RAKSASA

Posted By Cerpen universal on Saturday, May 16, 2015 | May 16, 2015



RAKSASA

Jauh di dalam hutan ada sebuah kuil kuno yang menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Para penelitian bekerja sama untuk mengungkapkan rahasia tulisan kuno yang terukir di setiap kuil kuno. Profesor Thomas yang mengepalai penelitian tersebut menaruh harapan besar pada penelitiannya. Kerja keras para tim penelitian menemukan hasil di temukan sebuah batu besar yang terukir tulisan yang hampir memenuhi seluruh bagian dari batu dan sebuah pintu gerbang di bawah tanah tepat di tengah kuil kuno. Profesor Thomas senang hasil kerja kerasnya beserta timnya.

Dengan gegabah profesor Thomas membaca tulisan yang berada di pintu gerbang.  Terjadi sebuah fenomena  tulisan tersebut bersinar tiba-tiba menghilang. Kemudian pintu gerbang terbuka. Sosok makluk keluar dari pintu gerbang. Bentuknya tinggi besar mirip dengan manusia.  Makluk besar tersebut awalnya memperhatikan sekitar kemudian menyerang manusia dan memakan layak seperti hewan  buas menerkam mangsanya. Semuanya jadi  panik  karena ulah raksasa.

Sebenarnya temanya  profesor Alex sudah memperingati kepada Profesor Thomas agar tidak mencoba membuka pintu gerbang tersebut sebelum penelitian lebih lanjut, tapi profesor Thomas tidak mengindahkan peringatan temannya. Maka terjadilah petaka ini.  Anggota penelitian mencoba melarikan diri dari serangan raksasa dan para tentara yang melindungi penelitian musnah karena keganasan raksasa. Profesor Thomas mencoba kembali membaca tulisan untuk menutup pintu gerbang antar dimensi tersebut. Baru setengah membaca tulisan kuno profesor Thomas  di serang raksasa dan akhirnya mati dalam isiden tersebut.

Kemudian banyak raksasa yang keluar dari pintu gerbang antar dimensi dan ada yang sudah keluar dari kuil kuno menjelajah hutan sampai ke pemukiman para penduduk menyerang dengan berutal dan memangsa manusia seperti hewan kelaparan. Pasukan elit khusus untuk menjaga keamanan  negara di turunkan tetap saja kewalahan menghadapi keganasan serangan raksasa.

Profesor Alex yang selamat dari musibah akibat serangan raksasa mencoba untuk memecahkan  rahasia dari batu besar yang terukir tulisan tersebut. Batu besar tersebut dibawa ke pusat penelitian yang berada di kota. Dengan mempelajari  tulisan yang ada di batu besar dengan cermat dan teliti. Profesor Alex mengambil kesimpulan disesuaikan dengan tulisan yang ada diding kuil kuno bahwa di dalam batu besar ada sesosok makluk yang menjaga perdamainan dari serangan para raksasa. Dengan segera profesor Alex mengucapkan bacaan tulisan di batu besar dengan suara lantang. Tulisan yang di batu besar aktif. Keluar cahaya dari batu besar. Kemudian sesosok muncul dari dalam batu besar adalah seorang anak kecil yang tertidur.

Raksasa  yang mengetahui keberadaan batu besar menyerang pusat penelitian. Profesor Alex dengan sekuat tenaga melindungi bocah tersebut walaupun harus mengorbankan nyawanya. Raksasa menyerang profesor Alex dengan tinju besar. Tiba-tiba bocah yang di lindungi profesor Alex bangun dan menahan serangan raksasa. Kemudian memegang dengan kedua tanganya dilemparnya raksasa metal jauh ke dinding. Terjadi benturan yang sangat hebat. Gedung terguncang akibat benturan tersebut. Raksasa tersungkur, tetapi raksasa bangkit kembali dan siap menyerang bocah tersebut. Dengan sekejab si bocah sudah di depan raksasa. Tangan bocah berubah menjadi raksasa, lalu  meninju dengan dengan kekuatan penuh. Raksasa tidak sempat menahan serangan kejutan tersebut. 

Raksasa kalah dalam pertarungan singkat dan akhirnya mati. Kemudian sibocah melompat dengan kekuatan penuh menuju keluar gedung. Sangat cepat menyerang  beberapa raksasa yang menghancurkan kota. Dengan mudahnya si bocah  membinasahkan para raksasa. Lalu si bocah  melompat kembali dan melesat dengan cepat seperti peluru yang di tembakan dari senapan ke tempat lain dimana para raksasa menyerang. Pertarungan sengit yang tidak henti-hentinya sampai para raksasa dimusnakan dan menutup pintu gerbang antar dimensi.
Blog, Updated at: May 16, 2015

0 komentar:

Post a Comment