BENDA TERBANG
“Kemana Toto?” tanya Yongki.
“Lo kemana Toto, padahal tadi
bareng kita?”
terkejutnya Dudung.
Mereka mencari toto. Sambil memanggil
namanya. Dudung dari kejauhan Toto
terdiam seperti patung.
“Di sana Toto......Yong?" kata Dudung.
Kemudian Yonki dan Dudung menghampiri
temanya.
“Hai To, kenapa berhenti di
sini?” tanya Dudung.
“Kamu ini
kenapa Toto. Diam dan membeku
seperti ini?” tanya juga Yongki.
Toto masih
terdiam saja. Keluar keringat dingin dari tubuh Toto.
Mukanya pucat masam. Berkali-kali teman-temannya menanyakan keadaannya. Akhirnya Toto mau berbicara. Suasana hatinya mulai reda karena ada
teman-temannya yang mengkhawatirkanya.
“Tadi saya
melihat benda terbang di sana,” kata Toto.
“Mana gak ada,” jawab Dudung.
“Iya gak ada.
Salah liat kamu paling itu kalong kali yang terbang. Jangan yang aneh-aneh Toto,” sahut Yongki.
“Benaran
di sana ada benda terbang,” kata Toto.
Teman-temannya tidak
percaya apa yang dilihat Toto.
Walaupan Toto berusaha untuk menyakinkan
teman-temannya.
“Kalau begitu
kita kesana saja.
Buktiin saja apa yang
dilihat Toto?,” sahut Yongki dengan semangat
membara.
“Ayo kita
kesana saja untuk memastikan semuanya,” jawab Dudung dengan ke ingin tahuannya.
Toto masih saja
tidak mau kesana karena ketakutanya. Dibujuk teman-temanya untuk membuktikan
apa yang dilihat toto. Dengan perlahan-lahan mereka berdua ketempat yang di
tunjuk Toto. Sampai tempat
tersebut. Mereka
bertiga melihat sekeliling tidak melihat benda yang dilihat Toto. Tiba-tiba Yonki melihat sekelebat orang berlari dari rumah pak Heru dengan membawa
sebuah buntelan. Dudung juga melihatnya
begitu juga dengan Toto.
Kemudian mereka mengejarnya sambil berteriak maling. Suasana kampung yang
tadinya tenang menjadi gemuruh. Warga pada keluar dari rumah kemudian mengejar
maling.
Maling
kebingungan karena tidak tanduknya
ketahuan warga. Maling berlari sekuat tenaga keluar dari pemukiman kampung. Warga terus mengejar maling.
Akhirnya maling
terdesak, kemudian bersembunyi di sebuah
pohon besar. Sambil waspada maling
menghilangkan sejenak rasa letihnya. mulai mengatur
pernapasanya yang tersenga-senga karena
berlari sekuat tenaga. Agar tidak
tertangkap warga.
“Sela…met para warga pergi
kesana. Mereka gak tahu kalu saya
sembunyi disini.” celoteh si maling.
Tiba-tiba si
maling merasakan sesuatu di belakangnya.
“Ampun...ampun tolong
jangan di gemukin. Ni barang hasil rampokan saya,” kata maling.
Maling ketakutan
karena kepergok. Maling belum melihat dengan jelas siapa yang di belakang.
Ketika dia menoleh.
“Setan......,”
teriak maling.
Maling pun
pingsan melihat makluk yang sangat menyeramkan di depan matanya.
Warga mendengar
teriakan tersebut bergegas mencari. Akhirnya yang menemukan pak Jon yang menemukan
maling pingsan di bawah pohon beringin. pak
Jon memanggil warga yang
lain. Segera mengangkat maling dan di
bawa kekantor polisi. Toto
dan kawan-kawan akhirnya kembali ketempat pos penjagaan. Sambil membicarakan
masalahnya mereka tadi.
“Mana toto gak ada kan benda terbang itu,” kata Yonki.
“Bener
itu kata yongki gak ada tuh To. Salah lihat kali. Malahan maling yang
kita lihat,” sahut Dudung.
“Benaran saya
melihatnya,” Kata Toto
sambil menegaskan.
Kembali Toto melihat benda terbang berwarna putih tersebut dengan
jelas di depan matanya.
“Se…se…..tan,” kata Toto dengan suara samar.
Toto pingsan setelah melihat makluk tersebut. teman-temanya
terkejut dan berusaha menyadarkannya.
“Hei To kenapa kamu?” sahut mereka berdua.
Kemudian
Yongki melihat
ketempat dimana Toto
melihat. Begitu juga Dudung.
“Se.....setan,”
serempak mereka berdua berteriak.


0 komentar:
Post a Comment