KERA
Jauh di dalam hutan ada
seorang anak tinggal bersama seorang kakek. Setiap hari seperti biasa Yujin di
suruh kakeknya untuk berlatih silat. Yujin rajin dalam menerima pelajaran yang
diberikan. Berusaha keras melatih
dirinya untuk bisa mengalahkan kakeknya. Kakeknya lawan yang tangguh. Sekeras apa pun Yujin
tidak pernah sekali pun menang dari kakeknya.
Hari ini pun seperti itu. pertarungan kakek dan cucunya di pinggir danau.
Dengan gigihnya Yujin menyerang kakeknya. Dengan mudah kakeknya menangkisnya.
Petarungan semakin sengit Yujin mulai mengeluarkan tenaga dalamnya untuk
menjebol pertahan kakeknya. Dengan mengepalkan
kedua tangannya, lalu berteriak mengucap nama jurus tersebut " tinju petir." Kemudian
diarah kan kedepan kakeknya. Keluarlah
sebuah energi yang berbentuk seperti cahaya putih. Kakek terkejut
padahal Yujin belum belajar kekuatan tersebut. kakeknya dengan sergap membuat
energi perlindung agar bisa menangkis serangan Yujin.
Benturan kedua kekuatan
tersebut menjadi dasyat. Akhirnya keduanya terpental akibat efek dari
benturan kedua kekuatan itu. setelah pertarungan yang melelahkan tersebut
kakeknya dan Yujin istirahat untuk makan. Yujin di suruh untuk menyiapkan
semuanya. Yujin melakukan dengan senang hati di suruh kakeknya.
Yujin menangkap ikan di
danau dengan teknik yang di ajarkan kakeknya. Banyak ikan yang di tangkap Yujin.
Lalu Yujiin mencari buah-buahan kehutan. Dengan sergap Yujin memanjat pohon dan
berhasil mendapat buah-buahan. Setelah itu Yujin mulai memasak ikan, sayur,
umbi-umbian dan memasak air untuk menyeduh kopi kesukan kakek.
Semua makan sudah
selesai makan. Yujin menyajikan di meja
di pekarangan pondok. Kakeknya keluar dari pondok setelah berganti baju.
Mereka makan bersama dengan riang gembira.
Setelah makan kakeknya bertanya dimana Yujin belajar teknik tinju tenaga
dalam. Yujin menceritakan kepada kakeknya. Setelah makan Yujin dan kakek pergi
ketempat Yujin berlatih.
Sampai ke tempat Yujin
ceritakan. Kakek mempelajari semua
gambar dan tulisan yang ada di dinding dalam
gua. Kakek Yujin terkejut ada sebuah tulisan yang menjelaskan teknik terlarang
yang tidak boleh mempelajari sebelum mempelajari tahapanya. Maka orang yang berlatih
akan kerasukan.
“Yujin apa kamu
mempelajari teknik ini?” tanya kakeknya sambil menunjukkan gambar.
“Iya kakek. Semuanya sudah
saya pelajari,” jawab Yujin.
“Bener-bener gawat
ini. Kamu belum menyelesaikan tahapan yang di sini!,” kata kakeknya sambil menunjukkan
kesalahan Yujin.
“Saya tidak melakukan
tahapan teknik tersebut. karena kemarin gambarnya gak ada sih,” kata Yujin.
Kakeknya jadi bingung
cara untuk mencegah agar Yujin tidak terkena kutukan dari teknik terlarang.
Kakek mencari-cari sebuah tulisan atau gambar yang dapat mencegah kutukan
tersebut. Tiba-tiba Yujin mulai
mengalami kesakitan. Efek teknik tersebut mulai berreaksi dengan cepat. Yujin
kehilangan kesadaran. Energi kuat terpancar dalam tubuh Yujin. Aura kegelapan
tersebut makin membesar telihat sebuah
bayangan makluk. Dengan sekejab membuat sebuah ledakan dan kakek terpental jauh
dari tempat Yujin. Kakeknya ingin menyadarkan Yujin, tetapi sudah terlambat. Yujin
kini sudah menjadi makluk yang tertulis. Makluk tersebut bertubuh besar,
berwarna kuning, gigi yang tajam, dan memiliki ekor. Mirip seperti kera
Pertarungan terjadi
antara mereka berdua terjadi. Kakek Yujin menyerang dengan sebuah pukulan. Monster
kera menangkisnya dengan kekuatanya. Serangan kakek tidak berefek pada tubuh
monster kera. Kakek dengan kekuatan penuh mengeluarkan teknik rahasianya.
Mengumpul seluruh energi tenaga dalam dalam sebuah kepalan tangan dengan berteriak menyebut nama jurus tersebut " tinju halilintar naga." Kemudian di hempaskan kehadapan monster kera.
Kekuatan monster kera bereaksi dengan energi yang datang di
hadapanya. Dengan kedua tangannya menahan energi yang menuju kehadapanya.
Moster kera tersebut tidak mampu menahan
energi kekuatan besar. Lalu lenyap di tertelan energi yang besar.
Terjadi ledakan yang besar. Monster kera tersebut kalah, lalu Yujin kembali
kesemula dalam keadaan pingsan.
Setelah pertarungan
tersebut. Yujin di bawa ke pondok diberikan pengobatan. Karena lukanya terlalu parah kakeknya Yujin
meminta bantuan temannya yang bernama tabib
bobo. Dengan mengirimkan pesan lewat burung elang. Tabib Bobo menerima
pesan tersebut dengan segera ia datang menggunakan motor. Melewati jalan pintas
menembus hutan. Akhirnya sampai di pondok kediaman temanya tersebut. Tabib Bobo memeriksa
dengan seksama luka Yujin. Perjuangan keras tabib Bobo membuahkan hasil.
Beberapa hari berlalu kini Yujin mulai sadarkan diri. Mereka berdua senang
karena Yujin mulai sehat.

0 komentar:
Post a Comment