BERGANTI JIWA

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

BERGANTI JIWA
Siang hari di sebuah kediaman Dono. Saat itu Dono sedang sibuk memperbaiki motor bututnya yang rusak di halaman rumah.  Dengan cermat Dono mengutak-atik motor agar bisa hidup lagi. Lagi sibuk kerja Dono sampai tidak tahu Indro duduk di kursi teras depan sambil minum kopi. 

"Dono lagi ngapain....?," tanya Indro yang asik nyantai.

Sontak Dono terkejut karena asik memperbaiki motornya, lalu membalikkan badannya dan melihat orang yang memanggilnya.

"Kamu....Indro, saya lagi benerin si jagur....motor kesayangan saya," kata Dono.

"Ohhhhhh.," saut Indro.

Dono kembali sibuk memperbaiki motor bututnya. Indro yang sedang duduk santai terlihat bengong. Pandangan Indro jadi kosong. Indro bangun dari duduknya, lalu mendekati Dono.

"Sudah jual saja motor tua kamu ini...gak usah di perbaiki lagi," kata Indro dengan suara yang keras dan kasar.

"Haaaaa...," saut Dono yang terkejut.

Indro terlihat aneh ketika Dono melihatnya. Indro langsung masuk ke dalam rumah. 

"Ini...anak kenapa?," celoteh Dono.

Terus saja Dono memperhatikan Indro. Tiba-tiba Indro memukul keningnya sendiri berulang kali dengan tangan kanannya. Dono melihat terkejut sekali dan bergerak menghampiri Indro. Dono langsung  memegang tangan Indro.

"Kamu ini kenapa Indro?," tanya Dono sambil memegang erat tangan kanan Indro.

"Lepaskan egak.......," kata Indro dengan sorotan mata yang tajam seperti mau menerkam.

"Iya..saya lepaskan," saut Dono dengan mundur beberapa langkah.

Indro yang tidak sadarkan diri mau menghajar Dono dengan bogem mentah dari tangan kanannya. Sangking terkejutnya Dono langsung  bergerak menghindari serangan Indro. Lalu memegang tangan kanan Indro dan memelintirnya ke belakang. Dono langsung menahan pergerakan Indro dengan sekuat tenaga.

"Lepaskan saya," kata Indro dengan suara keras dan kasar.

"Saya...akan melepaskan kamu. Tapi janji kamu tidak akan menyerang saya," kata Dono yang berpikir bijak.

Indro tidak menjawab perkataan Dono. Hanya berontak dengan sekuat tenaga. Kasino baru pulang dari kantor melihat temannya yang sedang berkelahi di ruang tamu.

"Astafirohullazim....Dono...Indro...kalian kenapa?," kata Kasino.

"Eh....kamu Kasino........ bantuin saya....Indro bertingkah aneh hari ini," kata Dono.

"Iya...saya bantuin.....," saut Kasino.

Terlihat oleh Kasino pandangan Indro yang kosong. Tingkah Indro seperti hewan liar. 

"Astafirohullazim.......Indro kamu kerasukan setan mana..," kata Kasino.

"Haaaa....kerasukan......, pantes bertingkah aneh menyerang saya..," kata Dono.

"Dono..pegang lebih kuat lagi Indro agar tidak bertindak di luar batas...," saran Kasino.

"Baiklah....," jawab Dono.

Dono segera mengikuti saran Kasino menahan tubuh Indro dengan lebih kuat lagi. Indro pun tidak merasa kesakitan sama sekali. Ketika Dono menahan tubuh Indro dengan kekuatan penuh. Indro terus saja memberontak.

"Lepaskan saya....," teriak Indro.

"Astafirohullazim.......nie anak...makin beringas...," kata Kasino.

"Kasino....saya sudah lelah nie..nahan Indro," kata Dono.

"Tahan...terus......saya mau ke dapur dulu...," kata Kasino.

"Ke dapur..ngapain.........?," tanya Dono.

"ngambil segelas air putih......," jawab Kasino.

"oooooooooo...segelas air putih....," saut Dono.

Kasino begegas ke dapur dan mengambil segelas air putih. Setelah mendapatkan segelas air putih di dapur Kasino dengan segera kembali ke ruang tamu membawa segelas air putih di hadapan Dono dan Indro. Kasino dengan cepat membaca doa untuk mengusir roh jahat. Lalu air putih di dalam gelas di minum Kasino, lalu di semburin di muka Indro sampe ke Dono.

"Astafirohullazim..............Kasino..bau...jigong..tahu...," kata Dono.

"Bau..jigong sedikit....yang penting Indro sadar," kata Kasino.

"Sedikit .....apaan?......banyak tahu. Bau......jengkol lagi...," kata Kasino.

"Maaf.......deh....kalau bau jengkol....., abisnya saya baru makan semur jengkol......," kata Kasino yang terus terang.

Indro mulai teler. Roh jahat yang merasukin Indro langsung keluar dari tubuh Indro. 

"Haaahhaaaa...," suara Setan.

Sekejab Kasino melihat roh jahat pergi keluar dari tubuh Indro dan pergi dengan cepat keluar dari rumah.

"Astafirohullazim..............ternyata benar roh jahat...," kata Kasino dengan terkejut.

"Indro.........," panggilan Dono.

Indro pun terkapar di lantai. Kasino membaca doa lagi di hadapan Dono dan Indro yang terkapar di lantai. Selesai berdoa, langsung tangan kanan Kasino di usapkan di muka Indro. Sekejab Indro pun sadar.

"Kenapa kalian bertingkah aneh seperti ini.....?," kata Indro melihat teman-temannya.

"Alhamdulilahhirobil alamin...," kata Dono dan Kasino bersamaan. 

Indro pun di papah untuk duduk di kursi di ruang tamu.

"Kenapa..saya..sebenarnya saya.....?," tanya Indro.

"Kamu tadi kerasukan setan....," kata Kasino.

"Kamu kerasukan setan..menyerang saya.........., sampe boyok begini," kata Dono yang mulai hiperbola.

"Dono..yang bener kalau menceritakan kejadian yang sebenarnya...jangan mainan........," kata Kasino.

"Cerita yang bener......ya..itu juga dah bener. Kalau saya tidak menghindar dari serangan Indro  yang membabi buta.....saya bonyokkan...," kata Dono yang membenarkan dirinya.

"Terserah..kamu...," kata Kasino.

"Jadi..saya....kerasukan setan dan menyerang Dono...... Astafirohullazim....ini karena saya bengong mikirin masalah dengan pacar saya yang belum bisa saya selesaikan," kata Indro.

"Gara urusan dengan cewek...teman..jadi kena getahnya......," kata Dono.

"Bener-bener racun dunia tuh cewek......Indro sampe ke sambet setan di siang bolong," kata Kasino.

"Tapi..ngomong-ngomong......kenapa saya bau jengkol sekujur tubuh saya?," tanya Indro.

"Oh..masalah..itu........tanya sama Kasino....si pengusir setan...," kata Dono.

"Maaf..deh.......karena urusan mendadak mau nolong teman. Jadinya saya gak ada waktu untuk membersihkan diri setelah makan semur jengkol di warung Ibu Minah," kata Kasino.

"Iya..saya..maafkan..yang penting ..Indro sadar," saut Dono.

"Iya.saya maafkan..kok..yang penting saya terbebas dari roh jahat..," kata Indro.

Tiba-tiba di tengah pembicaraan terdengar suara azan. 

"Loh..sudah...azan yang di kumandangkan...," kata Dono.

Kasino langsung melihat ke arah jam di diding rumah.

"Iya..bener..sudah masuk shloat asar......," kata Kasino.

"Waktunya..sholat..toh...," saut Indro.

"Iya.....kalau gak percaya lihat jam di diding......," kata Kasino sambil tangan kanannya menunjuk ke arah jam.

"Iya..bener....sudah waktu sholat asar.......," kata Dono.

"Iya...sholat asar..," saut Indro.

Dono, Kasino, dan Indro beranjak di ruang tamu. Langsung mereka bertiga begegas untuk membersihkan diri untuk melaksanakan sholat asar.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment