RUBAH
Seekor rubah berekor sembilan sedang berlarian hutan belantara. Semua makluk di hutan senang bermain dengan rubah ekor sembilan. Lalu sang rubah ekor sembilan sampai di sebuah rumah dekat air terjun. Rubah ekor sembilan berubah menjadi seorang gadis cantik bernama Niwah. Dateng makluk yang aneh bernama Mamo si siluman bunga masuk ke dalam rumah.
Niwah langsung mengambil sebuah tempat minum yang terbuat dari kayu yang berisi arak yang enak. Niwah pun meminum arak tersebut.
"Enakkk," kata Niwah.
Kemudian Niwah pun menawarkan minuman enaknya ke pada Mamo. Tanpa sungkan-sungkan Mamo mengambil cangkir yang terbuat dari kayu lalu di sodorkan ke Niwah. Karena senang dengan ulah Mamo langsung Niwah menuangkan arah dari botol kayunya. Cangkir kayu terisi dengan arah yang enak. Mamo langsung meminumnya.
"Gimana rasanya?," tanya Niwah.
"Enak arah ini," jawab Mamo.
"Benar...enakkan..buatan siluman burung punix," kata Niwah menyanjung.
"Ternyata ........siluman kelas Dewa..hebat banget meracik minuman arak yang enak ini," saut Mamo.
"Jelas.....lah...kelas Dewa....., karena sudah ribuan tahun dia bertapa dan pada akhirnya berhasil menjelma jadi wujud manusia dan belajar membuat arak yang enak ini dari seorang Dewa pemabuk," sedikit cerita Niwah.
"Jadi maksudnya....adalah salah satu dari 8 Dewa," kata Mamo.
"Ya...begitu....lah," saut Niwah.
Saat lagi bersantai di dalam rumah terdengar suara ribut-ribut di hutan. Niwah menaruh botol kayu araknya di sebuah meja kayu dan berlari cepat keluar rumah dengan berubah menjadi seekor rubah ekor sembilan. Mamo pun menaruh cangkir minumannya di meja juga dan mengejar Niwah. Selang berapa saat sampai di tengah hutan. Ada siluman jahat berwujud batu raksasa menyerang seekor siluman kera yang terpojok di pohon besar.
Rubah ekor sembilan geram melihat temannya di aniyaya makluk jahat. Berubah rubah ekor sembilan menjadi gadis cantik dan membawa senjata pedang. Langsung Niwah menyerah siluman batu dengan hunusan pedang yang tajem. Sontak siluman batu menangkisnya. Niwah pun terpental, tapi dengan kehebatannya seni bela diri mampu berdiri tegak di atas pohon yang rindang.
"Lepaskan teman saya," kata Niwah sambil menunjuk dengan pedang yang tajem.
"Lagi-lagi si penjaga hutan ...yang terkenal...si siluman rubah ekor sembilan," saut siluman batu.
"Kalau...bener...kenapa?," tanya Niwah.
"Jangan banyak cintong.....kenalkan nama Gora...siluman batu di perintankan tuan saya Iblis Api untuk menangkap siluman kera untuk jadi santapan makan siangnya," katanya sombong sekali.
"Jadi ulah si Iblis Api lagi........seenaknya...membuat teror lagi. Kali saya tidak akan bertidak diam saja. Saya akan menghadapi....cecunguk seperti kamu dengan seluruh kemampuan saya," kata Niwah.
"Lagi..lagi...ada yang berani menentang kekuasaan tuan saya si Iblis Api," kata Gora.
Niwah melompat dari pohon dan menyerang Gora si siluman batu raksasa. Pertarungan pun makin sengit sekali. Mamo melihat dari balik pohon besar. Dan siluman kera berlari dan menjauh dari pertarungan antara Niwah dan Gora. Dengan tarian pedang Niwah melancarkan energi tenaga dalam yang sangat hebat. Gora pun berkali-kali menangkis serangan hebat Niwah. Lama-kelamaan Niwah makin jengkel sekali serangannya bisa di tepis oleh Gora. Niwah pun mengeluarkan ekor sembilannya di udara. Sedangkan Gora di atas tanah sudah siap menghadapi serangan Niwah selanjutnya. Niwah mulai meningkatkan energi tenaga dalamnya lalu menyerang bertubi-tubi ke Gora dengan hunusan pedang dan ekornya.
Gora mulai kewalahan sekali dengan kehebatan Niwah. Saat ada celah Niwah menebas Gora menjadi sembilan bagian dengan menggunakan tarian pedang rubah ekor sembilan. Gora pun hancur berkeping-keping di tanah.
"Rasa..kan kehebatan saya," kata Niwah.
"Tuan saya akan membales kamu....camkan kata-kata saya," kata terakhir Gora dan berubah menjadi batu.
"Berisik...," kata Niwah sambil menghancur kepala batu Gora dengan kakinya.
"Ya....berisik...sudah..mati..kamu," saut Mamo yang berdiri di samping Niwah.
Lalu siluman kera dateng menghampiri Niwah.
"Terima..kasih atas bantuannya Niwah," kata Kung si siluman kera.
"Ia...sebagai teman baik...saya menolong teman yang kesusahan," saut Niwah.
"Ia...kita teman....jangan terlalu lebai....ya..kami cuma ingin menolong saja," saut Mamo yang menepuk pundak Kung.
"Sekali lagi saya...ucapkan terima kasih," kata Kung.
"Iya...," saut Niwah dan Mamo.
Kung pun pergi meninggalkan Niwah dan Mamo di tengah hutan dengan melompat ke pohon yang satu ke pohon lain. Niwah dan Mamo pulang ke rumah dengan berjalan santai. Di lain sisi Iblis Api menyaksikan anak buahnya mati dalam menjalankan tugasnya dengan cermin ajaib di istananya.
"Jadi...ada yang berani..menentang kekuasaan saya," kata Iblis Api.
"Seperti begitu tuan," saut Dang si siluman kelelawar.
"Kalau begitu saya perintahkan kamu Dang....untuk menghabisi siluman rubah...untuk membalas kematian Gora," kata Iblis Api yang marah di istananya.
"Baik..tuan," jawab Dang.
Dang pun pergi dari istana Iblis Api dengan berubah menjadi kelelawar menuju kediaman Niwah si rubah ekor sembilan.


0 komentar:
Post a Comment