SENGIT

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

SENGIT

Saat –saat Pengendara Aksi melewati beberapa persimpangan melihat dari kejauhan terlihat masalah. Segera mungkin Pengendara Aksi memacu kendaraan motornya sampai ketempat kejadian. Motor  di parkirkan dengan baik, kemudian  menerjang musuh dengan tendangan. Musuh terpental, Pengendara Aksi bertarung dengan gagah berani menghadapi beberapa penjahat. Di hajarnya sampai tidak berdaya.

Para penjahat dateng lagi beberapa orang. Pengendara Aksi kelimpungan. Pertarungan yang tidak seimbang. Terdesaknya oleh serangan para penjahat. Dateng seorang pemuda berkostum pahlawan dengan mengendarai sepedah bernama Satria Pengendara . Dengan cepat menerjang beberapa penjahat. Sampai babak belur. Pertolongan tersebut menguntungkan bagi Pengendara Aksi.

Muncullah Bos penjahat bernama Huhu. Tubuhnya yang kekar dan besar. Satria Pengendara melancarkan serangan tendangannya. Tetap saja Huhu mampu menangisnya dengan tubuhnya yang besar dan kekar. Pengendar Aksi melihat pertarungan tersebut telihat kekalahan Satria Pengendara. Dengan cepat mengalahkan semua anak buah Huhu. Dengan mengeluarkan kekuatannya. Di hajar habis-habisan dengan tinjuan dan tendangan berantainya.

Langsung menyerang Huhu di bagian kepalanya lewat tendangan mematikan. Huhu berhasil terjatuh. Kedua Pengendara siap melancarkan serangannya lagi. Huhu bangkit dan berubah menjadi Monster  Babi. Kedua Pengendara tersebut tidak gentar terus melancarkan serangan tinjuan dan tendangannya. Monster Babi mampu membalikan serangan tersebut sampai kedua Pengendara tersebut terpental. Saat genting Pengendara Aksi dapat telepon.

“Halo sipa ini,” kata Pengendara Aksi.

“Ini gue Pengendara Gledek.” Katanya dengan tegas.

“Lagi sibuk ini, nanti aja, pesen kuenya,” tukas Pengendara Aksi dengan nyeleneh, lalu hp di matikan.

“Loooo... sial di matikan,” kata Pengendara Gledek.

Pada hal dari tadi Pengendara Gledek mengawasi pertarungan yang membosankan itu. Dengan perhitungan cepat dateng dengan tiba-tiba. Menembak musuh dengan senjata pistolnya.

“Door....door......,” suara letusan senjata dari Pengendara Gledek.

Monster Babi mampu menangkisnya semua tembakan tersebut. Sedangkan Kedua Pengendara lain keletihan menghadapi Monster Babi. Pengendara Gledek  langsung mengeluarkan sejata basokanya di tembakan ke arah Monster Babi. tepat sasaran serangan tersebut.

“Buuuummm...................!!!,” suara ledakan.

Hancur Monster Babi, langsung berubah kewujudnya semula menjadi manusia. Pengendara Gledek pergi meninggalkan tempat pertarungan dengan motornya.  Setelah itu Satria Pengendara mengambil sepedahnya dan meninggalkan tempat pertarungan tersebut. Segera mungkin Pengendara Aksi menelepon unit bantuan untuk menangkap semua penjahat. Beberapa saat para pihak berwajib datang dan langsung memasukan mereka ke penjara. Pengendara Aksi pergi dari ke tempat kejadiaan  menuju rumah sakit untuk mengobati semua luka memernya dalam pertarungan. Dalam hati Pengendara Aksi inilah pangilan Pahlawan.  
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment