Setelah lulus SMA Yuli
punya cita-cita ingin melanjukan kuliah, keadaan keluarganya tidak mendukung. Sekolah
saja untung apalagi sampai selesai di tinggkat SMA. Semua itu karena kegigihan
Yuli dalam memperjuangkan cita-citanya. Apalagi kedua orang tuanya mendukung
dengaan sekuat tenaga. Wujud kerja keras orang tuanya membiayakan Yuli sekolah
berbuah manis dengan nilai Yuli yang sangat memuaskan. Yuli tidak pernah
berpikir pesimis dalam menjalani hidup. Walaupun keadaan keluarganya sulit,
tapi orang tua mengajarkan supaya dekat dengan sama Yang Maha Kuasa. Rasa bersyukur
atas karunia yang di berikan di tunjukan dengan meningkatkan nilai ibadah
“Manusia hanya makluk berencana
yang menentukan segalanya adalah Tuhan,”
Nasehat ayah Yuli.
Yuli selalu memegang teguh
semua nasehat orang tuanya sebagai panutan untuk menjalani hidup dengan penuh
kesabaran. Maka itu Yuli tetap tegar untuk menggapai harapannya.
Yuli terus mencoba untuk ujian masuk universitas negeri. Untuk melaksanakan itu semua Yuli harus lebih kerja keras lagi. Untung
aja Yuli punya sedikit keahlian yaitu menjadi penyayi panggung. Dengan menyanyi Yuli bisa membantu keadaan ekonomi keluarga. Dari hobinya ini ia punya peluang untuk
dirinya. Potensi yang pupuk menjadikan sumber ekonomi tambahan. Juga dikit demi
sedikit Yuli menabung untuk satu tujuan yang mungkin bisa merubah masa depan
keluarganya.
Banyak orang yang tidak
menyukai Yuli karena pekerjaanya, tapi banyak juga yang salut atas usahanya. Karena
penyanyi pangung identik dengan negatifnya. Yuli tidak menggrubisnya semua itu
adalah halangan yang membuat dia jauh dari tujuannya. Ketegarannya dalam
menjalani hidup di dukung oleh kedua orang tuanya. Itu semua sudah cukup buat Yuli.
Yang penting adalah kepercayaan orangtuanya. Maka setiap ada acara manggung Yuli
selalu di temani ayahnya tercinta. Selesai pulang manggung Yuli lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah nonton tv. Yuli selalu punya sebuah harapan lain
dari bakat menyanyinya.
“Kapan saya berada di
pangung megah besar?. Disorot lampu yang kerlap-kerlip. Ditayangkan di televisi,” celoteh Yuli.
Rasa yang timbul dari dalam
Yuli menjadikan motivasinya. Untuk belajar bagaimana menjadi penyayi yang
baik?. Usaha Yuli dengan keadaannya agar supaya tidak salah langkah yang dapat menimbulkan
pupus ditengah harapan. Suatu ketika ada
perlombaan menyayi, tetapi di satu pihak
ujian masuk universitas sudah menunggu. Dari kedua sisi ini yuli menjadi
bingung. Di dunia pendidikan yuli ingin seorang sarjana yang berkompeten dalam
dunia pendidikan. Termotivasi dari guru tersayang yang mendedikasikan dirinya
untuk mendidik anak-anak desa menjadi orang yang pintar, berguna untuk nusa dan
bangsa.
Sisi lain menjadi seorang
penyayi. Yuli bisa membuktikan
kemampuanya sampai mana. Juga nilai kemajuan ekonomi jauh lebih signifikan. Dilema
ini berlarut, tapi mendengarkan semua nasehat orang tuanya Yuli menghadap Tuhan.
Dengan sholat istiharoh Yuli meminta petujuk agar di tunjukan jalan terbaik
untuknya. Yuli menjalankan ibadah
dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Akhirnya yang Maha Kuasa memberikan
petunjuk kepada dirinya. Ia mengambil keputusan dengan membaca basmallah. Seizin
Sang Pencipta (Alloh SWT) menjalankan dengan penuh ketenangan tanpa beban
apapun.
Yuli memilih ikut
menjadi penyayi sedangkan untuk
kuliahnya di tunda tahun depan. Dengan dukungan semua keluarganya. Yuli ketempat
perlombaan diantar oleh ayahnya dengan motor butut. Yuli optimis setiap
langkahnya yang penting mencoba dulu hasilnya tidak ada yang tidak tahu. Yang penting
Tuhan selalu bersama Yuli.
Di tempat audisi
perlombaan banyak orang-orang yang ikut lomba dengan tujuan yang sama dengan Yuli.
Dengan menujukkan identitasnya kepada panitia akhirnya ia mendapatkan nomor
audisi. Berjam-jam menunggu di audisi untuk satu tujuan bisa masuk ketahap
berikutnya, tapi yang dihadapi Yuli ribuan orang yang punya potensi yang lebih
atau sama dengan Yuli. Dengan penuh kesabaran dan ketegaran Yuli tidak pernah
gentar. Ia selalu menghadapinya dengan penuh harapan.
“Saya pasti bisa,” kata
Yuli menyemangat dirinya.
Yuli yakin dengan bakatnya.
Akhirnya doa Yuli dan ayahnya di jabah Tuhan Yang Maha Esa. Yuli masuk untuk
audisinya ke jakarta. Sujud syukur ditunjukkan Yuli. Bahwa harapannya mulai
terlihat jelas, tapi Yuli tidak berbangga diri dulu karena masih jauh
langkahnya untuk mencapai puncak. Dengan nilai keluhuran yang di punya Yuli. Lebih
banyak belajar untuk mengasah vokalnya dan di sertai dengan ibadahnya.
****
Audis di jakarta Yuli
pun mendapatkan suatu kepuasan yang luar biasa. Yuli berhasil dengan
mengalahkan sekian banyak manusia yang punya talenta juga masuk Tv. Perjuangan Yuli
masih jauh dari harapannya. Di dalam perlombaan tersebut Yuli diberikan
pendidikan yang dapat meningkat kemampuan setiap peserta.
Di ajang pencarian
bakat menyayi Yuli terkejut dengan lawan tandinya yang sangat luar biasa
namanya Pelangi. Punya potensi untuk juara. Dengan terus belajar untuk mengasah
potensinya Yuli terus melejit sampai 5 besar beserta pesaing terbesarnya
Pelangi. Lawanya ini sama dari kampung punya harapan yang sama seperti Yuli. Belum
lagi anak yang lain punya karakter vokal yang kuat. Perlombaan ajang menyayi
semakin ketat sampai pada ujung puncak dimana semua harapan mereka semua menjadi
satu kekuataan yang luar biasa. Bakat mereka semakin terlihat matang sudah
layak untuk menjadi penyayi profesional. Suatu ketika Yuli mengalami kesalahan
dalam menyayi membuat ia sedih. Pesaingnya lain menunjukkan keberhasilan dalam
bernyayi. Yuli tidak putus asa dengan penuh kesabaran. Terus belajar karena Yuli
di berikan kesempatan lagi. Jawaban dari sebuah penantian yang diharapkan dengan
terus belajar tidak mengalah dengan keadaan akhir perjuangan dibayar dengan
keberhasilan Yuli menjadi juara.
Yang paling yang
membuat Yuli terharu adalah ia bernyayi di pangung megah, di sorot lampu
kerlap-kerlip, dan ditonton jutaan orang masuk Tv lagi. Sudut syukur di
panjatkan kepada Sang Pencipta dan kedua orang tuanya yang selalu mendukung
cita-cita Yuli. Semua mimpinya menjadi kenyataan.


0 komentar:
Post a Comment