PURNAMA
Dengan kesabaran Indah terus menunggu yoga supaya cepat dateng. Agar rasa rindunya terbayar dengan kepuasan memandang wajahnya kekasihnya. Lama-lama di tunggu bikin enek. Kadang orang tua menegor " udah malem nak. Masuk kerumah mungkin lain waktu datengnya."
Indah menjawab dengan kesantunan" mungkin juga, bu. Mulut cowok gak bisa pegang janjinya".
"Hus cewek ngomong kasar. Mungkin ada masalah di jalan," sahut ibunya.
"Itu benar. Kebanyakan cowok gombal," tegas bapak.
"Eh lagi-lagi, sembrono buka kartu sendiri," kata ibu.
"Sebenarnya Indah tahu. Kalau kak Yoga ada masalah. Tetapi keselnya ini setiap ngapel ngaret. Giliran ada masalah yang cenderung pelik aja tepat waktu."
"Maksudnya masalah pelik apa hayo? Kasih tahu bapak dan ibu."
"Biasa sih pak bu yaitu uang."
"Eh belum jadi mantu pengeretan." tegas ibu dengan mulutnya cembetut.
"Itu mah masalah biasa dalam pacara." kata bapak yang lagi asik dengan minum kopi sama nonton tv.
Kekesalan Indah mebludak. Hal hasil Indah pergi ke kamar langsung tidur. Keindahan berakhir dengan sebuah cerita kesemuan dari impian sejenak. Indah sadar tentang keadaan kak Yoga. Yang bukan orang kaya. Beda dengan Indah. Sebenarnya Indah menerima kekurangan kelebihan kak yoga. Tetap satu sama keselnya gak ketulungan. Malam Indah berganti pagi kisah betakhir dengan tidur yang pules. Males mikirin cowok gak tepat janji.
Pagi hari di saat untuk pergi keluar rumah kak Yoga dateng meminta maaf. Pada hal Indah lagi kesel hpnya di matiin. Bilikin bete-bete lagi gak ketulungan.
Segala membujuk Indah agar muka kecut berubah menjadi merona. Tetap hasilnya yang bikin yoga bingung adalah maaafnya ditolak. Yoga ke habisan akal bagaimana membujuk Indah yang cembetut. Tidak cara lain yaitu dengan sedikit permain.
"Dek jika kesalahan malem tidak mengobati jengkel. Dan maaf pun tidak dapat menyelesai masalah kalau begitu putus," kata kak Yoga.
Sontak Indah dan terkejut terlihat wajah da espresinya. Hal hasil Indah marah" jadi mau kakak apa? Memutuskan sepihak tidak mengerti perasan cewek. Dasar cowok bodoh."
Yoga tidak terkejut. Dengan kemarahan Indah. Yang di inginkan reaksi dari cinta Indah. Ternyata Yoga salah memilih Indah menjadi kekasihnya. Hal hasil Yoga pun berterus terang dengan tegas layaknya seorang pemimpin yang berani menghadapi masalah yang ia buat. Ini lah rencana di balik rencana. Yaitu mempertegas hubungan ke jenjang yang lebih baik yaitu di idam-idamkan semua wanita. Yaitu maukah dek indah menikah dengan kak. Sontak kaget lagi. Espresi wajah jadi bingung dibuat oleh Yoga. Air mata Indah mengalir dengan penuh keharusan. Jawaban yang ditunggu wanita adalah pernikahaan. Ke dua orang tua tersenyum bahagia karena penantian orang tua menjaga anak gadis susah. Hal hasil berbuah manis dengan biduk rumah tangga di bangun dengan kesetian.
Indah bahagia memeluk ibunya cinta kasih dan berbunga-bunga dihatinya. Yoga ditepuk oleh bapak Indah punggungnya. Dengan kata bijak ini baru anak cowok yang bertaggung jawab. Inilah yang di tunggu bapak Indah ketegasaan anak Yoga mengambil keputusan untuk berumah tangga untuk lebih baik. Yoga segera bersalaman dengan kedua orang indah dan berakhir dengan rencana pernikahaan.amin!!.


0 komentar:
Post a Comment