TEMAN

Posted By Cerpen universal on Friday, May 15, 2015 | May 15, 2015

TEMAN

Ring....ring suara  jam weker berbunyi. Dalam keadan setengah sadar John mengambilnya jam weker di meja sebelah kanan dari tempa tidurnya, lalu John memastikan jam dengan mata yang sayup-sayub kemudian di matikannya  jam weker dan di taruh kembali ke tempatnya. John tidak beraksi apa pun. Masih saja tidur kembali.  Beberapa saat John terkejut dan memastikan kembali jam berapa. Ternyata  kesiyangan dengan segera John bangkit dari tempat tidur bergegas mandi, lalu memakai pakaian kerja. Bergegas mengeluarkan motornya  tuanya dan pergi menuju tempat kerja dengan kecepatan maksimal. Sampai di pertigaan biasanya ada polisi. John memeriksa alat kelengkapanya. Ternyata John lupa karena keburu-buru.

Helm ketinggalan John kebingungan dibuat keadaan. John menggambil jalan alternatif. Masuk kedalam gang kecil, melewati pinggir kali lalu masuk kepertigaan dekat jembatan dan akhirnya finis di gang tembusan di pemukiman pembungan sampah. John berhasil menghindari polisi. Melaju dengan santai sampai ketempat kerjaan.

Di tempat kerjaan John segera memarkirkan motornya, lalu dengan segera menghadap bos pemilik kafe.  Boy temannya John yang menolongnya masuk ketempat kerjaan menggeleng kepala dengan kebiasannya. 

“Maaf boy,” Kata John.

“Ya udah sana ke kantor dulu sudah di tunggu  pak bos,” kata Boy.

Di dalam kantor pak bos sudah menunggu John. Kemudian bos menjelaskan semua kerjaan yang akan di laksanakan John. Kemudian dalam pembicaraan Boy masuk dengan membawakan seragam kerja dan pak bos menyuruh John berganti pakaian di ruang ganti. Juga pak bos menyuruh Boy untuk membimbing John dalam kerjaan di hari pertamanya.

John segera berganti pakaian. Setelah bergantian John di suruh masuk dalam barisan. Seperti biasanya pak bos sedikit memberikan masukkan agar kerja jadi tertib dan rapih. Agar pelanggan puas dengan pelayan kafe dan memperkenal kawan baru yang baru bergabung di kafe nexus.  Setelah berbicara panjang lebar  semua kembali ketempat masing-masing.

John anak baru di beri pekerjaan yang ringan dulu agar bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja. Dengan memperhatikan para pekerja lain. John senang karena dia bisa kerja. Karena semenjak lulus sekolah John memberanikan diri merantau ke kota untuk bisa mengubah kehidupanya. Sebenarnya John kuliah karena ada masalah ekonomi jadi memilih berhenti kuliah. Karena ekonomi juga belum bisa bayar kontrakan selama dua bulan. Dalam keadaan sulit sebenarnya John sebenarnya ingin menjual motornya untuk membayar kontrakan. Kalau di jual John gak bisa makan. Motor bututnya banyak menolongnya John ngojek. Memang sih kalah dengan motor pengojek yang lain bagus, tapi demi menyambung hidup John telan pahit-pahit orang-orang yang mengejeknya.

Karena pemilik kontrakan pengertian maka diberi waktu sebulan untuk melunasi semuanya. Pada saat kejadian di lalah Boy datang menawarkan John kerjaan. Juga membayarkan kontrakan yang dua bulan. Ibu kontrakan seneng karena sudah di bayar. Setelah kejadian itu John sangat bertrimakasih kepada teman baiknya.  John banyak belajar dari temanya Boy yang duluan merantau juga berhasil membiaya hidupnya sendiri. Boy anak yang baik, pekerja keras, dan juga tidak memilih dalam pekerjaan.  Yang di pikirkan boy yang penting pekerjaan tersebut menghasilkan sesuatu selain uang yaitu pengalaman.

”Pelan-pelan pasti," nasehat  boy yang selalu  berikan kepada John.


****
Hari ini melelahkan buat John awalnya disuruh untuk mengerjakan pekerjaan ringan-ringan saja. Lebih cenderung mengamati dan membantu pekerjaan teman yang lain. Karena  banyak pelanggan yang datang di kafe nexus. John dengan sergap memberikan pelayan yang baik. John cepat belajar. Pak bos senang dengan kerjaan John begitu juga dengan temannya Boy. Waktu berlalu dengan cepat. Siang berganti malam. Kafe akhirnya tutup. John pulang ke kontrakannya begitu dengan yang lain. Dalam perjalan pulang tiba-tiba motornya mogok. Mau gak mau memperbaiki dulu.

“Paling businya  masalah,” celotehn John.


John sudah paham dengan masalah dengan motor tuanya yang selalu buat masalah. Motornya kembali hidup baru berjalan sebentar. Eh lagi-lagi mogok. Kembali John memperbaiki motornya. Akhirnya berhasil hidup lagi. Tiba-tiba ada seorang gadis minta tolong.

“Tolong saya, saya di kejar-kejar orang,” Kata gadis.

John memperhatikan datangnya cewek tersebut. ternyata  dua orang yang bertampang menyeramkan datang kearah John. Kemudian John menyuruh gadis itu naik. Dengan segera John mengegas motornya. Dengan ngebut John mengendarai motornya.

“Woy tunggu dulu,” Teriak dua penjahat itu.

John tidak memperdulikan terikan tersebut. yang terpenting selamat dulu. Sesampainya di kotrakan.

“Siapa bak ini. Kenapa orang-orang itu mengejar embak?” tanya John.

“Jangan panggil embak dong. Panggil Elisabet dan juga kayanya kita seumuran. Oh ya  orang yang mengejar tadi itu para penjahat  yang dikirim untuk menculik saya.”

Mendengarkan penjelasan Elisabet dengan seksama John mulai paham.

“Jadi Elisabet tinggal dimana. Saya anterin kalau di sini jadi masalah nanti?” tanya John.

“Saya nginep sini aja masalahnya masih takut. Tolong saya besok pasti saya pulang deh,” Kata Elisabet.

Sebenarnya ragu untuk memberikan tumpangan. Yang paling John takuti apa kata orang anak bujang tinggal sama gadis satu tempat tinggal. Karena John iba dengan keadaan Elisabet. Mau gak mau John menanggung masalah itu.

Mereka berdua berajak dari tempat menuju kotrakan. John mempersilakan Elisabet masuk.

“Maaf keadaan seperti ini maklum kotrakan anak bujang,” kata John.

“Gak apa-apa.  Tempatnya lumayan dan juga saya bertrimakasih sudah diberikan tempat tinggal,” kata Elisabet.

“Oh ya sebentar saya tinggal dulu. Saya mau lapor dulu sama RT agar tidak jadi masalah,”  kata John sambil membereskan keadaan kontrakannya yang berantakan.

“Oh ya,” Kata Elisabet dengan mengangguk

John keluar dari kontrakan melapor RT juga pergi ke warung untuk membeli sedikit makan untuk Elisabet. Setelah urusan selesai John kembali kekontrakan. Dengan segera ia menyiapkan makanan yang baru ia beli. Elisabet memakan dengan lahap karena kelaparan selama seharian dikejar dua penjahat. John juga makan menemani Elisabet. Hari makin larut John mempersilakan Elisabet tidur di kamar dan John memilih di luar kontrakan.

John gak mau jadi bahan pergunjingan tetangga. Maka John memilih tidur di kursi depan. Walaupun RT tahu kalau di dalam kontrakan John ada tamu menginap dan juga beberapa tetangga.

****
Pagi-pagi John bangun ia tidak mau kesiangan. Dilihat kontrakannya bersih belum lagi pakaian kerjanya bersih dan rapi.  John terkejut dibuat oleh Elisabet. Tujuan membereskan semuanya semata-mata hanya berterima kasih kepada John, lalu John memahami perbuatan Elisabet dan memakluminya walaupun sedikit malu dan ganjil di perbuat oleh Elisabet. Tapi buat John tidak apa-apa malahan bersyukur ada yang bantuin  untuk membereskan kontrakan Segera John bergegas untuk pergi kerja sekalian nganterin Elisabet pulang.

Elisabet menujukkan di mana rumahnya. John dengan tanggap mengantarkan tujuan Elisabet. Perjalan cukup jauh. Akhirnya sampai juga di rumah Elisabet. Dilihat dengan mata kepalanya ternyata rumahnya besar sekali. Sebenarnya Elisabet menyuruhnya mampir. karena John harus kerja jadi menolak tawaran Elisabet.

Semenjak kejadian tersebut Elisabet dan John berteman baik. Terkadang beberapa kali Elisabet mampir di tempat kerjaan John. Bukan untuk merepotkan John lagi tapi hanya sekedar makan dan minum untuk menikmati hari.

Kehidupan John mulai setabil. Semenjak itu John mulai mengatur kembali jam kerjanya. John kembali berkuliah untuk meneruskan cita-citanya. Perasaan itu timbul antara Elisabet dan John  karena sering bertemu dan saling berbagi bersama. Akhirnya John memutuskan untuk berpacaran dengan Elisabet. Kemudian Elisabet menerimanya dengan penuh keyakinan karena John anak yang baik.

Blog, Updated at: May 15, 2015

0 komentar:

Post a Comment