MANUSIA BURUNG

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

MANUSIA BURUNG

Serangan datang dari udara. Sekelompok manusia  burung menyerang kota. Dengan kepakan sayap yang kuat menciptakan badai angin. Para warga berlarian dan berusaha mengindar dari bencana bersembunyi di trowongan bawah tanah. Pemimpin manusia burung bernama  Yejin menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan semuanya. Kota makin kacau dibuat oleh sekelompok manusia burung yang liar.

“Hai manusia takutlah dengan kekuatan Yejin sekarang,” kata Pemimpin manusia burung dengan sombong.

“Dasar sial......para makluk beringas tersebut menghancurkan toko,” kata warga kota.

“Tolong.....,” teriak meminta bantuan dari warga kota teraniya.

“Saya harus menolong wanita tersebut,” kata warga kota membawa tongkat.

“Jangan gegabah,” kata temannya.

“Jangan mati konyol,” saut teman yang lain,.

“Masa bodok lah.......ya................, “ kata warga kota yang mau  menolong wanita yang di serang manusia burung.

Warga kota tersebut sambil menyerang dengan tongkat panjangnya ke hadapan manusia burung yang ingin menghancurkan wanita yang tersungkur di lantai.

“Hai makluk jahat menjauh dari kami,” kata warga kota.

“Kaaaak..........,” suara manusia burung melengking ke hadapan warga kota.

Manusia burung menyerang dengan tombaknya dan warga bertarung sekuat tenaga melindungi wanita yang tidak berdaya. Sang manusia burung langsung menyerang dengan penuh keberingasanya ke warga kota. Lalu sang manusia burung menghempaskan tongkat yang melindungi warga kota tersebut pukulan yang kuat.  Setelah  itu tombak manusia burung menyerang langsung ke tubuh warga kota. Tiba-tiba di halangi oleh Robot Gan dengan memegang tombak manusia burung.

“Hampir saja,” kata warga kota sambil menarik nafas panjang.

“Kamu tidak apa-apa?,” tanya Robot Gan.

“Tidak apa-apa,” jawab warga kota.

Warga kota langsung membawa wanita yang di tolongnya bersembunyi. Robot Gan langsung mengerang manusia burung dengan tembakan api dari tangannya sampai menjebol dadanya musuh.

“Aaaaakkkkkkk.......,” teriakan terakhir manusia burung.

Manusia burung melihat temannya mati langsung menyerang Robot Gan yang sedang waspada serangan berikutnya. Para manusia burung mengikatari Robot Gan  langsung melesatkat tombak di tangan kanan mereka dengan kekutan petuh. Robot Gan menghindari serangan tersebut  dan mengambil salah satu tobak yang di tangkapnya lalu menangkis semua serangan manusia burung setelah tombak di tangan di lempar dengan kuat oleh Robot Gan sampai menjebol dada manusia burung.

“Kaaaaak.......,” suara terakhir manusia burung dan jatuh ke tortoar.

Melihat satu lagi temanya mati para manusia burung menyerang dengan mengepakan sayapnya dengan kuat, lalu terciptalah badai angin. Menyeranglah manusia burung bergantian dengan cakar yang kuat dari kaki dan tangannya. Robot Gan menghindari serangan tersebut dan memfokuskan energinya di ke dua tangannya dan membakar semua manusia burung dengan sekejab.

“Dasar bodoh, api akan berkobar lebih besar jika ada angin,” kata Robot Gan.

Salah satu manusia burung selamat dari kobaran api kemudian melarikan diri. Tapi sang pemimpin manusia burung bernama Yejin melemparkan tombaknya dengan kuat membunuh anak buahnya yang pengecut.

“Brengsek........,” kata Yejin dengan marah sekali.

“Jadi kamu pemimpin kawanan ini?,” tanya Robot Gan..

“Ya.........,” dengan marah Yejin menjawabnya.

Yejin kemudian berubah menjadi lebih besar dan kuat dan menghajar Robot Gan dengan cepat sekali. Robot Gan berusaha menangkis serangan tersebut dengan mengimbangi kecepatannya. Tetap saja kalah dan terpental dengan pukulan yang kuat sampai menjebol diding bangun.

“Sia.......,” kata Robot Gan.

Bangkit Robot Gan dari  runtuhan bangunan dan meningkatkan kecepatannya  lalu menggunakan tembakan api yang dasyat ke arah Yejin.

“Berrrrrrrrrrrrrrrrr..................barrrrrrrrr............booommm,” suara kekuatan api Robot Gan.

Yejin menangkisnya dengan dengan kekuatan sayapnya kuat melindungi dirinya. Kemudian Yejin mengepakan sayapnya lagi dan menyerang Robot Gan dengan cepat. Dengan tenang Robot Gan menunggu serangan tersebut lalu mengeluarkan sebuah besi panjang menyerang Yejin dengan dadakan. Yejin tidak bisa menghindar serangan tersebut melukai tangan Yejin yang kuat sampai  jebol dan di tambah serangan tembakan api dari tangan kiri Robot Gan ke arah muka Yejin.

“Ahhhhhhhh......kakkkkk,” suara teriak Yejin.

Yejin langsung menggunakan tangan kirinya menghajar Robot Gan sampai terpental menembus beberapa tembok bangunan. Sampai-sampai  sistemnya banyak yang rusak. Dalam keadaan rusak parah Robot Gan bangkit  dan berusaha untuk  melanjutkan pertarungan. Yejin mencabut besi yang menusuk tangannya dan melemparkan ke lantai.

“Kelentang........,” suara besi berbenturan dengan lantai.

“Kaaaaaak....,” suara teriakan Yejin.

Yejin  dengan mengepakan sayapnya menyerang Robot Gan yang berusaha untuk bertahan dari serangan  musuh selanjutnya. Dengan cepat melesat  sebuah tinjuan langsung mengenai wajah Yejin sang manusia burung sampai hancur berantakan.

“Kamu gak pa-pa,” kata Heri.

“Gak apa-apa guru,” jawab Robot Gan.

“Ayo kita pulang,” ujar Heri.

“Ya...,” jawab Robot Gan.

Heri dan Robot Gan meninggalkan medan pertarungan. Para warga kota melihat kehancuran pemimpin manusia burung begitu mudah dan cepat. Warga kota terselamatkan dari serangan manusia burung.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment