PERSAHABATAN

Posted By Cerpen universal on Friday, March 3, 2017 | March 03, 2017

PERSAHABATAN
Hari yang cerah. Hiro bangun pagi sambil memandang keluar jendela memandangi langit. dengan segera Hiro membenah diri untuk persiapan pergi ke sekolah. Setelah membereskan semuanya Hiro bergegas turun ke lantai bawah. Langsung  mengarah keruangan makan. Hiro melihat keluarganya berkumpul. Ayah dan adik-adik Hiro sudah menunggu untuk sarapan pagi.

“Hari sarapan apa? ” Tanya Hiro.

“Hari ini sarapan telur ceplok kak,” jawab Dinda.

“Cuman telor ceplok  aja,” sahut Ana.

“Masa tiap hari sarapan telur ceplok aja gak ada yang lain. Gimana  ini yah ? ” kata Hiro.

“Maaf, ayah hanya bisa memberikan ini. Abisnya penjualan  toko kita lagi menurun.”

“Bersyukur aja kak. Jangan banyak gerutu di luar sana banyak yang gak bisa makan, ” ujar Dinda.

“Benar itu kak. Banyak-banyak bersyukur atas karunia yang di berikan kepada keluarga kita,” sahut Ana.

“Kalian berdua ini masih kecil, tapi omongannya dewasa bener,” kata Hiro.

Setelah sarapan Hiro beserta keluarganya bersiap ke tempat aktivitas mereka masing-masing. Hiro berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Begitu juga dengan adik-adik Hiro dan ayahnya. Perjalan  menuju tempat Hiro menimba ilmu tidak begitu jauh. Terkadang  Hiro dapat tebengan berangkat bareng dengan teman baiknya Rangga.

“Jalan pagi terus gak capek tuh,” ledekan Rangga.

“Gak lah udah biasa kok,” jawab Hiro.

“Ayo naik Hiro ! ” kata Rangga.

“Apa gak bosen nih nawarin terus tiap pagi,” ledek Hiro.

“Udah lah, kita temen sekelas. Harus saling pengertian dengan keadaan temen yang lagi kesusahan,” kata Rangga.

“Eh….ngomongnya begitu. Sayakan gak susah. Cuma gak ada saja. Kalau ada pasti sama seperti kamu,” jawab Hiro.

“Maka itu saya nawarin kamu naik motor bareng saya agar gak telat ke sekolah,”sahut Rangga.

“Ok lah kalau gitu cabut! ” kata Hiro.

“Tunggu dulu cabut apa ini hiro?,” tanya Rangga.

“Cabut  singkonglah!. Ya gak lah. Cepet jalan motornya,” penjelasan Hiro.

“Ooooooh gitu toh,”

Mereka berdua berangkat menuju sekolah. Sampai persimpangan jalan ada polisi. Mereka berdua panik karena belum punya SIM. Seperti biasanya Rangga motong jalan lewat gang kecil. Dengan pelan-pelan Rangga mengendarai motornya. Walau terkadang mereka berdua sering di omelin orang sekitar karena lewat jalan kecil tersebut. Tetap saja mereka berdua jojong lewat gang kecil tersebut agar selamat dari pak polisi. Perjuangan Rangga melewati gang kecil dan sempit berhasil dengan memuaskan. Sampai di sekolah dengan selamat. 
Blog, Updated at: March 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment