KESATRIA PETIR
Datang dari
dunia lain mencari orang yang terpilih yang mampu menggunakan keris. Menyimpan
kekuatan yang sanga luar biasa. Bima terbang ke sana dan kesini untuk
mendapatkan orang yang terpilih tersebut sebelum bangsa Darko
berencana menyerang bumi untuk menguasainya. Pencarian Bima tak
berhenti sampai pada satu pilihan dengan seorang pemuda yang baik hati.
Berdasarkan data pengamatan selama beberapa hari hanya pemuda tersebut sebagai kandidat paling tepat.
Bima bergegas
untuk memberikan keris tersebut. Sebelum dimana hari penyerangan. Ternyata
perhitungan Bima
salah mengenai waktu penyerangan bumi. Bangsa
Darko sudah hadir tepat di hadapan Bima. Sangat terkejutnya Bima salah satu
anak buahnya di tangkap oleh panglima
perang Drakula. Kemudian membunuh anak
buahnya Bima di hadapannya.
“Rencana mu sekarang
sudah hancur Bima kamu datang ke dunia ini lebih dulu dari rencana bangsa
Darko. Untuk menemukan pejuang yang hidup di dunia ini yang akan menghalangi
bangsa Darko untuk menguasai dunia ini,” kata pangkima Drakula.
“Salah kamu panglima Drakula, Aku telah
menemukanya pejuang tersebut,”
jawab Bima.
“Sialan ternyata kerjamu
cepat juga. Pada hal aku telah membunuh anak buah mu tetap saja kamu tidak
takut. Malah menunjukkan pejuang yang menghalangi jalan bangsa Darko untuk
menguasai dunia ini,”
sahut panglima Drakula.
“Kalau tidak bertindak
cepat maka kemungkinan kehancuran dunia ini semakin besar,” ujar Bima.
“Dasar brensek. Serang pasukan Darko !”
perintah panglima Drakula.
Dengan mode
petarungan Bima berubah wujud
menjadi Kesatria Langit siap melawan pasukan Darko.
Serangan yang di lancarkan para pasukan Darko bertubi-tubi tanpa henti. Tidak
membuat Kesatria Langit gentar. Malah
menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kemudian panglima Drakula geram karena
pasukanya satu persatu kalah. Membuat panglima marah dan menyerang Kesatria Langit dengan sangat
brutal.
Dengn penuh
tenang dan gagah berani Kesatria Langit menghadapi
semua serangan dari panglima Drakula dan menangkisnya. Pertarungan pun seimbang
diantara ke duanya. Tiba-tiba Kesatria
Langit menjadi terdesak karena musuh main curang. Ternyata
rencana diam-diam panglima
Drakula hanya pengalihan dalam
pertarungan ini untuk membuat lengah Kesatria Langit dalam
mengawasi pemuda terpilih tersebut.
Anak buah
panglima Drakula sudah dekat dengan pemuda terpilih dan akan menyerang pemuda
yang akan menjadi pejuang. Konsentrasi Kesatria
Langit menjadi terpecah. Mau gak mau Kesatria Langit meninggalkan pertarungan dan pergi
ke pemuda yang terpilih. Panglima Drakula tidak mau melepaskan Kesatria Langit agar anak
buahnya bisa membunuh pemuda tersebut.
Pelarian Kesatria
Langit menjadi semakin sulit. Panglima Drakula
mengeluarkan tembakan dari senjatanya untuk
menghalangi Kesatria Langit.
Sesekali Kesatria Langit menangkisnya.
“Jangan lari terus dasar
pengecut,” kata panglima Drakula.
“Yang pengecut kamu
panglima Drakula,”
jawab Kesatria Langit.
“Dasar sial,” sahut panglima
Drakula dengan marah.
“Kalau begini terus Aku
tidak sempat menyelamatkan pemuda tersebut,”
gerutu Kesatria Langit.
Kesatria
Langit mulai mengucapkan mantra untuk membuka gerbang dimensi. Dengan sekejab Kesatria Langit menghilang.
Panglima Drakula kebingungan mencari Kesatria
Langit yang tiba-tiba menghilang dari pengamatannya.
“Dasar sial kamu Kesatria Langit,” kata panglima Drakula
dengan sangat marah sekali.
Dengan
percepatan di dalam dimensi
Kesatria Langit berhasil tepat
di hadapan pemuda tersebut. Yang
mengalami kesulitan karena di serang monster Tikus. Kesatria Langit menghajarnya
monster Tikus dengan sebuah
terjangan yang mematikan yang membuat monster Tikus terpental jauh. Dan
berusaha ingin bangkit dari tempat
jatuhnya. Dengan segera Kesatria Langit membawa
Arjun pergi ketempat yang aman.
“Aku serahkan keris ini
kepada mu Arjun,”
kata Kesatria Langit berubah kembali menjadi Bima.
“Bagaimana kamu tahu
namaku padahal kita baru ketemu?
”
tanya Arjun.
“Sudah jangan banyak
bertanya. Lebih baik kamu menggunakan keris ini dan berubahlah senjadi seorang
pejuang yang melindungi perdamai dunia. Cepat sebelum para musuh itu datang
menyerang kita lagi,”
penjelasan Bima.
“Apa maksudnya?. Padahal baru ketemu kamu sudah bicara yang
aneh. Belum lagi monster tersebut akan segera menyerang kembali. Dasar sial
hari ini banyak sekali masalah,”
bingungnya Arjun dengan semua
kejadian ini.
Monster Tikus menemukan persembunyian Arjun dan Bima.
Menyerang mereka berdua.
“Cepat berubah Arjun !”
perintah Bima.
“Iya aku berubah. Gimana
caranya ?” Ujar Arjun.
“Tarik keris tersebut
dan baca mantranya berubah menjadi Kesatria
Petir,” kata Bima.
“Baiklah,” kata Arjun mengikuti semua perintah Bima.
Arjun
mulai melakukan perubahan. Saat melakukan perubahan wujud monster Tikus
berusaha untuk menghalangi perubahan tersebut. Kemudian Bima mengetahui bentuk
serangan monster Tikus menuju Arjun. Dengan sigap dan menghalangi monster
Tikus. Akhirnya Bima dan monster Tikus bertarung.
Karena
dengan kemampuan monster Tikus kelincahan
tubuhnya menghindari serangan Bima. Kemudian
menyerang menuju Arjun.
Perhitungan Bima tepat di saat bertarung dengan monster Tikus. Memberi waktu untuk
Arjun berubah. Kini
monster Tikus berhadapan dengan Kesaria Petir yang wujudnya seperti satria
di balut tameng besi seluruh tubuhnya dan membawa keris yang berubah menjadi
besar yang di taruh di sebelah kiri terikat di pinggangnya. Sedangkan di
sebelah kanan ada sebuah pistol yang terikat di pahanya Petir.
Arjun
dengan
kekuatan penuh siap bertarung. Kesatria Petir
meladeni semua serangan monster Tikus yang membabi buta. Monster Tikus geram karena semua
seranganya di tangkis dengan mudah, lalu
Kesatria Petir mengangkat senjatanya di
sebelah kanan. Di tembakan dengan kekuatan yang sangat dasyat. Berhasil menghancurkan monster Tikus.
Tiba-tiba
panglima Drakula mengetahui keberadaan
Bima. Meluncur
dengan kecepatan penuh dan
menghajar Bima dan Kesatria Petir. Karena geram
melihat anak buahnya mati di tangan Kesatria
Petir.
Panglima Drakula sangat marah dan menghajar Kesatria
Petir.
Dengan sergap Kesatria Petir menangkisnya.
Mengimbani serangan panglima Drakula dan tanpa banyak pikir di cabutnya keris
dari sarungnya yang di tempatkan di sebelah kiri. Di tebasnya panglima Drakula dengan
instingnya dalam pertarungan berhasil menghindari, tetapi serangan Kesatria Petir terlalu cepat.
Berhasil melukai panglima Drakula. Dalam pertarungan ini panglima Drakula
sadar bahwa ia
tidak akan menang. Akhirnya pergi dengan kekalahan yang sangat memalukan
buatnya.
Kesatria Petir
kembali kewujudnya semula, lalu
menyerahkan keris kepada Bima.
“Keris tersebut
buat kamu. Untuk melindungi dunia ini dari serangan bangsa Darko,” kata Bima.
“Jika maunya seperti
itu. Aku akan berusaha sebaik
mungkin memakainya untuk menjaga perdamai dunia dari serangan musuh yang ingin
menghancurkannya,”
jawab Arjun dengan penuh ketenangan dari jiwa dan raganya.

0 komentar:
Post a Comment