MEMANCING
Pagi yang cerah pak beruang mengambil alat pancingnya di gudang. Degan menyiapakan segalanya pak beruang bergegas pergi untuk memancing ke danau di yang tidak jauh dari rumahnya. Pak beruang keluar dari rumah dan melangkah menuju ke tempat pemancingan. Si krudung merah melihat pak beruang yang membawa pancingan. Krudung merah mengikuti pak beruang dari belakang. “Na....na....na....,” suara nyayian pak beruang.
Kerudung merah terus mengintili pak beruang sambil bersembunyi. Kadang krudung merah bersembunyi di semak yang rimbun. Kadang bersembunyi di balik pohon atau batu besar. Pak beruang terus jojong melangkah menuju ke arah danau. Kerudung merah terus saja tertarik dengan ulah pak beruang. Terkadang pak beruang menoleh kebelakang karena merasa mengintilinya. Beberapa kali pak beruang menoleh tetap terlihat si krudung merah yang bersembunyi. Pak beruang tetap tahu keberadaan si kerudung merah. Tetap saja pak beruang jojong melangkah menuju ke danau mengabaikan ulah si kerudung merah yang nakal.
Pak beruang sampai di pinggir danau. Dengan menyiapkan alat pancingnya mulailah pak beruang melemparkan umpannya ke danau. Dengan sabar pak beruang menunggu pancingannya. Si kerudung merah mengikuti ulah pak beruang dengan mengambil sebuah ranting pohon setelah itu meminta tali pancing dan kailnya sama pak beruang.
Dengan sedikit jenuh pak beruang membuatkan pancingan untuk si kerudung merah dan menyiapkan umpannya yaitu seekor cacing yang di bawanya dalam sebuah ember kecil. Setelah siap pancingan di berikan oleh kerudung merah. Dengan senang hati kerudung merah menerimanya. Kerudung merah mulai melemparkan pancingannya ke danau.
“Plungg,” suara umpan jatuh di air danau.
Kerudung merah menunggu dengan sabar. Terlihat kelamaan kerudung merah mulai jenuh. Pak beruang dengan santai menunggu pancingannya. Tiba-tiba umpan kerudung merah di makan oleh ikan. Dengan cepat kerudung merah menariknya. Dengan susah payah dapatlah seekor ikan.
“Yessss,” kata kerudung merah.
Kerudung merah menaruh hasil tangkapannya di dalam ember punya pak beruang. Kemudian kerudung merah mulai memancing lagi. Baru sebentar umpannya di makan. Kerudung merah menarik pancingannya.
“Yes rilis,” kata kerudung merah.
Dengan sekuat tenaga menariknya pancingannya akhirnya dapet lagi, lalu kerudung merah menaruh ikan di ember lagi. Pak beruang melihat kerudung mendapatkan ikan makin jenuh sekali. Berkali-kali kerudung melemparkan pancingannya tetap mendapatkan hasil yang baik. Ikan terus di tangkap oleh kerudung merah. Ember pun penuh dengan ikan hasil tangkapan kerudung merah. Pak beruang makn jenuh kerudung merah yang selalu umpannya di makan ikan. Sedang pak beruang tetap menunggu dengan sabar pancingan padahal pancingan sangat bagus sekali dan juga umpannya juga sama. Kekesalan pak beruang terus melanda dirinya. Kerudung merah terus mendapatkan hasil pancingannya sampai menangkap seekor ikan yang aneh. Kerudung merah sangat suka melihat ikan aneh tersebut yang mempunyai mahkota.
“Tolong saya,” kata ikan aneh.
“Haaa...jadi kamu bisa ngomong.....apa yang bisa saya bantu?,” tanya kerudung merah.
“Tolong cabut makota yang ada di kepala saya,” permintaan Ikan aneh.
“Baiklah,” kata kerudung merah.
Kerudung merah mencabutnya mahkota si Ikan aneh.
“Iiieeee ahh,” teriak sedikit Ikan aneh.
Ikan aneh berubah menjadi seorang raja peri danau.
“Waah...ternyata kamu raja peri,” kata si kerudung merah.
“Terima kasih atas bantuanya. Saya akan mengabulkan 3 permintaan yang kamu pinta,” kata raja peri danau.
“Oh begitu.. permintaan , tapi ngomong-ngomong kenapa kamu di ubah menjadi ikan aneh?,” tanya kerudung merah.
“Oh itu....karena saya terlalu angguh. Jadi seorang penyihir baik menghukum saya menjadi ikan aneh. Bertahun-tahun menunggu berharap ada yang membebaskan. Sampai pada hari ini kamu lah si kerudung merah yang membebaskan saya,” sedikit cerita raja peri.
“Oh begitu...kalau begitu saya minta permen sebuah permen loly pop yang besar,” kata kerudung merah.
“Baik lah....saya kabulkan sebuah permen loly pop yang besar untuk kerudung merah,” ujar raja peri.
Dengan ilmu megiknya raja peri muncullah permen di hadapan kerudung merah.
“Hore....hore...hore,” teriak kerudung merah.
Kerudung merah yang bahagia menyantap permen loly pop. Raja peri melihat kerudung merah bahagia menjadi senang sekali.
“Apa lagi permintaan mu selanjutnya?,” tanya raja peri.
“Oh......apa...ya......ini saja sebuah topi yang cantik,” permintaan kerudung merah.
“Baiklah sebuah topi yang cantik untuk kerudung merah,” ujar raja peri.
Raja dengan ilmu megiknya memunculkan sebuah topi cantik langsung di pakai oleh si kerudung merah.
“Waaaaah..........topi nya cantik banget.....,” kata si kerudung merah dengan kegirangan.
Raja peri melihat kerudung bahagia ikut senang juga.
“Permintaan terakhir kerudung merah,” kata raja peri.
“Oh...ini saja buat pak beruang mendapatkan ikan yang sangat besar,” permintaan kerudung merah.
“Baik lah saya kabulkan permintaan terakhir,” kata raja peri.
Raja peri menolong pak beruang mendapatkan ikan. Dengan sedikit megik dari raja peri umpan pak beruang di makan ikan. Pak beruang jenuh menunggu dengan cepat tanggap menarik pancingannya dengan sekuat tenaga. Ikan yang di pancing pun berontak dengan sangat kuat. Pak beruang terus berusaha sampai menarik sekuat tenaganya. Ikan pun terpancing dan di tangkap pak beruang di ke dua tangannya.
“Horee.....saya......dapet....hore......saya dapet...ikan yang besar sekali,” kata pak beruang.
Raja peri melihat semuanya bahagia turut bahagia.
“Karena tugas saya sudah selesai saya pergi dulu,” kata raja peri.
“Oh ya raja peri terima kasih banyak,” ujar kerudung merah.
Raja peri pun terbang meninggalkan kerudung merah dan pak beruang.
“Dadah,” kata kerudung merah sambil melambai tangan.
“Dadah,” saut raja peri sambil melambaikan tangannya.
Dengan cepat raja peri terbang meninggalkan si kerudung merah dan pak beruang. Karena hari sudah sore pak beruang membereskan semua pancingan dan membawa ikan yang banyak di ember dan juga ikan yang di tangkap pak beruang sangat besar. Kerudung merah sangat senang sekali sambil mengemut permen loly popnya. Dengan santai pak beruang berjalan menuju rumahnya bersama si kerudung merah. Sampai di rumah pak beruang langsung memasak semua ikan hasil tangkapannya, tetapi hanya satu yang di foto pak beruang untuk jadi kenangannya yaitu Ikan besar yang di tangkap pak beruang dengan susah payah. Setelah itu baru di masak oleh pak beruang. Sedangkan kerudung merah dengan ceria duduk di sofa menunggu masakan matang. Selang berapa saat menunggu pak beruang menyajikan makan ikan panggang yang enak sekali. Kerudung merah di panggil pak beruang untuk makan. Bergegaslah kerudung merah dari tepat duduknya ke meja makan yang berada di dapur. Pak beruang dan kerudung merah menyantapnya ikan panggang dengan nikmat di meja makan bersama dengan minuman segar jus stroberi yang segar. Hari yang melelahkan terbayarkan dengan makan dan minuman yang enak sekali.

0 komentar:
Post a Comment