SEBUAH HARAPAN

Posted By Cerpen universal on Friday, May 8, 2015 | May 08, 2015

SEBUAH HARAPAN

Setelah lulus SMA Yuli punya cita-cita ingin melanjukan kuliah, keadaan keluarganya tidak mendukung. Sekolah saja untung apalagi sampai selesai di tinggkat SMA. Semua itu karena kegigihan Yuli dalam memperjuangkan cita-citanya. Apalagi kedua orang tuanya mendukung dengaan sekuat tenaga. Wujud kerja keras orang tuanya membiayakan Yuli sekolah berbuah manis dengan nilai Yuli yang sangat memuaskan. Yuli tidak pernah berpikir pesimis dalam menjalani hidup. Walaupun keadaan keluarganya sulit, tapi orang tua mengajarkan supaya dekat dengan sama Yang Maha Kuasa. Rasa bersyukur atas karunia yang di berikan di tunjukan  dengan meningkatkan nilai ibadah

“Manusia hanya makluk berencana yang menentukan segalanya  adalah Tuhan,” Nasehat ayah Yuli.

Yuli selalu memegang teguh semua nasehat orang tuanya sebagai panutan untuk menjalani hidup dengan penuh kesabaran. Maka itu Yuli tetap tegar untuk menggapai  harapannya.  Yuli terus mencoba untuk ujian masuk universitas negeri. Untuk melaksanakan  itu semua Yuli harus lebih kerja keras lagi. Untung aja Yuli punya sedikit keahlian yaitu menjadi penyayi panggung. Dengan menyanyi Yuli bisa membantu keadaan ekonomi keluarga. Dari hobinya ini ia punya peluang untuk dirinya. Potensi yang pupuk menjadikan sumber ekonomi tambahan. Juga dikit demi sedikit Yuli menabung untuk satu tujuan yang mungkin bisa merubah masa depan keluarganya.

Banyak orang yang tidak menyukai Yuli karena pekerjaanya, tapi banyak juga yang salut atas usahanya. Karena penyanyi pangung identik dengan negatifnya. Yuli tidak menggrubisnya semua itu adalah halangan yang membuat dia jauh dari tujuannya. Ketegarannya dalam menjalani hidup di dukung oleh kedua orang tuanya. Itu semua sudah cukup buat Yuli. Yang penting adalah kepercayaan orangtuanya. Maka setiap ada acara manggung Yuli selalu di temani ayahnya tercinta. Selesai pulang manggung Yuli lebih banyak menghabiskan waktu di rumah nonton tv. Yuli selalu punya sebuah harapan lain dari bakat menyanyinya.

“Kapan saya berada di pangung megah besar?. Disorot lampu yang kerlap-kerlip. Ditayangkan di televisi,” celoteh Yuli.

Rasa yang timbul dari dalam Yuli menjadikan motivasinya. Untuk belajar bagaimana menjadi penyayi yang baik?. Usaha Yuli dengan keadaannya agar supaya tidak salah langkah yang dapat menimbulkan pupus ditengah harapan. Suatu ketika ada perlombaan  menyayi, tetapi di satu pihak ujian masuk universitas sudah menunggu. Dari kedua sisi ini yuli menjadi bingung. Di dunia pendidikan yuli ingin seorang sarjana yang berkompeten dalam dunia pendidikan. Termotivasi dari guru tersayang yang mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak desa menjadi orang yang pintar, berguna untuk nusa dan bangsa.

Sisi lain menjadi seorang penyayi.  Yuli bisa membuktikan kemampuanya sampai mana. Juga nilai kemajuan ekonomi jauh lebih signifikan. Dilema ini berlarut, tapi mendengarkan semua nasehat orang tuanya Yuli menghadap Tuhan. Dengan sholat istiharoh Yuli meminta petujuk agar di tunjukan jalan terbaik untuknya. Yuli menjalankan ibadah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Akhirnya yang Maha Kuasa memberikan petunjuk kepada dirinya. Ia mengambil keputusan dengan membaca basmallah. Seizin Sang Pencipta (Alloh SWT) menjalankan dengan penuh ketenangan tanpa beban apapun.

Yuli memilih ikut menjadi penyayi sedangkan  untuk kuliahnya di tunda tahun depan. Dengan dukungan semua keluarganya. Yuli ketempat perlombaan diantar oleh ayahnya dengan motor butut. Yuli optimis setiap langkahnya yang penting mencoba dulu hasilnya tidak ada yang tidak tahu. Yang penting Tuhan selalu bersama Yuli.

Di tempat audisi perlombaan banyak orang-orang yang ikut lomba dengan tujuan yang sama dengan Yuli. Dengan menujukkan identitasnya kepada panitia akhirnya ia mendapatkan nomor audisi. Berjam-jam menunggu di audisi untuk satu tujuan bisa masuk ketahap berikutnya, tapi yang dihadapi Yuli ribuan orang yang punya potensi yang lebih atau sama dengan Yuli. Dengan penuh kesabaran dan ketegaran Yuli tidak pernah gentar. Ia selalu menghadapinya dengan penuh harapan.

“Saya pasti bisa,” kata Yuli menyemangat dirinya.

Yuli yakin dengan bakatnya. Akhirnya doa Yuli dan ayahnya di jabah Tuhan Yang Maha Esa. Yuli masuk untuk audisinya ke jakarta. Sujud syukur ditunjukkan Yuli. Bahwa harapannya mulai terlihat jelas, tapi Yuli tidak berbangga diri dulu karena masih jauh langkahnya untuk mencapai puncak. Dengan nilai keluhuran yang di punya Yuli. Lebih banyak belajar untuk mengasah vokalnya dan di sertai dengan ibadahnya.

****

Audis di jakarta Yuli pun mendapatkan suatu kepuasan yang luar biasa. Yuli berhasil dengan mengalahkan sekian banyak manusia yang punya talenta juga masuk Tv. Perjuangan Yuli masih jauh dari harapannya. Di dalam perlombaan tersebut Yuli diberikan pendidikan yang dapat meningkat kemampuan setiap peserta.

Di ajang pencarian bakat menyayi Yuli terkejut dengan lawan tandinya yang sangat luar biasa namanya Pelangi. Punya potensi untuk juara. Dengan terus belajar untuk mengasah potensinya Yuli terus melejit sampai 5 besar beserta pesaing terbesarnya Pelangi. Lawanya ini sama dari kampung punya harapan yang sama seperti Yuli. Belum lagi anak yang lain punya karakter vokal yang kuat. Perlombaan ajang menyayi semakin ketat sampai pada ujung puncak dimana semua harapan mereka semua menjadi satu kekuataan yang luar biasa. Bakat mereka semakin terlihat matang sudah layak untuk menjadi penyayi profesional. Suatu ketika Yuli mengalami kesalahan dalam menyayi membuat ia sedih. Pesaingnya lain menunjukkan keberhasilan dalam bernyayi. Yuli tidak putus asa dengan penuh kesabaran. Terus belajar karena Yuli di berikan kesempatan lagi. Jawaban dari sebuah penantian yang diharapkan dengan terus belajar tidak mengalah dengan keadaan akhir perjuangan dibayar dengan keberhasilan Yuli menjadi juara.

Yang paling yang membuat Yuli terharu adalah ia bernyayi di pangung megah, di sorot lampu kerlap-kerlip, dan ditonton jutaan orang masuk Tv lagi. Sudut syukur di panjatkan kepada Sang Pencipta dan kedua orang tuanya yang selalu mendukung cita-cita Yuli. Semua mimpinya menjadi kenyataan.
Blog, Updated at: May 08, 2015

0 komentar:

Post a Comment