesor Mito dilepaskan dari gengaman Manusia Kumbang. Dengan cepat menyerang Manusia Kumbang menyerang Robot Gan. Dengan istingnya cepat dan berhasil menghindar serangan tersebut. pertarungan sengit pun terjadi di ruangan.
“Gan tidak apa-apakan,” tanya Heri.
“Gak apa-apa guru,” jawab Robot Gan dengan tegas.
Robot Gan mulai meningkatkan kekuatannya dan menembakan lagi senjata apinya mengarah Manusia Kumban. Dengan sombongnya Manusia Kumbang membalikan kekuatan serangan api tersebut dengan meniupnya dengan mudah. Robot Gan tidak bisa menghindari karena kaget dan pada akhirnya terbakar lagi.
“Gan saya yang menghadapi,” kata Heri.
“Ya guru....,” sahut Robot Gan menyingkir dari pertarungan.
“Jadi ini orangnya yang bertarung melawanku,” Dengan congkaknya Manusia Kumbang berkata.
“Ya, begitu lah,” kata Profesor Mito sambil menganalisanya.
“Bener sekali...,” kata Robot Gan menambahkan.
“Kalau begitu aku mulai menyerang duluan,” kata Manusia Kumbang.
Dengan langkah cepat Manusia Kumbang menyerang Heri. Terjangan tangan kanan yang akan di arahkan ke hadapan Heri. Sudah dekat di muka Heri. Tiba-tiba Heri dengan sekejab menunjukkan espresi bertarungnya. Lalu serangan dari Manusia Kumbang tersebut terhenti dan menjauh ke diding. Terasa aura yang sangat kuat yang membuat lawan takut
“Siapa kamu ini,” kata Manusia Kumbang dengan ketakutan.
“Guru dari mana kamu mendapatkan kekuatan mu itu,” kata Robot Gan.
“Begitu juga saya,” Profesor Mito penasaran.
“Saya Cuma latihan fisik saja dan makan pisang,” Penjelasan Heri.
“Jadi Cuma itu saja. Jadi analisa ku salah. Membuat ku marah saja,” Kata Manusia Kumbang.
Dengan ledakan kemarahannya Manusia Kumbang ber tranformasi ke tingkat terakhir. Berubah menjadi sosok yang mengerikan sekali kaya iblis merah. Langsung menyerang Heri dengan tinjuan yang mematikan. Sampai Heri terpental menabrak tembok baja terus –menerus. Dengan sekejab langsung menghajar terus menerus sampai Heri diam dan tak berkutik. Pertarungan sangat sengit. Dalam pertarungan yang sengit tersebut Heri memikirkan sesuatu apa yang lupa.
“Hari ini lagi diskon di market dekat rumah guru,” kata Robot Gan.
Mendengar kata tersebut Heri sontak seperti di setrum pikiranya. Langsung menghajar Manusia Kumbang yang beringas tersebut dengan tinjuan yang berantai Heri.
“Bruk....byar.....,” suara hancurnya Manusia Kumbang.
“Haaa.....,” soknya Profesor Mito melihat ciptaannya hancur.
“Itu salah satu kekuatan Guru Heri,” sahut Robot Gan sambil menunjukakan. Daftar diskon pada Profesor Mito.
“Selama ini penilaian ku salah tentang kekuatan,” kata Profesor Mito dengan depresi.
“Ayo .....Gan nanti supermaketnya tutup,” ujar Heri sambil berlari dan meninju tembok baja.
“Bruuuk.......,” suara hancur dinding baja.
Dengan keburu Heri meninggalkan tempat markas musuh. Melewati trowongan yang di buatnya sedang kan Robot Gan mengikuti dari belakang. Sedangkan Profesor Mito terlihat suram sekali karena kekalahannya mutlak tentang menciptakan makluk terkuat.
Selang beberapa saat dari area kehancuran tersebut. Dateng seorang berjas rapi memeriksa semua kejadiaan dengan membawa anak buahnya. Manusia yang berjas keren tersebut memegang sebuah tanah kehancuran di gengamannya.


0 komentar:
Post a Comment