ANGSA
Dateng seekor Angsa yang cantik di arena pertarungan. Haina menyerang Angsa dengan sebuah tinjuan yang mematikan. Angsa mengeluarkan energi yang keluar dari tubuhnya. Angsa mengarahkan sayapnya ke arah Haina. Energi yang cukup besar menghentikan langkah Haina. Angsa mengangkat Haina ke udara.
"Lepaskan....saya..," kata Haina.
Angsa tidak mengrubisnya sama sekali. Haina di lempar ke udara dengan sangat kuat.
"Aaaahhhh..," teriak Haina.
Angsa melangkah ke maju di area pertarungan.
"Saya.....adalah Ratu Matahari...," kata Angsa.
Kelinci, Kucing, dan Macan Akar yang temannya Angsa jadi bingung dengan ulahnya. Angsa pun di serang kembali oleh pimpinan penjahat Cobra dengan sebuah senjata cangih berbentuk pistol. Cobra menembak dengan seluruh energi di dalam pistol.
Melesatlah peluru energi ke arah Angsa. Kucing yang tahu bahwa Angsa dalam bahaya dengan cepat berlari. Kucing sudah di hadapan Angsa untuk menghalangi serangan dari Cobra.
Kucing langsung kena telak serangan dari Cobra. Kucing pun terluka parah, dan akhirnya jatuh ke tanah.
"Kucing.....," teriak Kelinci.
"Kucing......," teriak juga Macan Akar.
Cobra mulai menyerang Angsa. Tapi pikiran cepat Angsalah dengan mengunakan ilmunya teleportasi memindahkan Kelinci, Kucing, dan Macan Akar ke tempat yang aman.
"Pergi kemana mereka semua?," kata Cobra.
Sampai di persembunyian Angsa langsung menyembuhkan Kucing dengan energi penyembuhan. Setelah Kucing sadar di kumpulkan dengan teman-temannya duduk bersama oleh Angsa.
"Kucing kamu punya kekuatan yang tersembunyi dalam diri mu..," kata Angsa.
"Masa...ia," saut Kelinci dan Macan Akar.
Burung Pipit pun ikutan dalam pertemuan tersebut.
"Kucing....punya ke kuatan lain...," saut Burung Pipit.
Angsa pun tiba-tiba pingsan.
"Angsa......kena....kamu," teriak semuanya.
Macan Akar langsung mengangkat Angsa dari tempat duduk. Angsa di bawa oleh Macan Akar ke tempat tidurnya. Lalu Burung Pipit membantu menyelimutinya dengan selimut yang bersih dan harum.
"Istirahat yang tenang...," kata Burung Pipit.
"Terima kasih...Angsa..telah membantu kami semua dalam pertarungan...," kata Kelinci.
"Kekuatan yang tersembunyi...," kata Kucing yang sibuk memikirkannya.
Kelinci membawa teman-temannya kembali untuk berbincang-bincang. Burung Pipit yang baik menyuguhkan kopi yang enak dan kue di meja. Kelinci, Kucing dan Macan Akar senang sekali dengan kebaikkan Burung Pipit.
"Terima kasih.....atas perhatianya Burung Pipit...yang cantik dan baik hatinya," kata pujian dari Kelinci, Kucing dan Macan Akar.
"Ah...biasa..aja kali...jangan lebay....," kata Burung Pipit.
"Bagaimana menurut mu dengan omongan dari Angsa...?," kata Kelinci.
"Menurut saya............mana saya tahu," saut Kucing.
"Siapa tahu benar.....apa yang di omongin Angsa?," saut Macan Akar.
"Burung Pipit.....coba kamu periksa data potensi dari Kucing....setelah dapet beri tahu saya..," kata Kelinci.
"Baik..lah.......saya usahakan sekuat tenaga..," kata Burung Pipit.
Kucing bingun dengan pembicaraan tersebut. Kucing bangun dari duduknya, lalu berjalan. Kucing yang latah memegang sebuah batu astroid yang di temukan oleh Kelinci pada saat bertualang ke gunung jaya wijaya. Batu astroid yang pegang Kucing tiba-tiba terbakar.
"Panas.....panas..," teriak Kucing kesakitan.
Kucing pun menjatuhkan batu astroid ke lantai. Batu astroid tidak terbakar lagi. Kelinci yang melihat, dan langsung memegang batu astroid.
"Engak panas......, tapi dingin," kata Kelinci.
Teman-teman yang lain pun menyentuhnya.
"Iya...dingin..," kata Macan Akar dan Burung Pipit.
"Beneran panas.....tahu..tangan saya sampai terbakar..., kalau gak percaya lihat ini ada tanda bekas bakarnya...," kata Kucing menunjukkan kebenaran.
Teman-teman Kucing memperhatikan tangan Kucing.
"Ternyata benar......ada bekas bakarnya.....," kata Burung Pipit.
"Apakah..ini tanda...bahwa omongan Angsa benar...," kata Macan Akar.
"Bisa..jadi...," saut Kelinci.
"Omongan Angsa benar...saya bisa mengalahkan Cobra.....dong...," kata Kucing.
"Mungkin...saja....kamulah harapan kami untuk mengalahkan Cobra......," kata Kelinci menepuk pundak Kucing.
"Saya...akan berlatih..untuk meningkatkan kekuatan saya...," kata Kucing.
"Kalau begitu...saya pergi dulu ada urusan," kata Macan Akar.
Macan Akar keluar dari persembunyian menuju dunia luar untuk mencari informasi.
"Kalau begitu kita selesaikan pembicaraan ini..... , dan jalankan misi masing-masing," kata Kelinci
"Ok..," jawab Burung Pipit dan Kucing.
Kelinci langsung masuk ke dalam kamarnya untuk proses penelitian lanjutan. Kucing langsung latihan meningkatkan potensi dirinya. Burung Pipit mengumpulkan data-data yang di simpan arsipnya. Dengan penuh kecermatan Burung Pipit dalam menganalisa data yang ada. Akhirnya menemukan bahwa Kucing punya kemampuan tersembunyi. Angsa pun bangun dari tidurnya, lalu bergerak masuk ke dalam kamar Burung Pipit.
"Sedang...apa.....kamu?," tanya Angsa sambil duduk di kursi.
"Oh..kamu..Angsa ...sudah sadar.....dari pingsan..," kata Burung Pipit.
"Pingsan...bukan saya hanya ketiduran......saja," kata Angsa.
"Bener kamu....ketiduran...," kata Burung Pipit.
"Kamu...lagi...apa..sih?," tanya Angsa sambil berjalan menuju Burung Pipit yang sibuk di meja kerjanya.
"Saya...lagi..memeriksa...kebenaran..omongan...kamu...tentang Kucing," kata Burung Pipit.
"Kebenaran omongan saya...yang...mana?," kata Angsa.
"Oh...iya..kamu...lagi kerasukan roh...baik pada saat itu..menjelaskan tentang Kucing..... Lupakan saja..," kata Burung Pipit.
"Roh......baik....maksudnya Dewi..atau...Peri.....," kata Angsa.
"Bisa..jadi....," saut Burung Pipit.
Burung Pipit pun berhasil mengumpulkan data yang akurat tentang Kucing. Lalu Burung Pipit semua data di berikan ke Kelinci di kamarnya. Dengan seksama Kelinci membaca data dari Burung Pipit tentang Kucing.
"Ternyata benar...Kucing punya potensi tersembunyi...," kata Kelinci.
Kelinci melanjutkan penelitiannya. Sedangkan Burung Pipit keluar dari persembunyian untuk mengumpulkan data lanjutan di dunia luar. Angsa sedang memulihkan tubuhnya dengan meminum obat herbal. Tiba-tiba terjadi ledakan yang cukup dasyat di kamar Kelinci.
"Saya...berhasil.....," kata Kelinci.
Angsa yang tenang hanya hanya diam saja di tempat duduk. Kelinci menghampiri Angsa.
"Saya..berhasil membuat alat yang dapat meningkatkan potensi serangan Kucing," kata Kelinci.
"Bagus..itu...," saut Angsa.
Kelinci masuk lagi ke dalam kamarnya melanjutkan penelitiannya. Kucing tidur dengan tenang kasur yang empuk, karena kecapean latihan yang cukup berat. Kelinci yang berhasil dengan penelitiannya langsung keluar dari tempat persembunyiannya untuk menemui seseorang di pusat kota.
Dengan menggunakan motor kesayangannya Kucing berangkat menuju tujuannya. Selang berapa saat sampailah di sebuah kediaman seorang pimpinan kota. Kelinci tidak perlu sungkan-sungkan menghadap Burung Hantu di ruang kerjanya.
"Maaf....Pak Burung Hantu..kalau mengganggu..," kata Kelinci.
"Oh...kamu...Kelinci..tidak menggangu..kok. Silakan duduk," kata Burung Hantu.
Kelinci pun duduk di sofa yang empuk.
"Saya...akan melaporkan bahwa, kita semua punya harapan untuk mengalahkan Cobra," kata Kelinci.
"Apa..harapannya?," tanya Burung Hantu.
"Kucing......jawabannya....," kata Kelinci.
"Kucing..... yang dapat mengalahkan Cobra. Jadi masalah besar sudah bisa di atasi dengan baik. Bagus...bagus......bagus Kelinci. Atas..usaha mu yang keras saya beri kamu uang yang cukup untuk kebutuhan hari-hari kamu, dan anggap saja hadiah dari saya. Tapi ingat jangan di lihat nominalnya," kata Burung Hantu menyerahkan koper ke Kelinci.
"Satu Milyar Rupiah..... Pak Burung Hantu," kata Kelinci yang terkejut sekali setelah membuka koper di atas meja.
"Iya satu milyar rupiah..," saut Burung Hantu.
"Apa..gak salah..Bapak Burung Hantu memberi uang sebanyak ini kepada saya?," tanya Kelinci.
"Gak salah kok...uang..bukan masalah buat saya. Yang penting semua masalah dapat teratasi dengan baik. Semoga tidak jadi masalah di kemudian hari," kata Burung Hantu.
"Uang...dari..mana...sebanyak ini...Pak Burung Hantu?," tanya Kelinci.
"Pilkada......," kata Burung Hantu.
"Pilkada........ Halal atau haram...?," tanya Kelinci.
"Haram.........," kata Burung Hantu.
"Haaaaa............ Haram......uang ini," kata Kelinci yang terkejut.
"Ahhhhh.....becanda...tahu. Jangan terlalu serius banget. Kaya para elit politik yang merebutkan kursi presiden saja," kata Burung Hantu.
"Jadi..uang ini..halal.....?," tanya Kelinci.
"Ya....jelas..aja..halal uang itu. Itu gaji saya selama 5 tahun. Jadi saya sodakohin demi kamu yang berjuang di jalan kebenaran," kata Burung Hantu yang baik hatinya.
"Bener-bener..orang yang dermawan.....semoga Tuhan berserta anda selalu..," kata Kelinci.
"Amin....," jawab Burung Hantu.
"Kalau di pikir...buat apa uang banyak-banyak?. Kan sudah dapet kehidupan layak. Apalagi impian duduk di kursi kepemimpinan sudah jadi kenyataan bagi Bapak Burung Hantu. Toh harta gak di bawa mati. Hanya amal ibadah yang di bawa ke alam akherat," kata Kelinci.
"Kamu telah berpikir dewasa, dan bijaksana. Untuk berjalan di jalan kebenaran harus bisa membuang sifat keserakahan. Agar tidak buta dalam menjalankan tugas," Burung Hantu.
"Terima kasih atas pujiannya," kata Kelinci.
"Iya..sama-sama," saut Burung Hantu.
"Kalau begitu saya permisi dulu," kata Kelinci.
"Hati-hati di jalan," kata Burung Hantu.
"Iya....," saut Kelinci.
Kelinci keluar dari kantor pimpinan kota. Dengan cepat Kelinci membawa motornya menuju markas musuh. Selang berapa saat sampailah Kelinci di markas musuh. Dengan gagah berani turun dari motornya. Cobra langsung menurunkan pasukannya di depan markas. Kelinci yang tidak takut bertarung dengan gagah berani menghajar pasukan Cobra.
Satu persatu musuh di tumbangkan oleh Kelinci dengan teknik silatnya. Semua temannya terkejut dengan ulah Kelinci yang bertarung sendirian. Setelah mendapatkan kabar yang akurat lewat jaringan telepon khusus Kucing dan Macan Akar bergegas menuju markas musuh.
Sesampai di sana Kelinci cukup kewalahan dengan pasukan Cobra yang cukup banyak. Karena salah perhitungan Kelinci terkena serangan sampai terjatuh ke tanah. Lalu Kucing dan Macan Akar menolongnya Kelinci.
"Dasar..bodoh.....mau menghancurkan musuh sendirian....mau mati koyol," kata Macan Akar.
"Iya...sok hebat..Kelinci bodoh ini," saut Kucing.
"Saya..hanya..ingin menunjukkan kehebatan saya...saja....," kata Kelinci.
"Sok...pinter..," teriak Kucing dan Macan Akar.
"Pelan sedikit suaranya........peka..tahu," kata Kelinci.
"Kita hentikan pembicaraan ini..... Musuh menyerang," kata Kucing.
"Ayo..bertarung..," teriak Macan Akar dengan penuh semangat.
Kelinci, Kucing dan Macan Akar menyerang pasukan Cobra dengan mengunakan teknik kombinasi dari ketiganya. Pasukan Cobra di hancurkan oleh keberingasan dari Kelinci, Kucing dan Macan Akar. Ke Tiga jagoan masuk ke dalam markas Cobra dengan pintu yang terbuka lebar.
Dalam ruangan yang luas Kelinci, Kucing dan Macan Akar selalu waspada. Tiba-tiba pintu tertutup dengan rapat. Cobra muncul dengan para jenderalnya di hadapan ke tiga jagoan.
"Selamat...datang......para kesatria pilihan....," kata Cobra.
"Jangan banyak cincong... kamu Cobra. Ayo bertarung dengan saya," kata Kucing yang semangat berapi-api.
"Baiklah..kalau mau kalian..semua. Serang..........................," kata Cobra.
Jenderal Cobra menyerang ke tiga jagoan. Anjing yang beringas menyerang secara bertubi-tubi ke Kelinci. Dengan tanggap Kelinci melayani serangan Anjing. Macan Akar bertarung dengan sekuat tenaga menghadapi Macan Kumbang. Sedangkan Kucing harus menghadapi Haina sebelum menghadapi Cobra. Pertarungan sangat sengit sekali sampai-sampai tidak mau mengalah baik di pihak Kelinci dan Cobra.
Dengan teknik kombinasi yang baik dari Kelinci, Kucing dan Macan Akar berhasil mendesak serangan musuh. Tapi Cobra dari awal mempelajari serangan kombinasi serangan dari ke Kelinci, Kucing, dan Macan Akar. Akhirnya Cobra menyuruh para jenderal menciptakan serangan kombinasi yang lebih kuat dari ke tiga jagoan.
Serangan yang mematikan dari Macan Kumbang, Anjing, dan Haina bisa mendesak semua serangan Kelinci, Kucing, dan Macan Akar.
"Kalau begini terus kita bisa kalah," kata Kucing.
"Yang terpenting harus terus berjuang.....," kata Macan Akar.
"Kucing pake sarung tinju itu yang saya buat khusus meningkatkan kekuatan kamu," kata Kelinci sambil melemparkan satung tinju ke Kucing.
Kucing menangkapnya sarung tinju pemberian Kelinci.
"Saya akan mengunakan alatnya Kelinci untuk meningkatkan serangan saya," kata Kucing sambil memakai sarung tinju di ke dua tangannya.
Kucing semakin membara semangatnya. Dengan cepat Kucing menyerang Haina. Tinjuan Kucing mengeluarkan energi api langsung kena mutlak di muka Haina.
"Rasakan...tinjuan saya," teriak Kucing.
"Aaaahhhhhh.....," teriakan Haina sampai terpental jauh dan menabrak tembok.
"Saya...berhasil.........," kata Kucing yang senang mengalahkan musuhnya.
Macan Kumbang meningkatkan serangan mematikannya ke Macan Akar. Semakin lama semakin serangan Macan Kumbang mendesak Macan Akar sampai tersungkur.
"Brengsek.....," kata Macan Akar.
Kucing tahu temannya kewalahan menghadapi musuh yang kuat. Dengan segera Kucing membantu Macan Akar dengan menyerang dengan tendangan mematikan. Macan Kumbang sedikit lengah. Serangan Kucing masuk mengenai Macan Kumbang. Terjangan Kucing menghancurkan ke sombongan Macan Kumbang sampai terpental jauh.
"Aaaaaahhhh...," teriakan Macan Kumbang.
Kucing tahu bahwa Macan Kumbang mulai bangkit lagi. Begitu juga dengan Macan Akar tahu kalau Macan Kumbang susah untuk di kalahkan. Macan Akar meningkatkan kemampuannya dengan berlari cepat dan menerjang Macan Kumbang dengan sebuah tendangan berputar. Terjadi lingkaran kekuatan seperti tornado melindungi Macan Akar. Serangan mematikan Macan Akar berhasil mengenai Macan Kumbang sampai terpental jauh sampai menabrak tembok.
"Eeeeahhhhh," kata terakhir Macan Kumbang, lalu pingsan di lantai.
"Saya..berhasil..mengalahkan Macan Kumbang...," kata Macan Akar.
"Kamu...bener-bener hebat Macan Akar...," pujian Kucing.
Kelinci terus bertarung dengan Anjing dengan sengit sekali. Kelinci meningkatkan kemampuan serangannya dengan teknik kelincahannya. Anjing pun kewalahan menghadapi Kelinci. Dengan sekejab Kelinci menendang beruntun ke arah tubuh Anjing.
Sontak Anjing menerima mutlak serangan Kelinci tidak berdaya.
"Eaaahhhh...," suara rintih Anjing yang tidak berdaya.
"Serangan terakhir...," teriak Kelinci.
Kelinci langsung menendang langsung ke arah muka Anjing tanpa pertahanan apa pun?. Anjing terpental jauh sampai tersungkur di lantai.
"Saya...berhasil mengalahkan jenderalnya si Cobra," kata Kelinci.
"Kamu hebat...," kata Kucing dan Macan Akar sambil menepuk pundak Kelinci.
"Kalian juga hebat....juga...," saut Kelinci.
Cobra pun marah sekali karena semua jenderalnya kalah. Cobra berubah wujud menjadi ular besar langsung menyerang Kelinci, Kucing, da Macan Akar dengan ekornya yang sangat kuat. Dengan sangat kuat ke tiga jagoan menahan serangan Cobra yang sangat dasyat. Cobra terus meningkatkan kekuatannya pada ekornya. Ke tiga jagoan terpental jauh, dan menabrak tembok.
"Aaaahhhh," teriak ke tiga jagoan.
Dalam keadaan merintih kesakitan Kucing, Kelinci, dan Macan Akar bangkit. Lalu ke tiga jagoan menyerang Cobra dengan kombinasi serangan. Cobra dengan santai meladenin ke tiga jagoan. Kucing makin marah di remehkan oleh Cobra. Kucing meningkatkan serangan tinjuan apinya ke arah Cobra. Hal hasil serangan Kucing bisa di tangkis oleh Cobra.
Lalu Macan Akar juga meningkat serangan tendangan tornadonya ke Cobra. Hal hasil serangan Macan Akar di hentikan oleh Cobra. Kelinci pun meningkatkan tendangan bayangannya ke Cobra. Hal hasil serangan Kelinci bisa di hentikan Cobra. Serangan mematikan ke tiga jagoan pun tidak dapat menumbangkan Cobra.
Cobra langsung menyerang Kucing, Kelinci, dan Macan Akar di hajar dengan ekor Cobra dengan sangat cepat sekali. Ke tiga jagoan tumbang, tidak mampu berdiri lagi. Kucing terus keras kepala tetap berusaha bangun untuk mengalahkan Cobra.
"Kamu masih...kuat berdiri setelah saya hancurkan..," kata Cobra.
"Iya..saya..tidak akan kalah menghadapi...kamu.....penjahat tengik," kata Kucing.
Kucing meningkatkan kemampuannya. Energi terpancar dari tubuhnya Kucing. Dengan berlari cepat Kucing mulai menyerang Cobra. Tanpa pikir panjang Cobra menembakan racun panas dari mulutnya ke arah Kucing. Dengan sekejab Kucing dapat menghindari serangan mematikan dari Cobra.
"Brengsek...dia mampu menghindari serangan saya," kata Cobra.
"Jangan bicara dalam pertarungan...," teriak Kucing melancarkan satu tinjuan apinya ke arah muka Cobra.
Cobra terkena serangan Kucing dan sampai terpental jauh.
"Brengsek......," kata Cobra yang berusaha bangkit.
Cobra menyerang Kceing dengan serangan langsung dengan mulut menganga seakan mau menelan Kucing, dan taring racun yang mematikan. Kucing tidak gentar dengan serangan langsung dari Cobra. Kucing dengan api marahnya membakar seluruh tubuhnya. Kucing membuat satu tolakan di lantai, dan melompat ke arah Cobra.
"Kali...ini kamu hancur dengan kekuatan saya...," teriak Kucing.
"Kamu yang hancur...," teriak Cobra.
Kucing meninju Cobra dengan pukulan api yang sangat membara. Serangan Kucing langsung di terima Cobra di bagian kepalanya. Sekejab Cobra terbakar oleh api dari semangat Kucing.
"Eaaaaahhhh.......," teriakan terakhir Cobra sebelum menjadi debu.
"Akhirnya......saya bisa mengalahkan Cobra..," kata Kucing sebelum pingsan di lantai.
Kelinci dan Macan Akar melihat pertarungan hebat dari Kucing mengalahkan Cobra. Kucing pun di bawa pulang dengan di bopong oleh Kelinci dan Macan Akar. Ke tiga Jagoan pulang ke markas persembunyian, karena misi mengalahkan Cobra selesai.

0 komentar:
Post a Comment