TERUS TERANG

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

TERUS TERANG

Hari itu hari yang cukup melelahkan. Awin sibuk dengan kerjaan di kantornya. Dengan penuh antusiasnya menyelesaikan beberapa berkas yang harus segera di laporkan. Tapi ternyata Awin ada kuliah malam. Tanpa pikir panjang Awin segera menyelesaikan semua berkas yang ia kerjakan dari pagi sampai sore hari.

"Beres.....juga," kata Awin.

Kerjaan pun selesai di kerjain Awin. Lalu segera menyerahkan ke Bapak Pimpinan di ruangannya. Dengan terburu Awin melangkah sampai di depan pintu.

"Tok....tok," suara Pintu di ketuk Awin.

"Ia.......silakan masuk," saut Bapak Pimpinan.

Awin segera membuka pintu ruangan Bapak Pimpinan.

"Oh .....kamu ....Win... silakan duduk," kata Bapak Pimpinan.

"Iya...........Pak," jawab Awin.

Awin langsung ke kursi dengan penuh ketegangan berhadapan dengan Bapak Pimpinan.

"Ada....apa Win?," tanya Bapak Pimpinan.

"Oh ini.......Pak saya telah menyelesaikan berkas yang Bapak pinta tentang keuangan di kantor," kata Awin sedikit gagap.

"Tenang Win.......jangan seperti orang yang gerogi gitu," kata Bapak Pimpinan.

"Maaf Pak......masalahnya saya ada kuliah malam," kata Awin.

"Oh......begitu.   ya sudah  langsanakan kerjaan yang lain.  Toh kerjaan pun beres juga dan juga jam kerja sudah habis. Saya sendiri lagi beres-beres untuk pulang," kata Bapak Pimpinan.

"Terima kasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu," kata Awin.

"Iya......," jawab Bapak Pimpinan.

Bapak Pimpinan sibuk memeriksa berkas kerjaan Awin.  Dengan terburu-buru keluar Awin terpeleset dan jatuh.

"Aduhhhhh.....," kata Awin.

Bapak Pimpinan terkejut dan bangun dari duduknya. 

"Awin....Awin....kebiasaan ceroboh mu gak ilang-ilang," kata Bapak Pimpinan.

"Maaf........Pak .....kalau begitu saya permisi dulu," kata Awin.

"Iya...iya.....," kata Bapak Pimpinan.

Awin bergegas keluar dari kantor dengan membuka pintu dengan hati-hati. Kemudian menuju ruangannya untuk mengambil tas kerjanya, lalu segera langsung menuju parkiran untuk mengambil motor.  Dengan penuh santai mengatur emosinya Awin mulai mengendarai motornya sampai kampus. Waktu begitu cepat sekali Awin sampai di kampus dengan segera memarkirkan motornya dengan baik.

Dengan terburu-buru Awin masuk ke dalam ruangan kelas dan duduk dengan menunggu dosen dateng. Teman-temannya pun sudah siap untuk jam perkuliahan malam. 

"Win..............kamu ngambil kuliah ini?," tanya Chika.

"Iya.........," jawab Awin.

"Apa kamu yakin......?," tanya Chika lagi.

"Masa alloh.....saya lupa jam kuliah saya besok.........ini kan bukan kuliah saya. Atafirohulazimmm. Terima kasih Chika mengingatkan saya," kata Awin.

"Iya.....sama-sama," kata Chika.

Dosen sudah masuk di ruangan dan mulai memberikan pelajaran dengan baik.

"Ya....udah lah udah kadung belajar aja," kata Awin.

Chika dan teman tersenyum aja melihat Awin yang antusias dengan proses belajarnya. Dosen memaparkan banyak hal tentang mata kuliah komunikasi politik. Awin dengan cermat memahaminya. Terkadang Awin bertanya kepada Dosen mengenai banyak hal. Teman-teman senang dengan keaktifan Awin. Suasana jadi hidup sampai  jam kuliah habis. Dosen keluar dari ruangan dengan penuh bahagia telah memberikan ilmunya. Mahasiswa senang pelajaran yang di berikan. Awin pun segera ke parkiran untuk mengambil motornya. Dengan santai melajukan motornya. Tapi terlihat Chika yang lagi berdiri di  pinggir jalan menunggu mobil angkot. Dengan sergap Awin  mendatengin Chika.

"Chika......lagi nunggu jemputan atau nunggu mobil angkot,"  kata basa-basi Awin.

"Ohhhhh....nunggu mobil angkot," kata Chika.

"Kalau begitu sih mau gak saya antar pulang Chika," kata Awin.

"Mau.....," jawab Chika dengan penuh kelembutan.

Chika pun duduk di belakang. Awin mulai mengendarai motornya lebih baik lagi sampai  rumah Chika melewati gang yang berkelok-kelok. Tiba-tiba motor Awin mati. 

"Waduh....kenapa ini motor saya?," kata Awin.

"Kenapa lagi Win....?," tanya Chika.

"Entahlah...saya priksa dulu," kata Awin.

Awin meminggirkan motornya. Chika pun turun. Dengan seksama Awin memeriksa motor.

"Astafirohulazimmmmmm......lupa isi bensin," kata Awin.

"Bensin abis," saut Chika.

Awin  mendorong motornya sampai ke bengkel di serbang jalan di temannin Chika dengan penuh kebaikan. Selang berapa saat sampai juga di  seberang jalan untuk mengisi bensin. Tanpa pikir panjang Awin membayarnya sesuai perjanjian antara penjual dan pembeli dengan penuh ke ikhlasan. Segeralah Awin mengendarai motornya kembali Chika pun di gonceng di belakang.

Dengan penuh ke hati-hatian Awin mengendarai motornya sampai ke rumah Chika. tapi sebelum sampai Awin menghentikan motornya.

"Kenapa motornya berhenti lagi Win. Apa ada masalah?," tanya Chika.

Chika pun turun dari motor dan Awin pun juga.

"Saya sedikit malu......tapi apa boleh buat. Saya suka sama kamu," kata Awin.

"Haaaaa....," Chika pun terkejut.

"Bener saya suka sama kamu," kata Awin.

"Yang bener.......aja. Cowokkan penggombal jadi susah untuk di percaya," kata Chika dengan terus terang.

"Bener.......tapi jika Chika tidak bisa  memberikan jawab sekarang gak apa-apa?. Toh ini masih proses penjajakan untuk memahami satu sama lain," kata Awin.

"Oh....begitu sih. Saya saya suka sama kamu," kata Chika dengan penuh ketenangan.

"Jadi saya di terima............," kata Awin.

"Iya.....," jawab Chika dengan lembut.

"Yes...........kalau begitu besok saya lamar Chika jadi pasangan hidup saya," kata Awin.

"Haaaaaa.........gak salah denger Win. Perkataan mu itu," kata Chika.

"Chika gak salah denger.....karena sebenarnya sudah lama saya ingin jadian sama Chika. Cuma saya lagi sibuk dengan kerjaan. Jadi ada kesempatan saya gunakan sebaik mungkin untuk mendapatkan gadis idaman saya," kata Awin yang terus terang.

Chika tersipu malu mendengar perkataan Awin yang terus terang. 

"Kenapa kamu Chika?," tanya Awin.

"Enggak.......saya senang aja......," kata Chika.

"Ayo kita pulang Chika," kata Awin.

"Iya," kata Chika.

Awin mulai naik kemotornya  dan segera menghidupkan motornya. Chika segera  duduk di belakang dengan penuh senang. Lalu Chika memberanikan diri memeluk Awin dengan mersa. Awin pun menerimanya dengan penuh keyakinan. Melaju motor yang di bawa Awin sampai di rumah Chika.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment