KEHEBATAN ANAK KECIL
Siang hari di sudut kota. Lebih tepatnya di gang kecil pinggiran kota besar. Seorang pemulung sedang berjalan menuju sebuah tong yang berisi sampah kardus.
"Wah rezeki saya ini mah," celoteh Pemulung.
Dengan cepat melangkahkan kakinya ke tong sampah berisi kardus. Sampai tepat di hadapannya semua kardus di dalam tong sampah di masukkan ke dalam karung.
"Wahhhh....bener rezeki nomplok," celoteh Pemulung.
Sambil menjalankan pekerjaannya Pemulung melihat keadaan sekitar. Terlihat oleh matanya gerombolan geng motor masuk ke dalam kantor dan mengacak-ngacaknya. Pemulung mempercepat kerjaannya dan berusaha untuk menghindari masalah. Ternyata ulah Pemulung ketahuan oleh Pemimpin geng motor.
"Wah sialllll...saya ketahuan.....," kata Pemulung.
Pemulung berusaha untuk melarikan diri. Tapi Pimpinan geng motor menghadangnya.
"Mau kemana kamu.....,?" tanya Pemimpin geng motor.
"Maaf saya tidak mau ikut campur urusan dengan Abang...," kata Pemulung ke takutan.
"Kamu sih memang gak mau ikut campur. Tapi kamu sudah lihat ulah kami. Jadi kamu sangat berbahaya. Karena dapat menebarkan informasi ke berbagai pihak," kata Pimpinan geng motor.
"Ampuni saya Abang...saya tidak akan melapor kemana-mana," kata Pemulung.
"Tapi saya tidak percaya dengan kamu.....," kata Pemimpinan geng motor.
"Kalau begitu mah.....saya kabur ......," kata Pemulung.
Pemulung melarikan diri, tapi karena keberatan membawa barang rongsokan Pemulung tertangkap lagi.
"Mau lari kemana kamu?," kata Pemimpin geng motor.
"Ampun lagi....deh....Abang," kata Pemulung.
Pimpinan geng motor jengkel sekali. Tanpa berpikir panjang di tinju Pemulung ke arah wajahnya.
"Buuuukkk......," suara tinjuan.
"Ahhhh..." teriak Pemulung.
Pimpinan geng motor hendak melancarkan serangan ke dua. Tapi lagi-lagi Pemulung berusaha minta ampun dengan bersimpuh di jalan sambil memegang kedua kaki Pemimpin geng motor.
"Lepaskan.....Pemulung...bau kecut," kata Pimpinan geng motor.
"Ia saya lepaskan tapi jangan pukul saya lagi......," kata Pemulung memohon.
Tak sengaja seorang anak kecil bernama Panca lewat gang tersebut.
"Hey.......kalian berdua sedang apa?," tanya Panca.
"Anak kecil jangan ikut campur......," kata Pimpinan geng motor dengan sangat gahar.
"Dek....dek....pergi dari sini...dengerin Om Pimpinan bicara," kata Pemulung.
"Ohhhh...begitu, tapi ada yang ganjil. Ternyata kamu yang berpenampilan sok keren menganiyaya orang miskin. Ini mah tidak bisa di biarkan. Saya harus membela yang lemah dan menghancurkan kejahatan," kata Panca menunjuk dirinya.
"Wahhhh...wahhhh....anak kecil mau ikut campur... Bisa apa?," tanya Pimpinan geng motor.
"Sebisa sayalah....," kata Panca.
"Wah kacau lagi...ini...anak kecilll.....lebih baik pergi dari sini," kata Pemulung.
Pimpinan geng motor mendekati Panca sampil menyerang dengan pukulan kearah wajah. Panca yang sigap menghindar ke sebelah kiri, lalu membalas serangan dengan tinjuan kearah perut.
"Sial saya kena serangan anak kecil," kata Pimpinan geng motor.
"Ya....otomatis kenalah....kan ada celahnya......saya sih cuma membela diri," kata Panca.
"Wah hebat...bener anak kecil mengalahkan orang dewasa," kata Pemulung.
"Terima kasih atas pujianya," kata Panca.
"Diam....," kata Pimpinan geng motor yang marah.
Pimpinan geng motor menyerang kembali dengan tinjuan berkali-kali. Lagi-lagi Panca menghindari serangan Pimpinan geng motor. Ketika ada celah tepat Panca menyerang ke bagian lutut dengan tendangan sampai hampir terjatuh Pimpinan geng motor. Lalu menyerang lagi ke arah bagian kemaluan dengan cukup kuat.
"Aduhhhhh................kantong menyan saya kena dasar sial ni...anak," kata Pimpinan geng motor.
Panca langsung tidak menggrubis perkataan dari Pimpinan geng motor. Malah menyerang ke arah muka dengan tinjuan yang sangat kuat.
"Aduhhhh...," teriak Pimpinan geng motor.
"Gimana dengan kebolehan saya dalam membela diri," kata Panca.
"Ia saya akui......deh," kata Pimpinan geng motor.
"Hebat...hebat...hebat," kata Pemulung sambil bertepuk tangan.
Pimpinan geng motor berpikir licik. Menyerang Panca dengan keadaan lengah. Tapi berhasil lepas dari serangan Pimpinan geng motor dengan berusaha menagkis dan menghindarinya.
"Wahhhhh..bener-bener licin ni...bocah," kata Pimpinan geng motor.
Lagi-lag Panca melihat celah di tendangnya di bagian perut berkali-kali. Sampa Pimpinan geng motor senep. Panca menjatuhkan Pimpinan geng motor dengan menendang bagian lutut kaki sebelah kiri. Langsung di tambah serangan mematikan ke bagian tenggorokan. Seketika Pimpinan geng motor kesakitan serangan Panca. Selang berapa lama pingsan.
"Wahhhh...hebat...bener......ni..anak bisa mengalahkan orang berengsek ini. Badannya yang besar aja...ngalahkan anak kecil gak bisa," kata Pemulung.
"Ya...udah.....yang penting ni orang udah pingsan. Lebih baik kita pergi dari sini melapor pihak berwajib biar urusan ini selesai," kata Panca yang sok bijak.
"Iya...itu ide yang bagus," kata Pemulung.
Pemulung dan Panca pergi meninggalkan Pimpinan geng motor yang pingsan di jalan. Selang berapa saat anak buah geng motor keluar dan menyaksikan Pimpinan tergeletak di jalan.
"Siapa ini yang berulah menghajar Bos....kita sampai pingsan?," kata Anak buah geng motor yang rambut gondrong di ikat kuncir.
"Mana saya tahu....," jawab Anak buah yang lain berbadan besar.
"Wahhhhh...kalau begini sih bahaya. Jangan-jangan musuh kita bales dendam karena menghancurkan markasnya," kata Anak buah yang berewokan.
"Itu bener....sekali," jawab Anak buah lain pake kaos oblong.
Tiba-tiba Polisi dateng dengan pasukannya dengan segera menangkap geng motor termasuk Pimpinan mereka yang tergeletak di lantai.
"Wahhhh.....urusannya selesai...nie," kata Pemulung.
"Itu benar sekali........yang jangan takut dalam membela kebenaran," kata Panca yang sok bijak lagi.
"Itu...benar.....sekali anak kecil yang hebat dalam bidang seni bela diri silat," kata Pemulung.
"Ya...pujiannya terlalu berlebihan saya jadi malu...," kata Panca.
Pak Polisi menghampiri mereka berdua.
"Oh...terima kasih atas kerja samanya dalam memberantas salah satu penyakit di masyarakat," Pak Polisi.
"Iya...Pak..sama-sama. Sebagai warga negara Indonesia yang baik turut aktif dalam memberantas kejahatan. Supaya keadaan linkungan tertip dan aman," kata Panca yang sok bijak lagi.
"Wahhhh..bener-bener kata-kata yang dewasa untuk anak kecil seperti kamu," kata Pemulung.
"Kalau begitu saya permisi dulu," kata Pak Polisi.
"Iya...silakan...," jawab Pemulung dan Panca.
Polisi segera mengangkut para geng motor ke dalam mobil patroli. Lalu Pemulung melanjutkan aktifitasnya. Sedangkan Panca pergi ke mesjid untuk mengaji.

0 komentar:
Post a Comment