KEJUJURAN HATI
Malam begitu larut di barengin dinginnya cuaca. Budi duduk termenung di taman rumahnya sambilin memandangin bintang dilangit.
"Wah indahnya langit malam ini," gerutu Budi.
Terdengar langkah kaki menuju ke Budi dari belakang. Budi tetap tenang dengan keadaannya asik memandangin langit sambil makan kripik singkong.
"Woy....," kata Lisa dengan menepuk pundak Budi cukup keras.
"Astafirollohulazimmmn.....Lisa....untung gak copot jantung saya," kata Budi dengan tangannya mengelus di dada.
Lisa langsung duduk di samping Budi.
"Maaf......maaf.....maaf .....cuma iseng doang," ujar Lisa dengan terus terang.
"Iya ...saya maafkan....jangan di ulang lagi........ya," kata Budi berusaha memberi arahan.
"Ok....beres....., kaya gak janji.....lain kali lebih ekstrim ahhhhhhh.....," kata Lisa dengan sedikit tertawa.
"Waahhhhhh...kacau.....kalau begitu saya lebih hati-hati dengan ke isengan kamu Lisa," kata Budi sedikit sok aja.
"Jangan di bikin serius laah.....cuma mainaan aja. Sini bagi keripik singkongnya," kata Lisa.
"Iya....niiiiiii...untuk Lisa tersayang...," kata Budi sambil menyodorkan keripik singkong.
"Eeeehhhhhhh....kata-kata gombal mu bikin ifillllllll. Tersayang sejak kapan jadian. Memang kamu tipe saya..............," kata Lisa ketus sambil melahap keripik singkong.
"Kok gitu...marah sih. Jangan di ambil hati dong............kita teman baikkan dari kecil.....," kata Budi membujuk.
"Gak marah.....siapa bilang marah!!....orang makan keripik kok. Sebenarnya sih gak ada masalah sayangan jadian hari ini atau besok kan sama aja. Kita berdua terlalu sering membagi cerita tentang kehidupan setiap hati. Sampai perasaan ini pun tubuh," kata Lisa membuka perasaan hatinya.
"Jadi.....cuma......mainan apa benarin nih membuka hatinya?," Tanya Budi.
"Beneran...kokkkkkkkk.....," kata Lisa dengan penuh kejujuran.
"Ohhhhhhh....begitu.........awalnya teman baik dari kecil menjadi cinta sepasang kekasih. Tapi sejak kapan Saya menanam benih cinta itu ?," tanya Budi.
"Entah.....lah..saya juga tidak menyadari dengan perasaan ini. Ketika kamu bersama orang lain contohnya Reni. Saya merasa gelisah gak karuan saja," kata Lisa lebih terus terang tapi tersisipkan.
"Ohhhhh....saat bicara dengan Reni, gadis cantik teman sekelas saya saat main ke rumah ini," kata Budi.
"Saya benci kamu memuji gadis itu....," kata Lisa dengan ketus sekali.
"Cemburu niiiiiiiiiii.....karena saya memuji orang lain.......sebenar saya jujur dengan penuh perasaan saya. I love You," kata Budi dengan terus terang.
Lisa sedikit terkejut, lalu memandang Budi.
"Apa yang kamu katakan tadi?," tanya Lisa.
"I ........Love.......You Lisa yang cantik dan baik hati," kata Budi dengan lantang di hadapan Lisa.
Lisa merasa senang sekali terlihat dari wajahnya. Tanpa pikir panjang Lisa memeluk Budi dengan gembira ria.
"Iya....saya sayang pada mu juga," kata Lisa dengan terus terang.
Budi dan Lisa berpelukkan cukup lama dengan kebahagian. Waktu begitu larut sekali dibarengin dengan rintik hujan. Budi mengakhiri kisah cinta mereka berdua malam itu pulang ke rumah masing-masing.

0 komentar:
Post a Comment