RED FALCON

Posted By Cerpen universal on Tuesday, January 3, 2017 | January 03, 2017

RED FALCON

Pada suatu hari ada seorang kakek bernama Musasi menemukan sebuah benda  berbentuk metal bundar di sebuah goa kuno. Kakek Musasi tidak sengaja menemukannya, karena terperosok ke dalam jurang hendak memetik sebuah tanaman obat. Pelan-pelan Kakek Musasi memetik tanaman obat di pinggir jurang. Tanamannya dapat, malah tanahnya longsor. Kakek Musasi terjatuh sangat dalam dan pingsan. 

Waktu berlalu Kakek Musasi terbangun telah berada dalam goa tersebut. Melihat cahaya bersinar dalam goa tersebut. Kakek menghampirinya, ternyata sebuah kristal di tambah sebuah benda metal bundar. Kakek Musasi mengambilnya beserta kristal cahaya untuk menerangi jalannya keluar dari Goa. Secara pelan-pelan sang kakek pulang kerumahnya. Dengan usaha yang gigih Akhirnya berhasil sampai di rumahnya. Tidak jauh dari hutan tempat ia mencari tanaman obat.

Berhari-hari Kakek memeriksa benda yang di temukan tetap gak ada jawaban.  Pada akhirnya kakek musasi menyimpanya dan memajangnya sebagai kenangan. Hari demi hari  kakek Musasi sibuk dengan urusannya.  Melupakan benda tersebut. Sampai pada saat cucunya datang ke rumah itu bersama ke dua orang tuanya.

Cucunya Kakek Musasi bernama Aryan. Mereka satu keluarga ke kampung menengok ayahnya dari ibunya Aryan. Sang Ayah Aryan sekaligus menantu dari kakek Musasi sangat baik sekali. Setiap berkunjung kerumah tersebut. Membawa oleh-oleh dari kota. Sedangkan cucunya sangat bahagia senang bertemu kakeknya beserta anak semata wayangnya kakek Musasi. Keharmonisan ini terjaga sampai sekarang. Ibu Aryan selalu mampir ke tempat bersemayamnya ibunya kandungnya. Kakek Musasi hidup sendiri sudah lama. Berjuang hidup menjadi seorang petani dan tabib.

Terkadang sesekali kepala kampung menemani kakek Musasi menghabisi waktu. Sampai pada Akhirnya Cucunya melihat benda metal bundar. ternyata benda tersebut berresonansi dengan Aryan. Bergerak-gerak sampai semuanya kaget. Kristal pun bercahaya terang  sekali. Benda bundar itu mulai retak dan Akhirnya menetaslah seekor anak burung berwarna merah. Segera menghampiri Aryan, Kakek Musasi terkejut begitu juga dengan ke dua orang tuanya. Tetapi buat Aryan biasa-biasa aja. Karena makluk lucu sekali. 

Semenjak itu Aryan berteman makluk yang baru lahir tersebut dan berinama Red Falcon. Aryan bahagia sekali dengan sahabat barunya. Kakeknya dan kedua orang tuanya memperbolehkan Aryan merawatnya. Pada akhirnya Red Falcon dibawa ke kota bersama Aryan dan kedua orang tuanya. Setelah itu kecil itu berpamitan pulang. Tetapi kakeknya berpesan untuk selalu menjaga Red Falcon dan di berikan kristal bercahaya pada Aryan. Karena asalnya Red Falcon.

Dengan mengendarai mobil  pribadi ayah Aryan membawa keluarganya pulang. Dengan membawa segudang  kegembiraan. Waktu  terus berlalu cepat Aryan tidur bersama Red Falcon yang masih bayi. Pada hal sudah sampai di rumah. Sang Ayah menggendongnya  anaknya dan sang Ibu mengangkat Red Falcon. Di bawalah ke dalam kamar Aryan dan di tidurkan ditempat tidur bersamaan. Sedang kristal bercahaya di simpan di lemari belajar Aryan. Kedua orang tuanya keluar dari kamar Aryan dan berbenah diri untuk istirahat di kamar mereka. Sedang Aryan tidur nyeyak sampai pagi begitu juga Red Falcon.  

Keesokkan harinya seperti biasa  mekakukan aktifitas. Sang Ibu telah menyiapkan sarapan dan sang Ayah setembai di meja makan sambil membaca koran. Aryan sudah siap untuk pergi sekolah begitu Red Falcon sudah di mandikan oleh Aryan dan dikeringkan dengan pengering rambut dan beri sarapan Ikan segar yang di siapkan oleh ibu Aryan. 

Sebenarnya Aryan ingin membawa Red Falcon ke sekolah tetapi  sang Ayah melarannya. Jadi Red Falcon bersama Ibu di rumah karena masih bayi. Aryan di antar ke sekolah oleh Ayahnya sekaliaan pergi ke tempat kerjanya. Di tengah perjalanan datang cahaya terang melesat jatuh ke bumi. Membuat rusak permukaan tanah karena efek gaya tarik bumi. Dari tempat tersebut muncullah seekor monter setinggi manusia. Menghancurka sekitar daerah sekitarnya. para polisi datang dan menembaki Monster tersebut. Sebut saja nama Monster Ace. Dari mulutnya menyemburkan hawa dingin dan membekukan apapun di depan matanya.

Semua warga masyarakat panik dan pada akhirnya berlariaan. Pada saat ayah aryan berusaha menghindari masalah tersebut dengan tidak lewat jalan tersebut. Ternyata sang Monster Ace secepat mungkin menghilang dari tempatnya dia di kepung ke polisian.Tiba-tiba sudah didepan mobil ayah Aryan. segera mungkin mengeremnya. Menyerang Ayah dan anak tersebut. Red Falcon merasakan sesuatu. Pergi keluar dengan cepat dan berevolusi menjadi besar. Secepat mungkin ke tempat Aryan. Sampai di sana Red Falcon mengepakan  sayapnya lebih kencang dan menghempas monster Ace. Ayah dan anak ter selamatkan.
 
Pertarunganan terjadi  ke dua belah pihak. Saling menyerang dengan kemampuaan Masing-masing. Red Falcon mengeluarkan gelombang suara tinggi ke arah Monster Ace sampai terpental jauh. Lalu bangkit dari tempat terjatuh. Menyerang terus dengan semburam Ace ke arah Red Falcon. Berkali-kali Red Falcon menghindar. Sampai pada  saat yang menguntungkan Red Falcon menciptakan  tornado dengan berputar pada porosnya lalu melesat menuju musuh dan Red Falcon keluar dari putaraan angin tersebut. Sedangkan Monster Ace terbawa  angin ternado sampai ke bukit.

Monster Ace marah dan berevolusi. Seluruh tubuhnya tumbuh tanduk berwarna biru ke putihan seperti motif es beku. Dengan kekuatan dasyatnya menyerang Red Falcon yang melayang di udara. Dengan kecepatan serangan yang berkali-kali pada akhirnya Red Falcon tidak bisa menghindari serangan itu. Red Falcon jatuh ke bumi. Aryan dan ayahnya mengejar di mana tempat Red Falcon bertarung. Dengan susah payah mereka berdua berhasil. Kristal yang di bawa Aryan berrosenansi Red Falcon berubah menjadi Phonix. 

Dengan kebangkitan  Phonix dan melesat ke langit segera menyerang Monster  Ace. Dibuatlah tornado api dan menghancurkan Monster Ace. Pertarungan berakhir dengan kemenangan. Phonix kembali ke wujudnya semula menjadi Red Falcon masih bayi. Aryan dan ayahnya menyambutnya dan membawanya pulang kerumah. Pada akhirnya kota terselamatkan dari bencana serangan Monster.
Blog, Updated at: January 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment