TUAN PUTRI CAHAYA

Posted By Cerpen universal on Saturday, January 13, 2018 | January 13, 2018

TUAN PUTRI CAHAYA

Malam bertabur bintang begitu indah sekali. Rido baru keluar dari mesjid setelah melaksanakan sholat isya. Rido berjalan dengan santai menuju  gedung pertunjukan musik dangdut. Terlihat oleh mata Rido di dalam gedung penuh dengan umat manusia yang berjoget ria. Rido berusaha mencari teman-temannya. Tiba-tiba salah satu temannya menepuk pundak Rido dari belakang. Rido terkejut sekali dan melihat temannya bernama Nanda.

"Ayo kita cari teman-teman kita," kata Nanda.

"Ayo ...," saut Rido.

Nanda dan Rido mencari teman-temannya. Selang berapa saat bertemu dengan teman-temannya di pinggir gedung.

"Hai ......semuanya," kata Nanda.

"Elo...Nanda baru dateng.....," ujar Rangga.

"Iya...sory............saya banyak urusan.......," jawab Nanda.

"Ah...itu sih ...biasa...alasan loe .......Nanda....pastinya sih loe sibuk nganterin Mila," kata Jastin.

"Iya.....iya  saya ...akui ...deh," jawab Nanda.

"Rido kok diam aja....ayo joget....," kata Rangga.

"Iya ..," jawab Rido.

Akhirnya Rido pun berbaur dengan suasana acara musik pada malam itu. Rido dan teman-temannya larut dengan acara yang sajikan. Para bintang menyanyikan semua lagu-lagu andalannya. Semua penonton bersorak- sorai. Ruang gedung besar itu gemuruh dengan suara musik dan suara manusia yang menikmati acara musik itu.

Rido merasakan hal yang aneh pada dirinya. Tangan kirinya mulai berubah. Lalu dengan cepat Rido memasukan tangannya ke saku celana.

"Maaf teman-teman saya...mau ke belakang," kata Rido.

"Oh...iya......hati-hati di jalan.....ya....," kata Nanda dan kawan-kawan.

"Iya....," jawab Rido.

Rido bergerak agresip di rimbunya penonton yang menyaksikan acara musik. Sampailah di kamar kecil Rido menutup rapet pintunya.

"Kenapa.........hal ini terjadi pada ku?,"  celoteh Rido.

Rido berusaha menenangkan dirinya agar tangan kirinya tidak berubah total. Tapi ternyata kutukan tangan kirinya terus bergejolak. Rido mulai berasakan kekuatan jahat di area sekitar. Rido keluar dari kamar kecil dan mencari keberadaan kekuatan jahat tersebut.

Pencarian Rido pun membuahkan hasil. Terlihat seorang laki-laki masuk ke dalam sebuah kamar pengganti wanita. Awalnya Rido ragu-ragu, tapi demi menghancurkan kekuatan jahat Rido masuk ke dalam ruang pengganti wanita. Terlihat di mata Rido dengan jelas sekali seorang pemuda berubah menjadi Monster dan mencekek leher Ega. 

"Ega.....," teriak Rido.

Sang Monster terus ingin membunuh Ega. Rido berusaha untuk menghajar Monster dengan sebuah tinjuan. Tapi sang Monster tetap menyerang Ega.

"Lepaskan...Ega...," teriak Rido.

Rido terus berusaha menghajar Monster menyerang Ega. Monster pun menanggapi serangan Rido dengan memukul menggunakan tangan kiri. Rido pun terpental sampai menabrak pintu. Dalam keadaan sakit Rido terus bangkit dan ingin membantu Ega dalam keadaan di ambang kematian.

Rido pun marah dengan seketika.Tangan kiri berubah bentuk sepenuhnya. Dengan cepat Rido menyerang ke arah Monster dengan tinjuan yang paling kuat dari tangan kirinya ke arah punggung si Monster. 

"Ahhhhh," teriak Monster.

Tangan Rido menjebol tubuh Monster. Lalu Rido mencabut tangan kirinya. Darah pun mengucur dari sang Monster. Rido bersiap dengan serangan berikutnya. Tapi sang Monster membalikkan tubuhnya. Lalu muntah darah dan tumbang ke lantai. Sang Monster pun berubah menjadi cairan. Tangan kiri Rido berubah kembali ke wujudnya semula. 

Rido langsung memeriksa keadaan Ega.

"Ega...Ega...Ega......," panggilan Rido.

Ega bangun dan lalu berteriak kencang. Rido pun panik dan berusaha menenangkan Ega yang sok dengan keadaan dirinya. 

"Jangan...takut...saya untuk ada untuk melindungi mu...," kata Rido.

"Tapi...makluk yang menyeramkan itu...yang menyerang saya....," kata Ega yang masih ketakutan.

"Tenang.....lihatlah...cairan itu...makluk yang menyerang kamu telah musnah," kata Rido.

"Terima kasih bantuannya Rido," kata Ega.

"Iya ...saya hanya lewat menolong....dan juga saya tidak tahu motif dari Monster tersebut menyerang kamu," kata Rido.

"Mungkin karena kalung...ini," kata Ega.

Ega menunjukkan kalung berbentuk bintang pada Rido. Kemudian Rido mencoba memegangnya. Tiba-tiba sontak tubuh Rido bergetar. Terjadi ledakan energi dalam tubuh Rido dan menghilangkan kutukan tangan kirinya.

"Kenapa kamu Rido?," tanya Ega.

"Saya berterima kasih pada mu wahai Tuan Putri Cahaya.....selama ini saya mencari anda untuk menyelesaikan misi saya untuk menghapuskan kutukan di tangan kiri saya. Akibat serangan Monster di saat saya masik duduk kelas 2 SD," kata Rido.

"Tapi.....tidak ada yang tahu ....tentang jati diri saya yang sebenarnya. Selama ini saya menutupinya dari semua orang," kata Ega.

"Itu benar Tuan Putri..........saya mendapatkan info dari seorang Kakek yang memberikan saya sebuah buku kuno," kata Rido.

"Jangan-jangan Kakek Jagabaya....," kata Ega.

"Mungkin saja...," kata Rido.

Di saat mereka berdua asik bicara. Tiba-tiba masuklah salah kru dari acara penyelenggaraan musik.

"Ega....segera tampil....," kata kru penyelenggaraan musik.

"Iya...," jawab Ega.

"Apa yang terjadi...di sini....kok berantakan?," tanya kru penyelengaraan musik.

"Oh...tadi cuma ada masalah sedikit...kok," kata Ega.

"Kalau begitu saya lapor ke sapam dulu untuk mengusut masalah ini," kata kru penyelenggara musik.

"Iya silakan di urus saja," kata Rido.

Ega  keluar dari ruang ganti bergerak ke tempat pementasan musik.   sedangkan Rido bergerak menuju teman-temannya yang sedang berjoget ria. 

"Lama amat mu Rido...?," tanya Nanda.

"Oh itu.....saya tadi ada sedikit masalah," jawab Rido.

"Oh...begitu," saut Nanda.

"Udah jangan di bikin ribet...yang penting senang-senang aja," kata Rangga.

Rido dan kawan-kawan terbawa suasana kemeriahan musik. Apalagi Rido menyaksikan kebolehan Ega menyanyi di pangung yang megah. Semua terhipnotis dengan kecantikan Ega dan suara merdunya. Acara musik terus berlangsung baik sampai selesai. 
Blog, Updated at: January 13, 2018

0 komentar:

Post a Comment