PERJALANAN WAKTU
Suatu hari yang cerah. Seorang pemuda bernama Erwin keluar di rumah. Berjalan menyusururi jalan kota Jakarta Dengan membeli koran di sebuah toko. Erwin membaca koran yang di beli. Sekian lama Erwin membaca di kursi di pinggir toko. Mencari-cari rubik lowongan pekerjaan. Dengan membaca seksama dapet juga jenis pekerjaan yang sesuai dengan Erwin. Bergegaslah Erwin meninggalkan tempat dia duduk. Berjalan menuju suatu tempat yang cukup lumayan jauh. Keringat pun ngucur karena tubuh tersinari oleh panas matahari siang hari. Sampai juga di tempat yang di tuju. Sebuah toko kecil yang mmebutuhkan karyawan. Kemudian Erwin masuk dan bertanya kedalam.
“Permisi....saya mau tanya apakah toko ini membutuhkan karyawan,” kata Erwin.
“Ya......benar sekali. Anda dapet informasi dari mana kalau di sini membutuhkan karyawan,” kata pemilik toko.
“Saya dapet dari koran. Saya ke sini memastikan dulu. Kalau benar saya akan menyusun berkas atmitrasinya untuk bisa bekerja di sini,” kata Erwin.
“Oh kalau begitu sih masah admitrasi gambang. Yang terpenting tolong tulis di buku tamu,nama dan nomor telpon,” kata pemilik toko.
“Baik,” kata Erwin.
Erwin mengambil sebuah pulpen yang di sediakan. Menuliskan namanya dan nomor telponya pada sebuah map. Kemudian map di serahkan kepada pemilik toko. Sang pemilik toko membacanya dengan baik.
“Saudara Erwin, jadi besok bawa bekasnya kita wawancara,” kata pemilik toko.
“Ya ...kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih banyak,” kata Erwin.
“Ya sama-sama,” pemilik toko.
Erwin dan dan permilik toko berjabat tangan. Setelah Erwin meninggalkan toko tersebut. berjalanlah Erwin menyusuri jalan menuju ke sebuah mesjid yang tidak jauh dari sana.sampai di mesjid Erwin segera berwudu, lalu masuk ke mesjid untuk melaksanakan sholat sunah.dengan khusus Erwin menjalankan ibadahnya. Selesai Erwin sholat berdoa kepada sang pencipta.
“Ya tuhan pemilik alam yang memberikan kemurahan. Alhamdulilah hirobilallamin atas karunia dan petunjuk mu. Karena hari ini saya panjadkan syukur karena usaha saya membuahkan hasil, amin,” kata doa Erwin.
Selang berapa saat Erwin menunggu di mesjid. Azan dhuhur di kumandangkan. Para jama’ah berdatengan ke mesjid.. Selang berapa saat sholat dhuhur di mulai, karena imamnya sudah dateng untuk memandu sholat.
“Para jamah sekalian rapatkan shafnya,” kata Iman sholat.
Para jama’ah yang baik merapatkan barisan sholatnya
“Alllohhu akbar,” kata Imam sholat.
“Allohhu Akbar,” kata para jama’ah.
Sholat berjalan dengan khusus di pandu oleh iman sampai salam terakhir. Imam berdoa begitu juga para jama’ah berdoa meminta petunjuk dan ampunan kepada sang kholik. Erwin setelah berdo’a kemudian bersalaman dengan para jam’ah. Setelah itu baru meninggalkan mesjid. Perasa lega dan tenang di rasakan Erwin dan para jama’ah yang lain.
Berjalan Erwin menyusuri jalan sampai ke sebuah kedai makan langgannya. Perut Erwin berbunyi. Memesanlah makan kepada pemilik kedai.
“Bu seperti biasa pesanya,” kata Erwin.
“Ya nak Erwin,” kata bu pemilik kedai.
Selang berapa lama ibu pemilik kedai menyajikan makan dan minuman ke meja Erwin. Segera Erwin menikmati makan siang yang tidak begitu mewah, tapi mengenyangkan. Perut terisi penuh dengan minum segelas air putih menggilangkan rasa seret di tenggorokan.
“Alhamdulilahirobil alamin,” kata Erwin mengucap syukur.
Selesai makan Erwin membayar makan yang di pesanya ke pada ibu pemilik kedai.
“Terima kasih banyak,” kata Erwin.
“Ya sama-sama....nak,” jawab pemilik kedai.
Pergilah erwin meninggalkan kedai makan menuju tujuan berikutnya. Dengan berjalan kaki Erwin menyusuri jalan. Sampai lah Erwin pulang ke rumah. Segera Erwin membuka pintu rumah kontraknya. Masuklah Erwin ke dalam rumah. Berbenahlah diri Erwin.
“Alhamdulilah hari ini usaha ku sukses.,” celoteh Erwin.
Sambil membereskan surat-surat penting untuk besok tidak melupakan menyiapkan baju untuk wawancara. Setelah itu Erwin Istirahat sambil menonton Tv. Dengan aksi Erwin melihat perkembangan kota Jakarta. Dengan asik Erwin menonton. Terdengar kumandang Azan.
“Waktu sholat Asar,” celoteh Erwin.
Bergegaslah Erwin pergi untuk ke mesjid terdekat. Sampai di mesjid melihat para jama’ah mulai sholat. Bergegaslah Erwin masuk mesjid. Kemudian masuk dalam barisan sholat.
Dengan khusus Erwin dan para jama’ah sholat menghadap sang pencipta. Sampai salam terakhit. Berdolah Erwin dan para jama’ah dengan khitmat. Setelah itu erwin bersalaman dengan jama’ah dan meninggalkan mesjid. Sampai di rumah Erwin mulai mengambil sebuah buku yang tersusun rapih di raknya. Membacalah Erwin di di lantai rumah kontarkan dengan beralaskan tikar. Buku di baca dengan baik oleh Erwin untuk menambah ilmu pengetahuannya. Cukup lama Erwin membaca bukunya sampai kelelahan. Kemudian Erwin menaruh bukunya di rak kembali. Segera untuk madndi sore.
Setelah selesai mandi segera Erwin berbenah diri berpakaian rapih segerap pergi ke mesjid karena waktu sholat Magrib dan azan pun di kumandangkan. Erwin Segera pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat magrib secara berjama’ah. Sholat magrib berjalan dengan baik begitu juga zikir dan do’a Erwin. Sambil menunggu sholat isya Erwin membaca kitab Al Qur’an. Sampailah pada azan isya di kumandangkan. Erwin menaruh kitab Al Qur’an di tempatnya. Segera sholat isya berjama’ah.
Sholat isya berjalan dengan khusuk sampai salam terakhir. Erwin pun tidak lupa zikir dan do’a selesai sholat. Erwin bersalaman dengan para jama’ah sebelum meninggalkan mesjid. Erwin segera pulang ke rumah kontrkanya dan menyiapkan makan malam sambil asik menonton tv tentang acara kesukaanya yaitu acara musik dangdud. Waktu berjalan begitu cepat sampai rasa kantuk dateng Erwin segera membereskan semua pekerjaanya dan mematikan tv. Kemudian tidur ruang kontrakan yang sempit sampai pagi hari.
Waktu begitu singkat sekali. Erwin bangun dan melihat ke jam. Waktu sholat shubuh dateng. Dengan segera membenah diri untuk pergi ke mesjid untuk melaksankan sholat shubuh. Apalagi azan shubuh pun telah di kumandangkan. Sampai di mesjid Erwin sholat berjama’ah dengan warga setempat yang menyambut pagi. Sholat shubuh berjalan khitmat sampai salam terakhir. Seusai sholat berjama’ah Erwin bersalam dengan para jama’ah sebelum meninggalkan mesjid. Bergegas pulang ke rumah untuk menyiapkan aktifitas hari ini.
Dengan berbenah diri dan tidak lupa sarapan Erwin sudah menapakin hari ini lebih baik lagi. Bergegaslah Erwin keluar dari rumah pergi menuju tepat Erwin mulai bekerja. Sampai di sana Erwin di wawancara dengan baik sesuai dengan berkas yang di siapkan oleh pemilik toko. Erwin di terima di oleh pemilik toko. Segera Erwin pada hari itu bekerja di toko tersebut di tempatkan sesuai oleh keahlian Erwin. Erwin merasa senang sekali. Usahanya dan doanya di dengar oleh sang pencipta. Dengan penuh ke sabaran Erwin menjalankan hari kerjanya degan baik.

0 komentar:
Post a Comment