BENDA TERBANG

Posted By Cerpen universal on Friday, May 15, 2015 | May 15, 2015


BENDA TERBANG

Malam semakin larut. Keadaan di sekitar perkampungan semakin tenang. Toto, Dudung,  dan Yongki dapat jatah untuk ronda. Mereka berkeliling mengitari perkampungan. Sambil bercerita banyak hal untuk menghilangan kejenuhan dari meraka. Tiba Toto dari kejauhan melihat sebuah benda terbang berwarna putih.  Dudung dan Yongki tidak melihatnya. Mereka terlalu sibuk ngobrol masalah pribadi mereka. Sambil memberikan masukan. Setelah melihat benda terbanng itu Toto terdiam kaku. Tidak bergerak sedikit pun. Akhirnya tertingal jauh dengan Dudung dan Yongki. Kesibukan mereka berdua ngobrol tidak memperhatikan temannya.


“Kemana Toto?” tanya Yongki.

“Lo kemana Toto, padahal tadi bareng kita?” terkejutnya  Dudung.

Mereka mencari toto. Sambil memanggil namanya. Dudung dari kejauhan Toto terdiam seperti patung.

“Di sana Toto......Yong?" kata Dudung.

 Kemudian Yonki dan Dudung menghampiri temanya.

“Hai To, kenapa berhenti di sini?” tanya Dudung.

“Kamu ini kenapa Toto. Diam dan membeku seperti ini?” tanya juga Yongki.

Toto masih terdiam saja. Keluar keringat dingin dari tubuh Toto.  Mukanya pucat masam. Berkali-kali teman-temannya menanyakan keadaannya. Akhirnya Toto mau berbicara.  Suasana hatinya mulai reda karena ada teman-temannya yang mengkhawatirkanya.

“Tadi saya melihat benda terbang di sana,” kata Toto.

“Mana gak ada,” jawab Dudung.

“Iya gak ada. Salah liat kamu paling itu kalong kali yang terbang. Jangan yang aneh-aneh Toto,” sahut Yongki.

 “Benaran  di sana ada benda terbang,” kata Toto.

Teman-temannya tidak percaya apa yang dilihat Toto. Walaupan Toto berusaha untuk menyakinkan teman-temannya.

“Kalau begitu kita kesana saja. Buktiin saja apa yang dilihat Toto?,” sahut Yongki dengan semangat membara.

“Ayo kita kesana saja untuk memastikan semuanya,” jawab Dudung dengan ke ingin tahuannya.

Toto masih saja tidak mau kesana karena ketakutanya. Dibujuk teman-temanya untuk membuktikan apa yang dilihat toto. Dengan perlahan-lahan mereka berdua ketempat yang di tunjuk Toto. Sampai tempat tersebut. Mereka bertiga melihat sekeliling tidak melihat benda yang dilihat Toto. Tiba-tiba Yonki  melihat sekelebat  orang berlari dari rumah pak Heru dengan membawa sebuah buntelan.  Dudung juga melihatnya begitu juga dengan Toto. Kemudian mereka mengejarnya sambil berteriak maling. Suasana kampung yang tadinya tenang menjadi gemuruh. Warga pada keluar dari rumah kemudian mengejar maling.

Maling kebingungan karena tidak tanduknya  ketahuan warga. Maling berlari sekuat tenaga  keluar dari pemukiman kampung. Warga  terus mengejar  maling. Akhirnya maling terdesak, kemudian bersembunyi di sebuah pohon besar. Sambil  waspada maling menghilangkan sejenak  rasa letihnya. mulai mengatur pernapasanya yang tersenga-senga  karena berlari sekuat tenaga.  Agar tidak tertangkap warga.

“Selamet para warga pergi kesana. Mereka gak tahu kalu  saya sembunyi disini.” celoteh si maling.

Tiba-tiba si maling merasakan sesuatu di belakangnya.

“Ampun...ampun tolong jangan di gemukin. Ni barang hasil rampokan saya,” kata maling.

Maling ketakutan karena kepergok. Maling belum melihat dengan jelas siapa yang di belakang. Ketika dia menoleh.

“Setan......,” teriak maling.

Maling pun pingsan melihat makluk yang sangat menyeramkan di depan matanya.

Warga mendengar teriakan tersebut bergegas mencari. Akhirnya yang menemukan pak Jon yang menemukan maling pingsan di bawah pohon beringin. pak Jon memanggil warga yang lain. Segera mengangkat maling dan di bawa kekantor polisi. Toto dan kawan-kawan akhirnya kembali ketempat pos penjagaan. Sambil membicarakan masalahnya mereka tadi.

“Mana toto gak ada kan benda terbang itu,” kata Yonki.

“Bener itu kata yongki gak ada tuh To. Salah lihat kali. Malahan maling yang kita lihat,” sahut Dudung.

“Benaran saya melihatnya,” Kata Toto sambil menegaskan.

Kembali Toto melihat benda terbang berwarna putih tersebut dengan jelas di depan matanya.

“Se…se…..tan,” kata Toto dengan suara samar.

Toto pingsan setelah melihat makluk tersebut. teman-temanya terkejut dan berusaha menyadarkannya.

“Hei To kenapa kamu?” sahut mereka berdua.

Kemudian Yongki  melihat ketempat dimana Toto melihat. Begitu juga Dudung.

“Se.....setan,” serempak mereka berdua berteriak.

Yongki dan Dudung akhirnya pingsan juga di pos ronda.
Blog, Updated at: May 15, 2015

0 komentar:

Post a Comment