KECEWA

Posted By Cerpen universal on Friday, March 3, 2017 | March 03, 2017

KECEWA
Siang hari yang cerah di rumah Krisna yang nyaman dan indah. Parwati datang menemui Krisna yang sedang menyantai di ruang tamu sambil minum teh anget.

“Gimana perkembangan tentang data yang ku berikan?,” tanya Parwati.

Terkejut Krisna mendengar pembukaan pembicaraan Parwati sampai muncrat minum teh angetnya. Lalu Krisna menaruh gelas minumnya di atas meja.

“Anu... Parwati..........sebentar. Adam.....,” teriak  Krisna memanggil.

Adam mendengar teriakan panggilan bos Krisna segera datang menemuinya.

“Adam gimana data yang ku berikan sama kamu sudah ada perkembangannya?,” tanya Krisna.

“Sudah ada bos. Ternyata itu ibunya Parwati bos,” ujar Adam.

“Oh begitu,” sahut Krisna.

“Bagaimana?,” tanya Parwati kembali

“Sudah dapat infonya dari Adam,” kata  Krisna.

“Ayo kita segera kesana,”  ujar Parwati.

“Adam....... siapkan mobil,” perintah bos Krisna.

“Baik bos,” jawab Adam.

Parwati meninggalkan Krisns di ruang tamu dan masuk kamar untuk membenah diri. Sedangkan Adam segera mengeluarkan mobil dari garasi. Krisna sendiri kembali menikmati kembali teh angetnya telah lama menunggu di meja. Selang berapa saat Parwati keluar dari kamar langsung menuju ruang tamu,”

“Krisna......,” kata Parwati.

“Iya.....iya...,” sahut Krisna.

Beranjaklah Krisna dari duduknya segera pergi bersama Parwati menuju ke mobil yang sudah siapkan Adam. Masuklah mereka berdua ke dalam mobil. Segeralah Krisna menghidupkan mobil dan berangkat menuju tempat yang cukup jauh. Dalam perjalan Krisna mengajak Parwati ngobrol agar tidak suntuk. Waktu berjalan begitu cepat sampailah di sebuah toko bunga yang cantik di pinggiran kota. Krisna berhenti di parkiran depan dekat toko bunga. Kemudian Krisna dan Parwati turun dari mobil. Dengan melangkah pasti Parwati masuk ke dalam  toko bunga. Parwati melihat sebuah photo berjejer di etalase toko bunga. Parwati terkejut sekali ternyata Ibunya telah menikah lagi dan mempunyai anak gadis kecil. Air mata Parwati pun jatuh ke pipi langsung terus jatuh ke tanah. Rasa senang bertemu dengan ibu Parwati bebaur menjadi luka.

Tetap dengan pendirian awal Parwati mulai melangkah ke depan dan melihat sesosok wanita di balik rimbunan bunga.

“Parwati.....Parwati......mana anakku,” teriak Ibu memanggil.

Parwati terkejut mendengar namanya di panggil. Tiba-tiba dari belakang seorang gadis kecil

“Sut........nanti ketahuan,” kata  gadis kecil.

“Sut.....,” suara kecil Parwati sambil menutup mulutnya dan menghapus air matanya.

Parwatu gadis kecil langsung mendatengi ibunya  secara diam-diam. Sang Ibu tahu kalau anaknya di belakang.

“Nah ini anak ibu yang paling cantik,” kata ibu Parwati.

Parwati mendengar  dan melihat  keakrapan ibu dan anak.  Lalu Parwati meninggalkan toko bunga  dengan bergegas menuju mobil.

“Parwati....?...ya...sudah lah,” panggilan Krisna yang berusaha mengerti perasaan Parwati sebenarnya.

“Bu....tadi ada embak yang cantik di balik sana,” kata Parwati gadis kecil.

“Haa...,” terkejut ibu Parwati.

Ibu Parwati langsung pandangannya  ke arah di tunjukkan anaknya. Berkali-kali ternyata apa yang omongkan anaknya tidak ada?. Parwati dan Krisna sudah di dalam mobil. Segeralah Krisna mengendarai mobilnya meninggalkan toko bunga. Parwati kecewa dimana kenangan dan harapannya menjadi sirnah karena kenyataan yang harus di hadapinya. Ibunya yang selama ini di cari Parwati telah memiliki keluarga baru.
Blog, Updated at: March 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment