CINTA SEJATI
"Ha.......adiknya Lulu dan sepupunya," gerutu Wira.
Wira segera meninggalkan tempat menuju sebuah parkiran motor. Dengan penuh pikiran yang tenang Wira membawa motornya dengan baik ke kampus. Sampai di tempat kuliah melihat temannya bernama Dedi lagi terdiam sebuah warung. Wira menghampirinya Dedi setelah memarkirkan motornya tidak jauh dari situ.
"Woy Ded....sendiri aja nie," kata sapa Wira.
"Iya.......boring di nunggu Dosen belum dateng," jawab Dedi.
"Oh iya tugas hari udah ngerjain belum?," tanya Wira.
"Astaga saya lupa," kata Dedi.
"Em..........banyak main sih," kata Wira.
"Iya gak juga........sih Wir.....saya lagi bete. Karena cewek di nolak saya," kata Dedi.
"Maksudnya kamu.....mengungkapkan persaan loe sama siapa?," tanya Wira.
"Sama Yanti," kata Dedi dengan tegas.
"Iya...iya pantes di tolak ..........Berdasarkan informasi di sudah ada pacarnya," kata Wira.
"Pantes saya salah sasaran tembak," Dedi.
"Itu salah kamu....tidak cari dulu latar belakangnya. Punya pasangan atau tidak," kata Wira.
"Udahlah...ribet. Saya pinjem tugas kamu seperti biasanya," kata Dedi.
"Eeeeeee....seperti biasanya................ada uang lelahnya," kata Wira.
"Iya tapi tidak lebih dari Rp 10.000,-," kata Dedi.
"Beres deh...saya cuma pingin gorengan dan air mineral," kata Wira.
Dedi mulai mengeluarkan Letopnya di meja dan mulai mengambil data Wira yang telah di konsep di flasdisnya. Wira dengan dengan santai makan gorengan menunggu kerjaan Dedi selesai. Beberapa saat kerjaan tugas kuliah telah jadi. Dedi segera menyimpanya di flasdisnya Wira. Dengan segera keluar dari warung untuk pergi ke warnet untuk ngeprint kerjaan kuliah. Wira tetap santai di warung makan gorengan dan minum air mineral.
Tiba-tiba melihat Rina dateng ke kampus. Wira terkejut sekali melihatnya sampai keselek. Dedi pundateng menghampirin Wira.
"Kenapa Wir?," tanya Dedi.
"Enggak.......cuma keselek aja," jawab Wira.
"Masa cuma itu aja," kata Dedi.
Dedi mulai memperhatikan dengan seksama sekeliling. Lalu pandangan Dedi ke gadis cantik berjiblab berwarna biru.
"Eeeeee.....pantes......aja....ternyata Rina adeknya Lulu. Kakak di sukai eh malahan adeknya. Aneh kamu itu Wir," kata Dedi.
"Aneh apanya itu sih wajar tahu?. Lulu orang gw sukain dari kecil.....eh karena dateng cowoknya ngejer tiap hari. Iya mau gak mau saya mundur. Masalahnya saya waraslah dari pada jadi masalah dan paling utama Bapak dan Ibunya gak setuju," kata Wira.
"Pantes....aja....kamu dilema," kata Dedi.
"Sok tahu........yang bener itu saya Ikhlas dulu Lulu itu. Saya ingin membuktikan cinta atau enggak. Eh saya tinggalkan bener untuk urusan sibuk kuliah. Malah nikah dengan cowok yang dateng tiap hari," kata Wira.
"Iya...jelas nikah...takut jadi fitnah......orang tua Lulu ahli ibadah. Mau gak mau nerima menantu yang ngebet tiap hari untuk memeriksa keadaan calon pasangannya. Ibaratnya takut ke ilangan," kata Dedi.
"Itu bener...banget Dedi," saut Wira.
"Iya lah kalau cowok sudah suka sama gadis di cecer terus sampai dapet. Kadang aib pembicaraan tetangga pun terabaikan. Zaman sekarang lumrah. Kalau cinta harus di perjuangkan dan di pertahankan," kata Dedi.
"Wah.....wah kata-kata mu itu Dedi....hebat banget," kata Wira.
"Jadi gimana urusan cinta kamu Wira?," tanya Dedi.
"Oh....setelah sholat istiharoh........hubungan saya dengan Lulu cuma cinta perteman masa kecil. Sedangkan sama Rina..............ternyata jodoh. Jalan saya di mudahkan semuanya sampai ke orang tuanya," kata Wira.
"Jadi...positifnya ia jadi pasangan kamu Wira," kata Dedi.
"Positif.....tapi jaga jarak dulu....masalahnya saya lagi selesaikan kuliah dan setelah itu membangun diri untuk kerja," kata Wira.
"Ohhhh....iya..saya ingatkan jangan sampai lepas....nyesel lagi kamu Wir. Dapetin gadis sepolos Rina. Ya kalau dari kepribadiannya lebih baik Rina dari pada Lulu," kata Dedi.
"Itu benar sekali........kalau Rina karakternya pendiam sedang Lulu cerewet abis," kata Wira.
"Ya udah.....waktu masuk kelas," kata Dedi.
"Urusan......makan dan minum saya....?," tanya Wira.
"Udah saya bayar," kata Dedi.
"Ini leptop kamu Ded....tadi terburu-buru," kata Wira.
"Iya ," kata Dedi.
Dedi memasukan leptopnya ke dalam tasnya. Kedua sahabat meningalkan warung pinggir jalan dekat kampus. Berjalanlah mereka berdua menuju ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah Kebijakan Publik. Sedangkan Dosen mata kuliah Kebijakan Publik pun telah dateng untuk memberikan pendidikan dan masuk ke dalam kelas.


0 komentar:
Post a Comment