JANJI KAKEK
Setiap malam keris peninggalan Kakek Gaint mulai bergerak sendiri. Gaint memberanikan diri untuk menghentikan keris peninggalan Kakeknya. Terlihat Roh Kakek Gaint bernama Kliwon berusaha untuk memperbaiki keris yang sudah tua. Gaint melihat roh Kakeknya sangat ketakutan sekali."Ampun kek jangan sakitin Gaint," katanya dengan penuh ke takutan.
"Gaint cucu ku. Tolong Kakek mu ini supaya beristirahat dengan tenang," kata Kakek Kliwon.
"Apa pun saya lakukan agar roh Kakek tenang," kata Gaint.
"Kamu perbaikin keris ini berdadarkan petunjuk dibuku kuno yang tersimpan di lemari," kata Kakek Kliwon.
"Iya kek, saya laksanakan perintah kakek. Tapi kan selama ini keris itu telah di rawat dengan baik?," kata Gaint.
"Pake kembang dan minyak. Itu mah salah. Memangnya besi makan itu dan roh makan itu," Kata Kakek Kliwon.
"Jadi itu salah toh. Yang bener yang mana kek?," tanya Gaint.
"Cukup di bersihkan saja / di rawat dan jangan di puja-puja jadinya sirik itu namanya," kata Kakek Kliwon
"Baik Kek, saya mengerti," kata Gaint.
"Setelah selesai di tempa/ diperbaiki segera bawa ke makam Amida untuk menyelesaikan sebuah janji masa lalu," kata Kakek Kliwon.
"Baik," ujar Gaint.
Kakek Kliwon menghilang. Gaint segera melaksanakan perintah Kakeknya. Gaint mengambil buku kuno di lemari. Hari mulai pagi bergegaslah Gaint ke tempat temannya dalam pembuatan keris. Sampai di rumah Gentong mulailah Gaint menyakini temannya agar membantunya untuk menyelesaikan masalah. Gentong mengerti kesusahan Gaint. Segera Gentong dan Gaint memperbaiki keris peninggalan Kakeknya. Berhari-hari Gentong dan Gaint memperbaiki keris. Pada akhirnya usaha mereka berdua berhasil. Kemudian segera Gaint dan Gentong ke kuburan kuno.
Pada saat itu tengah malam Gaint dan Gentong ke kuburan kuno. Gentong merasa ketakutan sekali. apalagi desas-desus cerita orang sekitar bahwa makam di jaga oleh roh jahat bernama Kumara. Gentong tambah merinding begitu dengan Gaint. Tapi karena perintah Kakek Kliwon untuk menyelesaikan masa lalu tentang sebuah janji. Maka Gaint memberanikan diri dan Gentong ikut bersamanya untuk menemani.
Malam yang begitu larut Gaint dan Gentong sampai kuburan kuno untuk menemui roh Amida.
"Kakek Amida kami mohon keluarlah saya ingin menunjukkan sesuatu sebuah keris peninggalan Kakek Kliwon," kata Gaint.
Tiba-tiba suasana berubah menjadi berkabut. Keluarlah roh Kakek Amida dari makamnya.
“Ada apa gerangan kalian menemui ku?,” tanya Roh Kakek Amida.
“Saya menunjukkan sesuatu sebuah keris yang telah di tempa ulang dan menjadi bagus kembali untuk menepati janji Kakek saya bernama Kliwon,” kata Gaint.
“Tapi saya sudah lupa dengan janji itu,” kata roh Kakek Amida.”
“Kalau begitu saya letakkan keris di makam mu sesuai pesan Kakek saya,” kata Gaint
“Itu benar sekali,” sahut Gentong.
"Saya terima permintaan trakhir dari Kakek Gaint. Sebagai hadiah jerih payah kalian saya berikan 2 kotak. Ingat jangan di buka sebelum di rumah," kata roh Kakek Amida.
"Baik lah," jawab keduanya.
Gaint dan Gentong pergi meninggalkan makan Amida. Sedangkan roh Kakek Amida sedangkan memikirkan baik-baik masalahnya. Urusan roh Kakek Amida tentang dunia telah selesai. Keluar cahaya yang terang benderang yang menarik Amida naik ke langit. Gaint dan Gentong berjalan menurun tangga menuju keluar dari kuburan kuno. Gaint dan Gentong bertemu dengan Roh jahat bernama Kumara dengan membawa gada.
“Hey kamu anak kecil,” kata Roh Kumara.
“Hey juga,” sahut Gaint dengan tersenyum.
“Haaa,” terkejut Gentong.
“Haa,” terkejut dengan Roh Kumara.
“Apa gak salah itukan Roh Kumara ?,” sahut Gentong.
“Kalian lah yang telah menggangu ketenangan makam ini. Jadi saya harus menghancurkan kalian berdua,” kata Roh Kumara.
“Haa,” terkejut Gaint dan Gentong.
Roh Kumara mulai menyerang dengan gadanya. Sedang Gaint dan Gentong melarikan diri naik ke atas bukit. Roh Kumara yang beringas menyerang dengan brutal sampai Gaint dan Gentong terluka dan terpental ke makam Amida. Karena kejadian tersebut pikiran Roh Amida tidak jernih lagi. Keganjilannya tentang Gaint membuat Amida sadar bahwa urusannya belum selesai. Melihat Gaint dalam kesulitan Roh Amida turun dari langit. Kemudian menolong Gaint dan Gentong dalam ke sulitan. Roh Amida bertarung dengan Roh Kumara. Roh Kumara mulai menyerang gadanya ke arah Roh Amida. Dengan tanggap Roh Amida menangkis dengan keris yang telah di sempurnakan oleh temannya. Roh Amida menendang Roh Kumara sampai terpental. Lalu Roh Amida mengubah keris menjadi besar. Saat Roh Kumara bangkit Roh Amida menebasnya menjadi dua.
"Aaaaaahhh," teriak Roh Kumara.
Roh Kumara hancur. Suasana makam menjadi tenang. Roh Amida kembali naik ke atas langit. Sekejab menghilang dan menjatuhkan keris di hadapan Gaint dan Gentong.
"Terima kasih atas pertolonganya," kata Gaint dan Gentong.
Gaint dan Gentong mengambil keris peninggalan dibawa ke rumah. Sampai di rumah Gaint menyimpan baik-baik keris peninggalan kakeknya. Kemudian Gaint dan Gentong membuka kotak yang di beri oleh Roh Amida di rumah masing-masing.
"Haaaaaaaaa," terkejut Gaint dan Gentong.
sangking terkejutnya mereka tidak bisa berkata-kata. Gaint menelpon Gentong.
"Halo Gentong gimana dengan kotak mu?," tanya Gaint.
"Ya.....saya terkejut isinya emas. Bagaimanapunya mu?," kata Gentong dengan kegirangan.
"Ya emas juga," kata Gaint.
"Hore......Roh Amida ternyata baik. Membuat saya kaya," Kata Gentong.
"Bener sekali," sahut Gaint.
"Kalau begitu udah dulu ya saya mau beli makan dan baju baru," kata Gentong.
"Dasar orang miskin baru naik daun," kata Gaint.
Gaint mematikan hpnya dan segera menyucap syukur. Pesan kakek Gaint telah di laksanakan dengan baik. Roh Amida yang penasaran kini sudah tenang. Sedangkan Roh kakek Gaint bisa beristirahat dengan tenang karena urusan jaji masa lalu telah selesai.

0 komentar:
Post a Comment