DEMI CINTA
Hari semakin larut. Di sebuah pasar semep Wisnu masih bekerja menurunkan barang ke gudang. Wisnu hanya seorang buruh kasah atau juga di sebut kuli anggkut pasar. Wisnu membanting tulang demi Istrinya yang sedang hamil besar. Sang istri menunggu Wisnu pulang di rumah kontrakan yang tidak jauh dari pasar. Dengan membuat sulaman yang di jual di toko aneka produk kreasi tangan. Istri Wisnu bekerja keras demi buah hatinya.
Pekerjaan pun selesai. Wisnu pun di panngil oleh kepala gudang. Di bayar lah Wisnu hari ini hasil kerja kerasnya menurunkan barang ke gudang. Mememang tidak seberapa tetapi Wisnu bersyukur dengan hasil kerja kerasnya. Terkadang Wisnu dapet kue sisa penjualan hari ini dari toko kue, Wisnu tambah bersyukur lagi dengan hasil kerja kerasnya.
Di bawalah jerih payahnya ke rumahnya dengan berjalan kaki. Selang berapa lama sampai di rumah kontrkan.
“Saya pulang dek,” kata Wisnu.
“Ya bang,” sahut Istri tercinta.
Dibukalah pintu rumah. Sang istri menyambut suaminya pulang.Terlihat suaminya yang telihat letih. sekujur.tubuhnya penuh dengan keringat di tambah di tangannya membawa kue dan makan apalagi di di dompetnya berisi ppundi-pundi uang yang halal hari ini.
Duduklah Wisnu di kursi bututnya. Sang istri membereskan semua bingkisan yang di bawa suaminya. Kemudian menyuguhkan segelas air putih untuk menghilangkan rasa dahaga suaminya. Rasa letihnya mulai hilang Wisnu segera pergi ke kamar mandi untuk berbenah diri. Tapi sebelum itu Wisnu menyerahkan uang hasil kerja keras untuk istri dan anaknya yang masih dalam kandungan. Istri Wisnu bersyukur atas karunia yang di berikan Tuhan seorang suami yang baik dan pekerja keras.
Dengan rasa cinta sang istri Wisnu menyimpan harta suami yang sedikit itu untuk melanjutkan hidup. Wisnu selesai mandi sang istri dengan penuh cintanya menyiapkan pakaian suaminya. Tambahlah nilai ke harmonisan keluarga kecil. Wisnu tidak lupa mengusap perut Istrinya.
“Semoga kamu jadi anak yang baik,” kata Wisnu.
Tiba-tiba anak di dalam kandungan nakal menendang perut ibunya.
“Aduhh,” kata Istri Wisnu.
“Kenapa kamu dek?,” tanya Wisnu.
“Enggak Cuma si kecil lagi nakal banget. Mungkin dengerin pembicaraan kamu kak,” kata Istri Wisnu.
“Ya mungkin kamu benar.......anak baik jangan nakal ya,” kata Wisnu sambil mengelur perut istrinya.
Wisnu dan istrinya duduk di kursi bututnya sambil menonton acara tv. Mereka berdua santai menikmati hidup dengan makan yang di bawa Wisnu dan segelas kopi buatan istri tercinta. Wisnu dan Istrinya menghabiskan waktu malam dengan penuh kebahagian.


0 komentar:
Post a Comment