TEMAN
Helm ketinggalan John kebingungan dibuat keadaan. John menggambil jalan alternatif. Masuk kedalam gang kecil, melewati pinggir kali lalu masuk kepertigaan dekat jembatan dan akhirnya finis di gang tembusan di pemukiman pembungan sampah. John berhasil menghindari polisi. Melaju dengan santai sampai ketempat kerjaan.
Di tempat kerjaan John
segera memarkirkan motornya, lalu dengan segera menghadap bos pemilik
kafe. Boy temannya John yang menolongnya
masuk ketempat kerjaan menggeleng kepala dengan kebiasannya.
“Maaf boy,” Kata John.
“Ya udah sana ke
kantor dulu sudah di tunggu pak bos,”
kata Boy.
Di dalam kantor pak bos
sudah menunggu John. Kemudian bos menjelaskan semua kerjaan yang akan di laksanakan
John. Kemudian dalam pembicaraan Boy masuk dengan membawakan seragam kerja dan pak bos menyuruh John berganti pakaian di ruang ganti. Juga pak bos menyuruh Boy
untuk membimbing John dalam kerjaan di hari pertamanya.
John segera berganti
pakaian. Setelah bergantian John di suruh masuk dalam barisan. Seperti biasanya
pak bos sedikit memberikan masukkan agar kerja jadi tertib dan rapih. Agar
pelanggan puas dengan pelayan kafe dan memperkenal kawan baru yang baru
bergabung di kafe nexus. Setelah berbicara
panjang lebar semua kembali ketempat
masing-masing.
John anak baru di beri
pekerjaan yang ringan dulu agar bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Dengan memperhatikan para pekerja lain. John senang karena dia bisa kerja.
Karena semenjak lulus sekolah John memberanikan diri merantau ke kota untuk
bisa mengubah kehidupanya. Sebenarnya John kuliah karena ada masalah ekonomi
jadi memilih berhenti kuliah. Karena ekonomi juga belum bisa bayar kontrakan
selama dua bulan. Dalam keadaan sulit sebenarnya John sebenarnya ingin menjual
motornya untuk membayar kontrakan. Kalau di jual John gak bisa makan. Motor
bututnya banyak menolongnya John ngojek. Memang sih kalah dengan motor pengojek
yang lain bagus, tapi demi menyambung hidup John telan pahit-pahit orang-orang
yang mengejeknya.
Karena pemilik
kontrakan pengertian maka diberi waktu sebulan untuk melunasi semuanya. Pada
saat kejadian di lalah Boy datang menawarkan John kerjaan. Juga membayarkan
kontrakan yang dua bulan. Ibu kontrakan seneng karena sudah di bayar. Setelah kejadian itu John
sangat bertrimakasih kepada teman baiknya.
John banyak belajar dari temanya Boy yang duluan merantau juga berhasil
membiaya hidupnya sendiri. Boy anak yang baik, pekerja keras, dan juga tidak
memilih dalam pekerjaan. Yang di
pikirkan boy yang penting pekerjaan tersebut menghasilkan sesuatu selain uang
yaitu pengalaman.
”Pelan-pelan pasti," nasehat boy yang selalu berikan kepada John.
****
Hari ini melelahkan
buat John awalnya disuruh untuk mengerjakan pekerjaan ringan-ringan saja. Lebih
cenderung mengamati dan membantu pekerjaan teman yang lain. Karena banyak pelanggan yang datang di kafe nexus.
John dengan sergap memberikan pelayan yang baik. John cepat belajar. Pak bos
senang dengan kerjaan John begitu juga dengan temannya Boy. Waktu berlalu dengan
cepat. Siang berganti malam. Kafe akhirnya tutup. John pulang ke kontrakannya
begitu dengan yang lain. Dalam perjalan pulang tiba-tiba motornya mogok. Mau
gak mau memperbaiki dulu.
“Paling businya masalah,” celotehn John.
John sudah paham dengan
masalah dengan motor tuanya yang selalu buat masalah. Motornya kembali hidup baru berjalan sebentar.
Eh lagi-lagi mogok. Kembali John memperbaiki motornya. Akhirnya berhasil hidup
lagi. Tiba-tiba ada seorang gadis minta tolong.
“Tolong saya, saya di
kejar-kejar orang,” Kata gadis.
John memperhatikan
datangnya cewek tersebut. ternyata dua
orang yang bertampang menyeramkan datang kearah John. Kemudian John menyuruh
gadis itu naik. Dengan segera John mengegas motornya. Dengan ngebut John
mengendarai motornya.
“Woy tunggu dulu,”
Teriak dua penjahat itu.
John tidak
memperdulikan terikan tersebut. yang terpenting selamat dulu. Sesampainya di
kotrakan.
“Siapa bak ini. Kenapa
orang-orang itu mengejar embak?” tanya John.
“Jangan panggil embak
dong. Panggil Elisabet dan juga kayanya kita seumuran. Oh ya orang yang mengejar tadi itu para
penjahat yang dikirim untuk menculik
saya.”
Mendengarkan penjelasan
Elisabet dengan seksama John mulai paham.
“Jadi Elisabet tinggal
dimana. Saya anterin kalau di sini jadi masalah nanti?” tanya John.
“Saya nginep sini aja
masalahnya masih takut. Tolong saya besok pasti saya pulang deh,” Kata
Elisabet.
Sebenarnya ragu untuk
memberikan tumpangan. Yang paling John takuti apa kata orang anak bujang
tinggal sama gadis satu tempat tinggal. Karena John iba dengan keadaan
Elisabet. Mau gak mau John menanggung masalah itu.
Mereka berdua berajak dari
tempat menuju kotrakan. John mempersilakan Elisabet masuk.
“Maaf keadaan seperti
ini maklum kotrakan anak bujang,” kata John.
“Gak apa-apa. Tempatnya lumayan dan juga saya bertrimakasih
sudah diberikan tempat tinggal,” kata Elisabet.
“Oh ya sebentar saya
tinggal dulu. Saya mau lapor dulu sama RT agar tidak jadi masalah,” kata John sambil membereskan keadaan
kontrakannya yang berantakan.
“Oh ya,” Kata Elisabet dengan mengangguk
John keluar dari
kontrakan melapor RT juga pergi ke warung untuk membeli sedikit makan untuk
Elisabet. Setelah urusan selesai John kembali kekontrakan. Dengan segera ia
menyiapkan makanan yang baru ia beli. Elisabet memakan dengan lahap karena
kelaparan selama seharian dikejar dua penjahat. John juga makan menemani
Elisabet. Hari makin larut John mempersilakan Elisabet tidur di kamar dan John
memilih di luar kontrakan.
John gak mau jadi bahan
pergunjingan tetangga. Maka John memilih tidur di kursi depan. Walaupun RT tahu
kalau di dalam kontrakan John ada tamu menginap dan juga beberapa tetangga.
****
Pagi-pagi John bangun
ia tidak mau kesiangan. Dilihat kontrakannya bersih belum lagi pakaian kerjanya
bersih dan rapi. John terkejut dibuat
oleh Elisabet. Tujuan membereskan semuanya semata-mata hanya berterima kasih
kepada John, lalu John memahami perbuatan Elisabet dan memakluminya walaupun
sedikit malu dan ganjil di perbuat oleh Elisabet. Tapi buat John tidak apa-apa
malahan bersyukur ada yang bantuin untuk
membereskan kontrakan Segera John bergegas untuk pergi kerja sekalian nganterin
Elisabet pulang.
Elisabet menujukkan di
mana rumahnya. John dengan tanggap mengantarkan tujuan Elisabet. Perjalan cukup
jauh. Akhirnya sampai juga di rumah Elisabet. Dilihat dengan mata kepalanya
ternyata rumahnya besar sekali. Sebenarnya Elisabet menyuruhnya mampir. karena
John harus kerja jadi menolak tawaran Elisabet.
Semenjak kejadian
tersebut Elisabet dan John berteman baik. Terkadang beberapa kali Elisabet mampir
di tempat kerjaan John. Bukan untuk merepotkan John lagi tapi hanya sekedar makan
dan minum untuk menikmati hari.
Kehidupan John mulai
setabil. Semenjak itu John mulai mengatur kembali jam kerjanya. John kembali
berkuliah untuk meneruskan cita-citanya. Perasaan itu timbul antara Elisabet
dan John karena sering bertemu dan saling
berbagi bersama. Akhirnya John memutuskan untuk berpacaran dengan Elisabet. Kemudian
Elisabet menerimanya dengan penuh keyakinan karena John anak yang baik.


0 komentar:
Post a Comment