TEKA-TEKI KEHIDUPAN
Siang hari di tengah hutan. Roby melihat sebuah helykopter melintas di atas rimbunya pepohonan saat ia sedang memburu kijang. Roby pun mengabaikan kijang yang diburunya karena suara berisik dari helykopter. Kijang pun lari dari buruan Roby yang telah menyiapkan panahnya untuk di tembakan ke sasaran. Roby terlihat kesal sekali karena helykopter melintas.
Tapi dari kejauhan Roby mendengar suara senapan. Dengan cepat Roby berlari ke arah suara letusan senapan. Selang berapa saat Roby melihat dua bayangan dari jauh. Lama ke lamaan terlihat jelas ketika jarak Roby mendekat. Roby pun berhenti dan melihat dua orang dewasa yang bertengkar. Dengan seksama memperhatikan semuanya, tapi ternyata ketahuan ke dua orang tersebut. Salah satu menodongkan senjata ke arah perawakan yang tinggi besar. Tiba-tiba karena Roby masuk dalam permasalahan, senjata di arahkan kepadanya.
Sontak Roby terdiam di tempat.
"Hei anak kecil mau apa kamu ke sini?," tanya orang yang menodongkan senjata.
"Saya.....saya...ingin tahu...siapa orang menembakan senapan," kata Roby yang gagap.
"Cuma itu....anak kecil....jelas saja saya," kata Orang yang memegang senjata.
"Kalau begitu kamu pergi saja nak dari sini," saran orang yang berperawakan tinggi.
"Diam kamu jangan ikut campur," kata orang memegang senjata.
"Iya saya pergi," kata Roby.
Roby berjalan meninggalkan tempat tersebut. Dan bersembunyi di sebuah batu besar. Helykopter turun dari langit ke tempat ke dua orang yang sedang bertengkar. Terlihat oleh mata Roby sesosok orang yang bertampang berowok.
"Bagaimana dengan buruan kita?," tanya orang bertampang berowok.
"Ini.....saya jagain dengan baik," jawab orang yang memegang senjata.
"Bagus.....sekali...kerja...kamu.......bisa membawa pejabat ini ke tengah hutan dengan mobil dinas pemerintahan," kata orang bertampang berowok.
"Itu mah gampang....dari dulukan saya nyamar jadi apratur pemerintahan yang baik....pada hal gaklah......orang peraturan..bisa saya permainan demi menghancurkan orang ini," kata orang bersenjata.
"Wah....hebat...benar...kerja kamu jadi agen ganda di pemerintahan.....dalam menjatuhkan elit berkepentingan," kata orang bertampang berowokan.
"Jadi kalian suruhan orang pemerintahan. Jangan-jangan pihak dari lawan tanding saya," kata orang yang berperawakan tinggi besar.
"Diam kamu............jangan banyak bicara.....di sini kamu harus mati. Dan kami semua kaya raya.....," kata kedua penjahat.
Orang yang berperawakan tinggi besar hanya bisa pasrah dengan hidupnya. Roby mendengar semuanya. Rasa ketakutan ada di dalam diri Roby. Maka Roby berusaha menguatkan dirinya. Apalagi teringat nasehat Ayahnya " tolonglah di antara manusia yang membutuhkan pertolongan........ Tuhan selalu menyertai kita dalam menjalankan kebenaran."
Roby mulai bertindak dengan mengeluarkan sebuah racun di dalam tas kecilnya. Lalu anak panah di lumurin oleh racun tersebut. Roby mulai bergerak dengan diam-diam dengan menciptakan jarak yang cukup dekat untuk menebakan anak panahnya.
"Saya harus menembak orang yang memegang senjata dulu...karena lebih berbahaya," celoteh Roby.
Roby mulai mengarahkan anak panahnya dari jarak cukup dekat dan bisa bersembunyi di balik batu besar. Dengan perhitungan tepat anak panah di lepaskan langsung mengenai sebuah bokong orang yang memegang senjata. Lalu Roby langsung bergerang cepat di antara batu besar.
Orang terkena panah langsung pingsan. Temannya bingung dan berusaha mencari orang yang memanah. Dengan tenang Roby melancarkan ke panah ke duanya ke orang yang ingin mendekatinya.
Terkenalah penjahat tersebut di bagian pahanya, lalu sekejap pingsan. Tiba-tiba seorang pilot helykopter dateng melihat ke dua temannya tumbang di tanah. Sedangkan pejabat yang di sandera hanya diam saja melihat semuanya. Roby kembali menembakan panahnya langsung mengenai lengan kanannya. Akhirnya penjahat terakhir pun pingsan dan tergeletak di tanah.
Roby mulai mendekati orang di sandera.
"Pak...gimana keadaan Bapak......?," tanya Roby.
"Baik...nak...terima kasih atas bantuannya semua," jawab orang yang di tolong Roby.
Roby membantu orang yang di tolongnya dengan menggunakan saluran radio di helykopter untuk mendatang pihak berwajib untuk menangkap para penjahat dan mengusut semua persoalan yang mengancam nyawa seorang pejabat negara yang baik. Setelah di tunggu lama pihak berwajib dateng. Lalu Roby telah memberi kesaksian ke pada pihak berwajib bersama pejabat negara. Urusan pun selesai dengan baik Roby pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Ayah dan Ibunya tercinta.


0 komentar:
Post a Comment