TEKA-TEKI

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 1, 2015 | September 01, 2015

TEKA-TEKI

Pada suatu ketika Boy dan Loli datang dari kota untuk berlibur. Karena baru pertama kali berkunjung kerumah kakek Toni. Karena selama ini  Boy dan Loli selalu sibuk liburan di daerah lain. Tidak pernah ke kampung halaman sendiri. Tanah kelahiran para leluhur  keluarga Boy dan Loli. Memang sih letak kediaman kakek Toni jauh dari kota.  Desa yang terpencil di kelilingi oleh indahnya pemandangan. Rumah kakek Toni telah di wariskan secara turun-menurun dari generasi pertama ke generasi selanjutnya. Walaupun baru pertama berkunjung ke rumah warisan Boy dan Loli senang sekali.

“Tinggal di rumah ini harus mengikuti semua peraturan yang telah di tetapkan. terutama jangan bermain di halaman belakang rumah sampai matahari terbenam. Itu peringatan keras,” kata kakek Toni.

“Iya kek,” jawab keduanya.

Setelah Boy dan Loli menaruh barangnya kekamarnya. Mulai pembicaraan yang kurang mengenakan di antara keduanya. Samar-samar kakeknya mendengar dari kejauhan kamar Boy dan Loli.

“Banyak sekali peraturan di rumah ini. Yang ini lah, yang itu lah,” gerutu Boy.

“Ya begitu lah, namanya rumah tua. Nilai historinya harus di jaga,” sahut Loli.

“Ada apa ya dengan halaman belakang rumah,” kata Boy.

“Sudah-sudah jangan di pikirkan. Kita disinikan mau liburan. Bukannya nambah stress karena peraturan. Jalani aja dengan sebaik-baiknya. Toh itu juga untuk kebaikan bersama. Mungkin kakek punya alasan tertentu memperingati kita dengan keras,” kata Loli.

“Benar juga kamu, Lol. Kesinikan mau liburan. Tetap saja saya penasaran dengan halaman belakang rumah,” ujar Boy.

“Ya, balik lagi ke awal. Susah kamu, Boy untuk di nasehati. Kalau sudah waktunya kena batunya juga,” kata Loli.

“Kok gitu ngomongnya Lol,” sahut Boy.

“Sudahlah saya mau tidur,” jawab Loli  dengan keadaan sudah terbaring di tempat tidurnya.

*****

Keesokan harinya Boy dan Loli  menikmati keindahan pemandangan dari atas balkon rumah. Merasakan udara segar yang memasuki ruangan. Lagi-lagi Boy penasaran dengan halaman belakang. Kemudian mengajak Loli untuk pergi halaman belakang rumah. Sesampainya tempat tersebut Boy dan Loli melihat pemandangan yang sangat menajubkan. Taman bunga yang cantik dan ada juga tempat untuk bermain. Karena keasikan bermain di halaman belakang sampai matahari terbenam. Boy tetap tidak mengindahkan  peringatan Kakek Toni walaupun sudah di ingatkan berulang kali sama Loli. Akhirnya Boy dan Loli melanggar peraturan yang sudah lama di buat.

Boy dan Loli tak merasakan apa yang terjadi pada mereka?. Fenomena tersebut sangat cepat. Tak di duga Boy dan Loli telah masuk ke dalam sebuah dunia lain. Padahal rumah dekat tetapi terasa jauh dan lama kelamaan makin jauh dan menghilang. Boy dan Loli semakin takut dengan keadaan tersebut. Lalu dari sebuah semak-semak ada sebuah makluk keluar lucu dan manis mencoba  untuk berkenalan dengan Boy dan Loli. Dengan penuh keberaniaan mendekati makluk yang lucu tersebut. Baru langkah kedua tiba-tiba makluk terlihat aneh seperti bergetar sendiri, lalu melompat kesana- kesini tidak tentu arah. Tiba-tiba berhenti  ketempat semula tepat di depan Boy dan Loli. Terjadilah ledakan dari makluk tersebut dan berubah menjadi monster yang sangat menyeramkan.

“Aaa………………….,” teriak keras Boy dan Loli.

Kemudian mereka berdua lari terbirit-birit menuju suatu tempat. Rimbun dan gelap mereka masuk kedalamnya. Keadaan ketakutan mereka  berdua mencoba untuk memberanikan diri. Perlahan-lahan melewati hutan menuju ke tempat yang lebih terang. Karena terlihat dari kejauhan terlihat sebuah cahaya yang berkedap-kedip. Boy dan Loli  mengumpulkan sebuah ranting-ranting kayu kering untuk di jadikan obor. Agar bisa melihat  di dalam hutan lebat dan gelap.

Setelah membuat obor mereka berdua melanjutkan perjalan menuju tempat yang di rencanakan. Perlahan-perlahan mereka berdua berjalan akhirnya sampai juga ketempat tersebut. Cahaya tempat tersebut sangat indah seperti cahaya bintang. Boy  mematikan obor yang dibawa sebagai penerangan. Lagi asik menikmati indahnya pemandangan. Tiba-tiba tanah bergetar. Langitnya mulai retak, lalu pecah berjatuhan menuju ketempat mereka berdua. Boy dan Loli berlari menuju sebuah goa untuk berlindung. Beberapa saat keadaan berubah menjadi dunia yang di selimuti salju. Keadaan sekitar menjadi dingin dan beku. Mereka berdua menggigil di buat oleh keadaan.  Boy  berusaha mencari cara bagaimana bisa keluar dari masalah?.

Boy keluar dari goa dan berusaha mencari kayu bakar untuk menghangatkan diri. Baru beberapa langkah keluar dari goa Boy melihat rumah kayu yang mengeluarkan asap dari cerobong asap yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian Boy kembali ke goa dan membawa Loli ke tempat rumah yang akan di tuju. Sampailah Boy dan Loli di depan rumah kayu denga susah payah. Boy  menetuk pintu rumah kayu tersebut berulangkali, tetapi tidak ada jawaban. Begitu juga Loli mencobanya. Kembali tidak ada jawaban. Kemudian Boy mencoba untuk membuka pintu.

Tiba-tiba tempat tersebut berubah kembali. Rumah kayu  dan area sekitar berubah menjadi kota yang tidak berpenghuni.  Boy dan Loli tepat di depan pintu ada sebuah tulisan jangan di buka. Boy lagi-lagi tidak mengindahkan peringatan tersebut. Walaupun Loli telah melarangnya. Dengan pelan-pelan Boy membukanya. Ternyata tidak ada apa-apa yang terjadi?

Loli mulai mendengar sesuatu dari kejauhan begitu juga dengan Boy. Keluarlah para hantu mengejar Boy dan Loli. Mereka berlari ke tempat lebih jauh. Sampai di sebuah gudang untuk bersembunyi. Tiba-tiba mereka berdua pindah kembali. Suatu tempat di sebuah ruangan yang gelap. Lalu dari kejauhan ada suara bunyi pintu terbuka dan ada sinar terang terpancar. Boy dan Loli ketakutan  sambil berteriak histeris. Ternyata yang datang dari balik sinar ternyata kakeknya telah memperingatkan  Boy dan Loli.

“Jadi kalian di sini,” kata kakek Toni.

“Apa yang terjadi dengan kami sebenarnya kek? "tanya Boy.

“Teka-teki,” jawab kakek Toni.

“Maksudnya  apa kek? ” tanya Loli.

“Kalian berdua melanggar peraturan rumah ini. Maka itu para penjaga rumah ini hanya memberikan pelajaran kepada kalian,ujar kakek Toni.

“Tapi kami hampir mati di sana, kata Boy.

“Para makluk tersebut telah memperhitungkan segalanya. Karena para makluk tersebut senang bermain tapi ada aturannya,” Tegas kakek Toni.

“Siapa yang membuat aturan tersebut?” tanya  kembali Boy.

“Lihat foto tersebut,”  kata kakek sambil menunjukkan dengan tangannya.

“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................,” terkejut keduanya.

Foto tersebut adalah foto kakek buyut Boy dan Loli.

“Jadi kalian berdua sudah mengerti !” kata kakek Toni.

“Iya kek,” jawab  Boy dan Loli.

Sambil menundukan kepalanya menyatakan penyesalan.
Blog, Updated at: September 01, 2015

0 komentar:

Post a Comment