BIRU
Datang jauh dari
luar angkasa menuju bumi. Melewati
asmosfir bumi jatuh di sebuah hutan belantara.
Sebuah bongkahan batu kristal
berwarna biru. Menyerap banyak energi kehidupan di bumi. Batu
Kristal mulai mengalami perubahan. Sesosok makluk yang manis dan lucu terlahir
dengan wujud sempurna. Perlahan-lahan Makluk tersebut keluar dari tempat kelahirannya. Melihat dan merasakan dunia fana. Mencoba beradaptasi
dengan lingkungan sekitar.
Bermain
dan mencari makan di lakukan dengan sendirinya diantara lebatnya hutan.
Terkadang bersama para binatang yang menerima keberadaanya. Tapi ada yang tidak
menginginkan keberadaanya. Terkadang kejam karena proses dari rantai makanan.
Sang makluk tersebut diburu oleh predator yang sedang bersembunyi. Mengawasi
setiap gerak-gerik sang makluk yang baru lahir tersebut. Saat yang tepat predator
yang buas tersebut menerkamnya. Dengan isting sang makluk berusaha lepas dari
terkaman seekor Macan Kumbang. Sang makluk tersebut berhasil lolos dari
terkaman Macan Kumbang. Berlari dan berlari sekuat tenaga menjauh dari Macan Kumbang.
Menuju ketempat yang lebih jauh dari tempat kelahirannya. Sampai
pada pemukiman manusia.
Karena
letih berlari sang makluk mencari air. Dengan perlahan-lahan sang makluk menemukan
sebuah kawasan yang di penuhi air. Tetapi jaraknya terlalu jauh dari permukaan.
Tiba-tiba datang makluk tinggi besar dengan membawa sebuah benda di kedua
tanganya. Mengambil Air ke dalam sebuah lubang yang dalam. Perlahan-lahan air
muncul ke permukaan. Kemudian di tuangkan ke tempat manusia bawa. Sang makluk
bersembunyi menunggu ke sempatan untuk
meminum dari tempat yang tinggalkan manusia. Sambil menunggu di dalam semak-semak akhirnya sang makluk
tertidur.
Sampai suatu
ketika seorang anak manusia yang bernama
Budi menemukannya di
balik semak-semak. Makluk tersebut sedang tidur. Tidak sengaja keluar dari
persembunyiannya. Mengagetkan Budi yang sedang lewat menuju pulang
kerumah. Karena lucunya makluk tersebut Budi mencoba menangkapnya. Awal gampang-gampang
susah. Pada akhirnya makluk tersebut menghampiri Budi seperti anak kucing yang
meminta makanan atau ingin di elus-elus bulunya. Manjanya makluk tersebut yang
membuat Budi makin sayang padanya. Budi memutuskan ingin merawat makluk
tersebut yang mirip kucing dari segi kelakuannya. Semenjak
itu Budi berteman dengan makluk tersebut. Kemudian
Budi memberi namanya Biru karena sesuai dengan
warna bulunya.
Pada
awalnya orang tuanya tidak member izin untuk merawat Biru. Wujud Biru yang
berbeda dari makluk kebanyakan yang membuat orang tuanya Budi khawatir.
Atas permintaan Budi yang keras kepala
kepada orang tuanya. Akhirnya menerima Biru tinggal
bersamanya dengan catatan bertanggung jawab penuh terhadap
Biru.
Biru makluk yang lucu dan manis. Merawatnya gampang-gampang susah. Karena proses adaptasinya Biru yang cukup tinggi.
Membuat Budi mudah untuk melatihnya. Agar tidak membuat masalah. Terkadang Juga
Biru makluk yang rewel kalau telat di beri makan.
Terkadang Budi
berpikir apa tujuan Biru telahir?.
Pikiran-pikiran tersebut menjadi biasa aja. Seperti angin lalu. Budi berpikir
positif saja dengan kelahiran Biru.
Suatu ketika Eko bermain kerumah Budi. Sesampai dirumahnya Budi. Eko di
persilakan masuk oleh Budi lalu di suruh masuk kekamarnya duluan. Budi hendak mengambil sesuatu di
ruang kerja ayahnya. Eko dengan tidak sungkan melangkah masuk menuju kamar
Budi. Pintu di buka perlahan-lahan. Eko melihat seekor binatang yang berbeda
dengan binatang yang ada di bumi. Tiba-tiba Eko terkejut melihat makluk asing yang belum ia lihat sama sekali.
“Aaaahhhhhhh,”
teriak Eko.
Biru terkejut juga. Terlihat
dari bulunya yang berdiri dan terlihat dari mimik wajahnya yang sedikit
menyeramkan. Budi mendengar terikan tersebut,
lalu Budi bergegas dari tempatnya. Menuju di mana teriakan tersebut berasal.
Budi melihat Eko yang ketakutan begitu dengan Biru.
“Kalian berdua
tenang....tenang!” kata Budi.
Keduanya
berusaha untuk menenangkan diri.
“Sebenarnya
makluk apaan?” tanya Eko.
“Entahlah makluk apa sebenarnya?, tetapi selama bersama ku makluk ini baik dan
tidak berbuat yang aneh-aneh. Juga aku sangat menyayanginya,”
jawab Budi sambil mengelus-ngelus Biru
layaknya seperti kucing.
“Dari mana asalnya?” tanya Eko dengan
penuh keingin tahuannya.
“Aku juga bingung asalnya!. Dari luar angkasa atau dalam bumi,” jawab Budi.
“Siapa namanya,” kembali Eko bertanya.
“Namanya Biru,” Kata Budi dengan tegas.
Budi menjelaskan
bagaimana Biru bisa
menjadi temannya dan tinggal bersamanya walaupun sebenarnya para tetangga tidak
tahu keberadaanya. Tujuannya untuk keselamatan Biru itu sendiri. Setelah mendengarkan penjelasan
Budi dengan seksama. Eko
mengerti rasa ketakutannya hilang seketika. Kemudian mulai memberanikan diri
untuk mengelus-elus Biru
dengan penuh kelembutan.
Semenjak
kejadian tersebut sering Eko bermain kerumah Budi. Terkadang membelikan makan
untuk Biru. Hubungan mereka
semakin akrap sekali satu sama yang lain. Biru
terlihat senang terlihat warna bulunya berubah menjadi merah jambu. Sesekali
Budi dan Eko membawa Biru bermain
ke luar. Diajaknya Biru bermain
di belakang bukit dekat danau. Agar tidak ada manusia lain mengetahui
keberadaan Biru.


0 komentar:
Post a Comment