KESATRIA PETIR

Posted By Cerpen universal on Sunday, August 30, 2015 | August 30, 2015

KESATRIA PETIR

Datang dari dunia lain mencari orang yang terpilih yang mampu menggunakan keris. Menyimpan kekuatan yang sanga luar biasa. Bima terbang ke sana dan kesini untuk mendapatkan orang yang terpilih tersebut sebelum bangsa  Darko  berencana menyerang bumi untuk menguasainya. Pencarian Bima tak berhenti sampai pada satu pilihan dengan seorang pemuda yang baik hati. Berdasarkan data pengamatan selama beberapa hari hanya pemuda tersebut  sebagai kandidat paling tepat.

Bima bergegas untuk memberikan keris tersebut. Sebelum dimana hari penyerangan. Ternyata perhitungan Bima salah mengenai waktu penyerangan bumi. Bangsa Darko sudah hadir tepat di hadapan Bima. Sangat terkejutnya Bima salah satu anak buahnya  di tangkap oleh panglima perang Drakula. Kemudian membunuh  anak buahnya Bima di hadapannya.

“Rencana mu sekarang sudah hancur Bima kamu datang ke dunia ini lebih dulu dari rencana bangsa Darko. Untuk menemukan pejuang yang hidup di dunia ini yang akan menghalangi bangsa Darko untuk menguasai dunia ini,” kata pangkima Drakula.

Salah kamu panglima Drakula, Aku telah menemukanya pejuang tersebut,” jawab Bima.

“Sialan ternyata kerjamu cepat juga. Pada hal aku telah membunuh anak buah mu tetap saja kamu tidak takut. Malah menunjukkan pejuang yang menghalangi jalan bangsa Darko untuk menguasai dunia ini,” sahut panglima Drakula.

“Kalau tidak bertindak cepat maka kemungkinan kehancuran dunia ini semakin besar,” ujar Bima.

“Dasar brensek. Serang pasukan Darko !” perintah panglima Drakula.

Dengan mode petarungan Bima berubah wujud menjadi Kesatria Langit siap melawan pasukan Darko. Serangan yang di lancarkan para pasukan Darko bertubi-tubi tanpa henti. Tidak membuat Kesatria Langit gentar. Malah menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kemudian panglima Drakula geram karena pasukanya satu persatu kalah. Membuat panglima marah dan menyerang Kesatria Langit dengan sangat brutal.

Dengn penuh tenang dan gagah berani Kesatria Langit menghadapi semua serangan dari panglima Drakula dan menangkisnya. Pertarungan pun seimbang diantara ke duanya. Tiba-tiba Kesatria Langit menjadi terdesak karena musuh main curang. Ternyata rencana diam-diam panglima Drakula hanya pengalihan dalam pertarungan ini untuk  membuat lengah Kesatria Langit dalam mengawasi  pemuda terpilih  tersebut.

Anak buah panglima Drakula sudah dekat dengan pemuda terpilih dan akan menyerang pemuda yang akan menjadi pejuang. Konsentrasi Kesatria Langit menjadi terpecah.  Mau gak mau Kesatria Langit meninggalkan pertarungan dan pergi ke pemuda yang terpilih. Panglima Drakula tidak mau melepaskan Kesatria Langit agar anak buahnya  bisa membunuh pemuda tersebut.

Pelarian Kesatria Langit menjadi semakin sulit. Panglima Drakula mengeluarkan tembakan dari senjatanya untuk menghalangi Kesatria Langit. Sesekali Kesatria Langit menangkisnya.

“Jangan lari terus dasar pengecut, kata panglima Drakula.

“Yang pengecut kamu panglima Drakula,” jawab Kesatria Langit.

“Dasar sial,” sahut panglima Drakula dengan marah.

“Kalau begini terus Aku tidak sempat menyelamatkan pemuda tersebut,” gerutu Kesatria Langit.

Kesatria Langit mulai mengucapkan mantra untuk membuka gerbang dimensi. Dengan sekejab Kesatria Langit menghilang. Panglima Drakula kebingungan mencari Kesatria Langit yang tiba-tiba menghilang dari pengamatannya.

“Dasar sial kamu Kesatria Langit, kata panglima Drakula dengan sangat marah sekali.

Dengan percepatan di dalam dimensi Kesatria Langit berhasil tepat di hadapan pemuda tersebut. Yang mengalami kesulitan karena di serang monster Tikus. Kesatria Langit menghajarnya monster Tikus dengan sebuah terjangan yang mematikan yang membuat monster Tikus terpental jauh. Dan berusaha  ingin bangkit dari tempat jatuhnya. Dengan segera Kesatria Langit membawa Arjun pergi ketempat  yang aman.

“Aku serahkan keris ini kepada mu Arjun,” kata Kesatria Langit berubah kembali menjadi Bima.

“Bagaimana kamu tahu namaku padahal kita baru ketemu? ” tanya Arjun.

“Sudah jangan banyak bertanya. Lebih baik kamu menggunakan keris ini dan berubahlah senjadi seorang pejuang yang melindungi perdamai dunia. Cepat sebelum para musuh itu datang menyerang kita lagi,” penjelasan Bima.

“Apa maksudnya?.  Padahal baru ketemu kamu sudah bicara yang aneh. Belum lagi monster tersebut akan segera menyerang kembali. Dasar sial hari ini banyak sekali masalah,bingungnya Arjun dengan semua kejadian ini.

Monster  Tikus menemukan persembunyian Arjun dan Bima. Menyerang  mereka berdua.

“Cepat berubah Arjun !” perintah Bima.

“Iya aku berubah. Gimana caranya ?” Ujar Arjun.


“Tarik keris tersebut dan baca mantranya berubah menjadi Kesatria Petir,” kata Bima.

“Baiklah,” kata Arjun mengikuti semua perintah Bima.

Arjun mulai melakukan perubahan. Saat melakukan perubahan wujud monster Tikus berusaha untuk menghalangi perubahan tersebut. Kemudian Bima mengetahui bentuk serangan monster Tikus menuju Arjun. Dengan sigap dan menghalangi monster Tikus. Akhirnya Bima dan monster Tikus bertarung.

Karena dengan kemampuan monster Tikus kelincahan tubuhnya menghindari serangan Bima. Kemudian menyerang  menuju Arjun.  Perhitungan Bima tepat di saat  bertarung dengan monster Tikus. Memberi waktu untuk Arjun berubah. Kini monster Tikus berhadapan dengan  Kesaria Petir yang wujudnya seperti satria di balut tameng besi seluruh tubuhnya dan membawa keris yang berubah menjadi besar yang di taruh di sebelah kiri terikat di pinggangnya. Sedangkan di sebelah kanan ada sebuah pistol yang terikat di pahanya Petir.

Arjun dengan kekuatan penuh siap bertarung. Kesatria Petir meladeni semua serangan monster Tikus yang membabi buta. Monster Tikus geram karena semua seranganya  di tangkis dengan mudah, lalu Kesatria Petir mengangkat senjatanya di sebelah kanan. Di tembakan dengan kekuatan yang sangat dasyat.  Berhasil menghancurkan monster Tikus.

Tiba-tiba panglima Drakula mengetahui keberadaan Bima. Meluncur dengan kecepatan penuh dan  menghajar  Bima dan Kesatria Petir. Karena geram melihat anak buahnya mati di tangan Kesatria Petir. Panglima Drakula sangat marah dan menghajar Kesatria Petir. Dengan sergap Kesatria Petir menangkisnya. Mengimbani serangan panglima Drakula dan tanpa banyak pikir di cabutnya keris dari sarungnya yang di tempatkan di sebelah kiri.  Di tebasnya panglima Drakula dengan instingnya dalam pertarungan berhasil menghindari, tetapi serangan Kesatria Petir terlalu cepat. Berhasil melukai panglima Drakula. Dalam pertarungan ini panglima Drakula sadar bahwa ia tidak akan menang. Akhirnya pergi dengan kekalahan yang sangat memalukan buatnya.

 Kesatria Petir kembali kewujudnya  semula, lalu menyerahkan keris kepada Bima.

“Keris tersebut buat  kamu. Untuk melindungi  dunia ini dari serangan bangsa Darko,” kata Bima.

“Jika maunya seperti itu. Aku akan berusaha sebaik mungkin memakainya untuk menjaga perdamai dunia dari serangan musuh yang ingin menghancurkannya,” jawab Arjun dengan penuh ketenangan dari jiwa dan raganya.
Blog, Updated at: August 30, 2015

0 komentar:

Post a Comment