PESANAN ES KRIM

Posted By Cerpen universal on Friday, March 3, 2017 | March 03, 2017

PESANAN ES KRIM
Suatu hari yang cerah di selimuti suasana tenang dan damai. Dimana Alfa sibuk membuat es krim pesanan. Selesai menyelesaikan pesan es krim di rumahnya. Alfa segera pergi mengantarkan pesan es krim menggunakan motor ke sebuah rumah yang besar di komplek perumahan elit. Selang berapa saat Alfa sampai di kediaman ibu Linda yang mengadakan acara ulang tahun anaknya. Alfa memarkirkan motornya di depan gerbang rumah. Turun dari motor  langsung menuju ke pos sapam.

“Permisi saya mau mengantar pesanan es krim untuk ibu Linda,” kata Alfa.

“Oh ya...mas silakan masuk  udah di tunggu ibu,” sahut sapam.

Alfa langsung masuk ke dalam kediaman ibu Linda. Dengan memarkirkan motor Alfa di dalam halaman, setelah itu membawa es krim.

“Mas lewat sini mas,” kata pembantu ibu Linda.

“Oh ya,” sahut Alfa dengan membawa kotak es krim pesanan.

Segera Alfa membawa pesana es krim kebelakang mengikuti pembantu yang menunjukkan jalan. Sampailah Alfa di dalam rumah yang megah.

“Wah..besar sekali,” celoteh Alfa.

“Mas taruh disitu,” kata pembantu rumah.

Alfa segera menaruh es krim di sebuah meja yang di siapkan oleh pembantu.  Saat Alfa berbalik seorang gadis cantik menuntun adiknya yang bergaun cantik. Alfa pun tercengang melihatnya.

“Haaa..apa saya gak salah lihat itu  Ida,” Celoteh Alfa.

“Mas lagi ngapain bengong ya lagi ngeliatin anak ibu Linda yang cantik,” sahut pembantu rumah sambil menepuk pundaknya.

“Eeee...gak cuma saja apakah benar itu Ida? ,” tanya Alfa.

“Maksudnya nona Maulida Ulfa. Mas kenal dengan nona Maulida mas,” kata pembantu rumah.

“Ya..bisa di bilang gitu sih,” ujar Alfa.

“Anaknya baik mas. Kalau bisa dapat non Maulida Ulfa berarti mas orang yang beruntung,” sahut pembantu rumah.

“Embak bisa aja, ya udah saya permisi dulu,” kata Alfa.

“Eeeee mas tunggu dulu. Ini uang bayaran pesanan es krimnya. Ini perintah ibu Linda nanti saya yang di marahin dan juga mas juga udah capek buatnya masa gak untung,” kata pembantu rumah.

“Oh ya...di ingatkan oleh embak. Uang sisa pembayaran es krim. Terima kasih ya embak ......siapa namanya?,” tanya Alfa.

“Oh nama saya Tukinem mas.”

“Embak Tukinem terima kasih banyak. Salam sama ibu Linda kapan-kapan ada pesanan koling aja,” kata Alfa.

“Ya sama-sama. Kalau masalah pesan memesan es krim itumah beres mas,” kata Tukinem.

“Permisi dulu,” ujar Alfa.

“Ya silakan,” sahut Tukinem.

Alfa segera ke keluar dari rumah ke halaman depan mengambil motornya.

“Permisi pak sapam,” salam Alfa.

“Ya silakan mas,” jawab sapam.

Alfa mengeluar  motornya dari kediaman ibu Linda. Dengan segera motor di kendarai Alfa dengan santai sampai menuju  ke rumahnya. Saat menuju rumah, masih dalam perjalan melewati pertokoan. Terjadi sebuah kehebohan.

“Dar...dar...boommm,” suara ledakan.

Alfa segera mengendari motornya menuju ke tempat kejadian.  Terlihat semua warga keluar dari pertokoan yang ke bakaran. Sekejab Alfa melihat sesuatu yang aneh di atas gedung. Segera Alfa menitipkan motornya ke sebuah sapam pertokoan. Dengan berlari cepat Alfa masuk ke dalam gang kecil dan berubah menjadi  Super Gomgom. Terbanglah dengan cepat Super Gomgom ke arah gedung pertokoan yang terbakar. Super Gomgom membantu para warga toko yang kesulitan.  Dengan cepat Super Gomgom menyelamatkan warga toko yang terjebak oleh api di dalam toko. Super Gomgom juga berusaha mematikan api dengan cara membantu pemadam kebakaran menyemprotkan api dengan air.

Api pun padam dan para warga toko selamat. Semua warga masyarakat Jakarta senang ke hadiran Super Gomgom yang menolong warga yang kesusahan.  Sekilas lagi melihat sosok yang ada di atas gedung. Super Gomgom terbang menuju tempat di mana melihat makluk asing itu berada. Dengan pelan Super Gomgom menghampirinya.  Tiba-tiba Super Gomgom di tembak dengan  senjata api sampai terpental dan jatuh menghantam bumi.

“Bruuukh,” suara jatuh Super Gomgom.

“Haaaa,” suara teriak warga terkejut Super Gomgom jatuh.

Super Gomgom bangun dan kembali terbang menuju ke atas gedung. Langsung mefokuskan penglihatannya.

“Ternyata benar itu penjahatnya,” celoteh Super Gomgom.

Super Gomgom terbang, lalu menyerang penjahat  bersenjatakan pistol api. Sang penjahat menyerang dengan senjata apinya. Super Gomgom menghindarnya dan kadang menangkisnya dengan tubuhnya yang kuat. Super Gomgom memukulnya dengan pelan ke arah kepalanya.

“Pukk,” suara pukulan.

Sang penjahat pingsan akibat pukulan pelan dari Super Gomgom. Lalu Super Gomgom menghancurkan senjata api penjahat tersebut melumat dengan gengaman Super Gomgom yang kuat. Di bawalah penjahat tersebut ke polisi yang berada di bawah gedung pertokoan.

“Ini penjahat yang menghancurkan pertokoan dengan senjata api,” kata Super Gomgom.

“Ya terima kasih atas bantuannya Super Gomgom,” ujar Pak Polisi.

“Ya sama-sama,” sahut Super Gomgom.

Terbanglah Super Gomgom ke langit dengan cepat. Kembalilah Super Gomgom kembali menjadi Alfa keluar dari gang kecil. Alfa segera mengambil motornya yang di titipkan ke sapam toko.

“Terima kasih pak,” kata Alfa.

“Sama-sama dek,” sahut Pak Sapam.

Alfa mulai mengendari motornya dan melaju cepat pulang ke rumahnya.  Dengan perasaan senang dan bahagia karena hari ini usahanya sukses besar.
Blog, Updated at: March 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment