METAL

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

METAL

Sebuah benda asing jatuh dari langit menuju sebuah hutan. Seorang anak laki-laki bernama Yan melihat benda tersebut. bersama temannya cewek bernama Lara. Yan pergi menuju hutan. Dengan penuh ngeri masuk hutan tanpa penghuni. Yan terus beranikan diri, tetapi Lara ketakutan pada akhirnya. Lara menunggu di pinggir hutan. Dengan rasa penasaran Yan masuk Hutan. Tiba-tiba Yan terpeleset kedalam jurang.

“Haaaaaaaaa......,” teriakan dari Yan.

Lara mendengar teriakan itu khawatir.Dengan segera masuk kehutan dengan berani demi menolong Yan. Saat itu Yan sedang bangundari tempat ia terjatuh. Meliat sebuah benda berbentuk metal bulat. Dengan segera membalik badan menyentuh benda tersebut.Benda metal bulat tersebut terbuka. Terlihat sebuah benda aneh di dalamnya. Dengan perlahan Yan mengambil ke dua benda tersebut. setelah itu benda metal bulat tertutup lagi.

“Yan kamu gak kenapa-kenapakan?,” pangilan Lara.

“Gak ada, ada masalah,” sahut Yan.

“Lara turun kesini ada yang kutunjukan sesuatu pada mu,” kata Yan sambil mengacungkan ke dua tangannya kelangit, memperlihatkan benda tersebut.

“Takut....,”kata Lara.

“Ayolah.....lara beranikan diri,” sahut Yan.

Lara memberanikan diri. Menuruni tempat curam tersebut dengan hati-hati sampai ketempat Yan berdiri dan metal bundar berada.

“Ini bendanya,” kata Yan sambil memberikan pada lara dengan lembut satu buah.

Metal bundar langsung aktif kembali. Begitu juga benda di tangan kedua anak tersebut. Sistem langsung menganalisa mereka berdua. Dengan cepat benda yang di pegang Yan dan Lara berubah menjadi sebuah jam tangan. Muncul sebuah lambang yang aneh. Kemudian metal bundar berubah menjadi robot yang lucu.robot.

“Nama saya Bebey........,” kata Robot.

Yan dan Lara sedikit sok kejadian tersebut. Dengan berani mereka berdua memperkenalkan diri.

“Saya Yan dan ini Lara teman sekelasku sekaligus teman terbaik ku,”katanya.

"Ya, saya mengeri.....alat di kedua tangan kalian adalah sebuah alat berteknologi tinggi yang di ciptakan di sebuah pelanet bernama Larham,” penjelasan Bebey.

“Waaw keren sekali....., alat ini” kata Yan.

“Sut....dengerin dulu jangan terlalu bahagia, dia ini datang dengan  damai atau utuk kehancuran,” sahut Lara dengan bijak.

“Iya-iya...”jawab Yan sambil menganguk.

Setelah beberapa saat tiba-tiba Bebey padam lagi. Yan dan Lara memangilnya tidak bangun. Yan mengankat Bebey dari tempat tersebut di bawa ke rumah. Bersama dengan Lara bersusah payah menggotongnya. Baru setengah perjalan mereka berdua keletihan karena membawa benda tersebut.

“Sial berat banget,” kata Yan.

“Iya berat banget, saya gak kuat lagi,” sahut Lara.

Yan mencoba mengotak-atik benda di tangannya. Tiba-tiba muncul cahaya dan suara.

“Pilihlah kekuatan yang di inginkan,” kata program komputer jam.

“Haaaa.......,” Yan sok dan terkejut.

Yan tanpa berpikir panjang, menekan perubahan menjadi makluk metal. Lara melihatnya ketakutan.

“Kenapa aku berubah menjadi dewasa dan bertubuh metal seperti ini,” terkejut Yan.

“Yan kenapa kamu?,” tanya Lara.

“Gak tahu.....gimana ini lara, Cuma coba-coba berubah menjadi makluk metal seperti ini,” jawab Yan dengan bingung.

“Sebentar ku coba dulu milik ku,” tukas Lara dengan tenang.

Dengan pelan menyentuh benda di tangannya. Sontak cahaya dan suara muncul. Kemudian Lara mulai berkomunikasi dengan jamnya.

“Halo jam gimana penjelasan lebih konrit penggunaaanya,” kata Lara.

“Pilihlah lambang di jam dan tekanlah beruabah menjadi alien. Masa pemakaian hanya 3 menit. Setelah itu kembali ke semula,” kata sistem komputer di jam.

Lara  mengerti penjelasan tersebut dan menon aktifkan sistem perubahan. Sedangkan Yan harus menungu selama 3 menit bisa bembali kedirinya semula.

“Bawa Bebey....kata Lara nada menyuruh.

“Baik tuan putri yang cantik......,”jawab Yan dengan merdu.

Segera Yan membawa Bebey kerumah mereka. 3 menit berlala, Yan berubah menjadi manusia lagi. Dengan kesepakan bersama Bebey tingal bersama Yan dan jangan ketahuan orang tuanya. Dengan pelan-pelan mereka membawanya ke dalam kamar Yan. Setelah itu Lara pulang, meningalkan Bebey dan Yan. Selang beberapa saat orang Tua Yan memangilnya.

“Yan makan malam dulu,”kata Ibunya.

“Ya bu......,” sahut Yan dengan lembut.

Yan keluar dari kamarnya meningalkan Bebey yang lagi tidak berfungsi.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment