RAHASIA HATI
Siang begitu terik sekali. Yitno sedang duduk di meja belajarnya dengan santai dan tenang. Saat Yitno mulai ingin menyusun data penelitiannya dengan rapih. Terdengar suara ketuk pintu di barengin dengan salam. Yitno meninggalkan kerjaannya langsung menuju ke depan pintu depan dan segera membukanya.
"Kak......ada kerjaan gak hari ini?," tanya Irpan.
"Ada kerjaan sih.....masalah kuliah Tiori Politik," kata Yitno.
"Ohhhh..........gitu. Sebenarnya sih saya mau ngajak Kak Yitno ke Mesji. Untuk meramaikan acara muda mudi," kata Irpan.
"Sebenarnya sih bisa aja kok ikutan untuk ngeramai ajakan," kata Yitno.
"Bener......kok. Disana banyak makan Kak," kata Irpan.
"Ya....udah saya ikutan. Toh kerjaan saya bisa di tinggal sebentar. Tunggu dulu ya, Kak ganti pakaian," kata Yitno.
"Ok .....beres," kata Irpan.
Yitno masuk ke kamarnya segera mengganti pakaiannya sambil membereskan kerjaan kuliahnya di meja belajar.
"Kak udah belum," teriak Irpan.
"Udah...............sebentar saya keluar," kata Yitno.
Yitno keluar dari kamar dengan pakaian muslim. Bergeraklah Yitno ke ruang tamu.
"Wihhhhhhhh....keren abis nie. Belum lagi harum banget lagi," kata Irpan.
"Ahhhhh.....biasa aja kali. Inikan sunah nabi berpakian rapih ke mesjid di tambah sedikit wangi-wangian," kata Yitno.
"Boleh juga wanginya..........Kak. Bagi ngoba dong Kak," kata Irpan.
"Ikutan....aja....nie.....wangi-wangiannya," kata Yitno.
Irfan mengambil botol yang di berikan Kak Yitno. Disemprotlah dengan ke seluruh tubuh.
"Wahhhhh....harummmmm banget......," kata Yitno.
"Benerkan," kata Yitno.
"Ini Kak.....wangi-wangiannya," kata Irpan.
Yitno mengambilnya botol wangi-wangian dan di taruh di meja ruang tamu.
"Ayo kita berangkat......," kata Yitno.
"Kok wangi-wangiannya gak di bawa aja.....," kata Irpan.
"Udah...gak penting......," kata Yitno.
Yitno mulai menutup pintu rumah dan menguncinya. Irpan mulai naik kemotornya. Yitno pun langung duduk di belakang.
"Ayo...jalan....nanti keburuan makan habis," kata Yitno.
"Tenang aja Kak.....persediaannya cukup banyak kok," kata Irpan.
"Oh........begitu..," kata Yitno.
Irpan mulai mengendarai motornya dengan kecepatan normal sampai ke mesjid dan langsung memarkirkan motornya dengan baik di halaman mesjid.
"Ok Kak.....udah nyampe," kata Irpan.
"Iya...saya tahu," kata Yitno.
Irpan dan Yitno masuk ke dalam mesjid. Acara sudah di mulai dengan makan-makan.
"Wah....kaya loe ketinggalan banget.....," kata Panca.
"Iya....nie....dia. Lagi sibuk terus dengan kuliahnya," kata Irpan.
"Ohh......begitu.....pantes. Kan menjelang semester akhir," saut Yahya.
"Kak......makan.......Kak," kata Irpan yang sibuk mengunyah makan.
"Iya......," saut Yitno.
Yitno mulai mengambil makan yang di sediakan di meja. Terlihat di mata Yitno dengan jelas sekali gadis yang di sukainya di dekatin seorang cowok. Yitno sedikit terkejut sekali. Tanpa pikir panjang Yitno mulai bergerak ke tempat pemuda-pemuda berada.
"Panca........Panca......siapa yang bersama Bak mu?," tanya Yitno.
"Ohhhh....teman kuliahnya.........Kayanya sih cowoknya ngebet sama Bak Lulu. Saya sebagai adiknya semasa bodok," kata Panca.
"Ohhhhhh......begitu," kata Yitno.
"Kak.....kenapa tanya Bak Lulu sama Panca.....jangan-jangan ada perasaan," kata Irpan meledek.
"Ah.........cuma ingin tahu aja," kata Yitno.
"Kalau bener suka sama Bak Lulu sih kami sih setuju aja. Tapi pikir dulu kan ada cowok yang lagi deketin kaya prangko. Kaya gak mau lepas," kata Yahya.
"Itu sih.....bener....sekali. Saban hari dateng sih. Jenuh juga melihatnya. Tapi kalau bener jadi Kakak Ipar saya sih gak apa-apa," kata Panca.
"Ohhhhh...begitu. Kaya sih sudah dekat jodohnya toh," saut Yitno.
"Ohhhhh.....bener...sudah dekat jodohnya Bak Lulu. Jadi gak bisa menghindar," kata Irpan.
"Ya...jelas.....sekali. Hubungannya tidak mau lepas. Kadang Ebak Lulu sampai jengkel dengan tindak-tanduk cowoknya. Coba lihat dengan seksama," kata Panca.
"Waaaaaahhhhhh...bener juga kata Panca," jawab serempak Yitno, Yahya dan Irpan.
Yitno mulai menyadari kalau dirinya kalah dalam permainan cinta. Maka mulai menyelesaikan makan dan minumnya begitu dengan yang lain. Setelah Itu acara muda-mudi mesjid pun di selesaikan dengan penuh bahagia. Irpan mengantar Yitno pulang ke rumah.
"Sampai besok lagi," kata Irpan.
"Iya..........," jawab Yitno.
Yitno mengeluarkan kunci di sakunya, lalu membuka pintu rumah dan segera masuk ke dalam rumah.
"Wahh......bener....sekali ada yang hilang di dalam diri saya," Celoteh Yitno.
Yitno mulai menutup pintu rumah dan kembali membereskan semua kerjaan kuliahnya di meja belajarnya.
"Oh iya...kalau jodoh gak kemana," gerutu Yitno sambil menyusun kerjaan kuliahnya.
Yitno dengan serius membereskan semua pekerjaan kuliahnya sampai larut malam.

0 komentar:
Post a Comment