PETUALANGAN JACK
Seorang pemuda bernama Jack sedang berjalan di pinggir jalan kota Metropolitan. Sampai di suatu rumah Jack langsung masuk tanpa permisi. Terlihat seorang pemuda bernama Endi yang sedang duduk di meja kerjanya. Jack perlahan menghampiri Endi, lalu menepuk punggungnya. Endi pun menoleh kebelakang. Tanpa banyak bicara Jack menghajar Endi dengan tinjuan ke mukanya sampai babak belur.“Maaf ya...sudah menghajar kamu...tapi saya di suruh oleh mantan pacar mu.......yang jengkel.......,” kata Jack.
“Eeee.......Mita...mengirim anak buahnya, karena sakit hatinya,” saut Endi dalam kesakitan.
“Itu...tahu.........jadi jangan macam-macam lagi,” kata Jack yang mengancam.
“Baik-baik,” kata Endi yang menyerah.
Jack meninggalkan Endi dalam bengep karena pukulan. Jack pergi menuju sebuah tempat berkumpulnya anak muda di taman kota. Bertemulah Jack dengan Mita yang lagi asik ngobrol dengan teman-temannya.
“Mita .....urusan beres....,” kata Jack.
“Terima kasih....Kakak......,” kata Mita sambil memeluk Jack.
“Oh.....ya kalau begitu saya pergi dulu ada urusan lain,” kata Jack.
“Sekali lagi terima kasih Kakak,” kata Mita.
Jack meninggalkan tempat pertemuan dengan Mita di taman kota.
“Jadi beneran kamu mengirim Kakak Jack menghajar Endi.....?,” tanya Lesi.
“Beneran......banget,” saut Mita.
“Wah memang pantes sih Endi dapat hajaran sakit hati.....karena selingkuh di depan mata mu Mita.......,” ujar Lesi.
“Ya...terkadang sekali-kali, pria selingkuh kena batunya baru tahu rasa........awal saja manis seterusnya pahit. Banyak alasan lagi kalau mendua....yang inilah....yang itulah......kadang cewek terpojok,” saut Anggi.
“Bener sekali...cowok brengsek sekali-kali perlu di hajar gimana rasa di khianatin,” ujar Tina.
Mita dan kawan-kawan terus saja bercerita tentang cowok brengsek. Karena Mita seneng sakit hatinya selesai mentraktir teman-temanya makan di pingir jalan. Jack berjalan melewati pinggir jalan kota sampai di sebuah tempat minuman. Jack segera masuk ke dalam Bar. Terdengar suara musik yang asik di dalam Bar, Jack pun terbawa suasana, segera menuju ke meja Bar.
“Hei Jack apa kabarnya........?,” tanya Eko sang pemilik Bar.
“Baik.....oh saya pesen minum seperti biasanya,” kata Jack.
“Ok.......,” jawab Eko.
Eko langsung menuangkan minuman berakohol ke gelas, lalu di berikan ke Jack yang santai duduk sambil asik mendengarkan musik yang asik.
“Silakan di minum Jack,” kata Eko.
“Baik..lah...,” jawab Jack sambil meminum berakohol.
Jack yang lagi asik melihat sedikit pertengkaran antara ke dua orang pemabuk. Terjadilah adu jotos. Suasana makin memanas di dalam Bar. Pada akhirnya anak buah Eko meleraikan masalah sepele kerap terjadi di Bar. Dateng seorang gadis cantik bernama Cyntia ke hadapan Jack.
“Halo...Jack lama tak bertemu....,” kata Cyntia.
“Cyntia.........makin cantik dan bahenol saja.....hari ini...,” pujian Jack.
“Seperti biasanya manis sekali ucapanmu,” kata Cyntia.
Cyntia dan Jack asik bercerita sampai meresap ke dalam hati. Tiba-tiba Cyntia di senggol oleh seorang pemabuk hampir jatuh. Jack yang melihatnya marah dan menghajar pemabuk dan menyuruh meminta maaf ke Cyntia. Sang pemabuk meminta maaf dan Cyntia pun seneng. Jack melepaskan pemabuk tersebut. kemudian Jack mengajak Cyntia untuk keluar dari Bar, tapi tidak lupa membayar minumannya ke Eko teman karibnya.
Jack dan Cyntia saling bermersaan di pinggir jalan sampai ke tempat tinggal Cyntia. Dalam rumah hubungan Cyntia dan Jack makin memanas. Mereka berdua melanjutkan sampai di atas ranjang. Percintaan Jack dan Cyntia semakin mendalam sampai sepakat hidup bersama. Suatu ketika ada sebuah benda yang jatuh dari langit dan masuk ke dalam rumah Cyntia. Benda tersebut seperti bibit bunga yang terbawa udara dan jatuh di atas roti isi. Cyntia yang lagi asik membenahkan rumahnya yang berantkan tidak memperhitungkan ulah Jack yang selalu bercanda. Setiap waktu Jack memotret untuk moment bersama Cyntia mengunakan hpnya. Cyntia hidupnya begitu indah karena cinta Jack.
Roti isi yang di atas meja makan di makan Jack. Dengan santai Jack menikmatin makannya. Lalu Jack mengambil minuman di kulkas untuk menghilangkan rasa serek di tenggorokannya. Jack menghampiri Cyntia yang terlihat cantik di ruang rias. Tiba-tiba Jack merasa pusing, lalu jatuh ke lantai dan pingsan. Cyntia terkejut melihat Jack yang pingsan. Lalu menelpon rumah sakit. Jack lalu segera di bawa ke rumah sakit untuk di periksa.
Sampai di rumah sakit ternyata Jack mengidap penyakit langka. Cyntia mendengar penjelasan Dokter pun kaget. Sedangkan Jack menerima bahwa umurnya pendek. Setelah Jack merasa enakan dengan kondisi tubuhnya. Dokter membolehkan Jack untuk pulang. Bersama cinta yang setia Cyntia saling berbagi dengan Jack di dalam rumah. Dengan keadaan Jack yang sakit Cyntia menerima kekurangan Jack, tetapi sebaliknya Jack berpikir lain. Tanpa ketahuan Cyntia, lalu Jack berbenah-benah pergi tampa bilang-bilang.
Jack pergi menuju ke suatu tempat untuk menerima pengobatan yang lebih lanjut. Ternyata Jack terjebak keadaan. Ternyata Jack masuk ke dalam rumah sakit gelap. Terlihat di mata Jack semua pasiennya jadi bahan percobaan oleh Dokter gila. Jack yang sakit bukannya sembuh malah terjebak masalah yang sulit. Jack menerima jenis pengobatan yang aneh sampai-sampai hampir mati. Tetapi karena sistem metabolisme Jack yang mampu bertahan bisa selamat dari jenis pengobatan yang berbahaya dari Dokter gila bernama Vinsen dan susternya yang setia bernama Pipit.
Jack menerima ujian penderitaan pengobatan yang berbahaya tersebut, begitu juga dengan pasien yang lain. Suatu ketika Jack berencana melarikan diri dari rumah sakit. Dengan berusaha keras Jack bangun dalam keadaan sakit melawan penyakitnya. Kemudian Jack yang menggila akibat reaksi berantai dari penyakitnya. Kemudian mulai menghancurkan segalanya dan meciptkan ledakan di rumah sakit. Terjadilah kebakaran di setiap ruangan. Jack berusaha melarikan diri kobaran api. Sang Dokter Vinsen melihat keadaan rumah sakit terbakar sangat marah dan mencari penyebabnya. Di lihat dengan mata kepala Dokter Vinsen ternyata ulah Jack.
Dokter Vinsen menghajar Jack. Dengan berusaha sekuat tenaga Jack melawan Dokter Vinsen tetap saja kalah. Dokter Vinsen ternyata makluk super kuat Jack beberapa kali menghajar dengan pukulan besi panjang tidak mempan. Malahan Jack di hajar habis-habisan sampai tidak mampu bergerak lagi. Dokter Vinsen langsung pergi meninggalkan rumah sakit yang runtuh akibat ledakan.
Jack mengira dirinya mati, ternyata bangkit dari runtuhan rumah sakit yang hancur lebur oleh ledakan. Jack yang sembuh total karena sistemnya memulihkan dengan cepat. Kemudian mencari pakaian untuk menutupin auratnya terbuka. Jack mencurinya di sebuah jemuran segera memakainya, lalu segera pergi ke tempat temannya di Bar.
“Hai....Eko,” pangilan Jack.
“Hai Jack......lama tidak bertemu.......,” jawab Eko yang lagi nyantai duduk di Bar.
“Saya butuh bantuan............beberapa senjata......,” kata Jack yang labil.
“Tenang dulu......masalah apa kamu butuh senjata?,” tanya Eko.
“Saya ingin membales perbuatan orang telah menganiaya saya......,” penjelasan Jack.
“Okkkkkk......saya......siapkan,” kata Eko.
“Kalau begitu saya keluar dulu mau menemui seseorang,” ujar Jack.
“Ok.....,” jawab Eko.
Jack meninggalkan Bar tempat temannya. Sedangkan Eko menghubungin teman-temannya untuk menyiapkan barang yang di perluin oleh Jack. Dalam keadaan labil Jack mengikutin Cyntia yang sedang berbelanja. Jack yang malu bertemu dengan Cyntia karena meninggalkannya. Dalam perasan Jack masih mencintai Cyntia. Tapi karena urusan bales dendam Jack melupakan cintanya. Jack segera menyamar menjadi ninja dan membawa semua senjata yang di dapatkan dari Eko.
Setiap hari Jack mencari Dokter Vinsen lewat informasi yang di dapatkan anak buahnya. Jack yang menemukan keberadaan Dokter Vincen di sebuah rumah tua. Bergegas Jack ke tempat tersebut. Sampai rumah tua Jack langsung menembak semua anak buah Dokter Vinsen Lalu Jack mengintrograsi salah satu anak buah Vincen yang masih hidup.
“Dimana keberadaan dokter Vinsen?,” tanya Jack.
“Tidak...tahu......,” kata anak buah dokter Vinsen yang bungkam.
“Eeeeh.......dimana keberadaan Dokter Vinsen?,” tanya Jack sambil menyodorkan pistol ke kepala musuhnya.
“Di...........sebuah gudang tua yang tidak jauh dari daerah sini,” jawab anak buah Dokter Vinsen.
“Bagus..........,” kata Jack.
Jack yang menggila langsung menembak kepala musuhnya. Jack terus bertualang mengejar Dokter Vinsen. Berdasarkan info yang di dapatkan, tetap saja Jack mendapatkan jalan buntu. Dokter Vinsen kerap tidak ada di tempat. Anak buah Dokter Vinsen di habisin oleh Jack satu persatu dengan pistolnya. Kekesalan Jack mulai membludak karena targetnya tidak pernah di dapatkan. Kemudian Jack terus mencari informasi. Ternyata Jack mendapatkan info yang akurat. Dokter Vinsen sedang melakukan transaksi gelap di sebuah jalan yang sepi dengan para penjual senjata.
Setelah mendapatkan barang Dokter Vinsen langsung membayarnya dan pergi membawa barang yang di beli lewat pasar gelap. Masuklah Dokter Vinsen ke dalam mobil. Beserta anak buahnya meninggalkan tempat transaksi. Jack yang menyamar menjadi ninja mengunakan motor dan melaju mengejar Dokter Vinsen dan anak buahnya. Di tengah jalan Jack mulai beraksi menembak anak buahnya yang mengawal dengan motor.
Dokter Vinsen yang sadar di kejar oleh orang tidak di kenal mulai mengeluarkan senjatanya. Terjadi baku tembak di jalan. Jack yang menggila terus bermanufer menembakin semua musuhnya sampai jatuh satu-persatu. Jack terus menembak mobil Dokter Vinsen, tetap saja bertahan. Kemudian Jack mulai menyelinap di antara para mobil untuk menghindari pandangan Dokter Vinsen dan anak buahnya. Lalu dengan perhitungan cepat Jack menembak ban mobil Dokter Vinsen. Keadaan mobil Dokter Vinsen oleng menambrak pembatas jalan.
Jack pun memberhentikan motornya dan turun menghampiri Dokter Vinsen. Sampailah Jack di mobil yang hancur. Dokter Vinsen mendobrak pintu mobil dengan tendangan yang kuat. Keluar Dokter Vinsen. Jack yang kalap menyerang Dokter Vinsen dengan tembakan. Dengan cepat sang Dokter Vinsen. Lalu Jack menggunakan pedangnya menebas Dokter Vinsen, tetap bisa menghindar. Karena pergerakan Jack lebih cepat pada akhirnya mampu menusuk ke perut Dokter Vinsen.
“Akhirnya aku dapat menghancurkanmu,” kata Jack yang puas.
“Eeeee....aaaah,” suara Dokter Vinsen yang ke sakitan.
Lalu Jack mengarahkan pistolnya di kepala Dokter Vinsen.
“Sampai........jumpa di neraka.....,” kata Jack sambil menarik pelatuk pistol.
“Dooor......,” suara letusan senjata.
Dokter Vinsen mati di tengah jalan. Jack yang puas musuh besarnya mati meninggalkan tempat dengan menggunakan motor. Lalu pergi ke tempat temannya di Bar. Jack masuk ke dalam Bar melihat Eko yang sedang beres-beres tempat usahanya.
“Hai......Eko,” panggilan Jack
“Gimana....pekerjaan....mu?,” tanya Eko.
“Beres........... semuanya,” kata Jack.
“Oh jangan lupa....tagihannya.........?,” tanya Eko.
“Tenang aja.........,” saut Jack dengan mengeluarkan sejumlah uang yang di masukkan di dalam amplop.
“Ok.........semua urusan beres semua........,” ujar Eko dengan memeriksa uang dalam Amplop.
Jack setelah menyelesaikan urusannya dengan Eko pergi untuk menemui kekasihnya di rumahnya. Sampai di rumah Cyntia meminta maaf dan melamarnya. Cyntia seneng dengan keberadaan Jack yang mau bertangung jawab. Kehidupan Jack dan Cyntia kembali harmonsi lagi di saat pertemuan mereka berdua yang penuh cinta kasih dan hasrat membara.

0 komentar:
Post a Comment