KUCING HITAM
Sekian lama Lia menunggu kakak Andi tak datang-datang. Di telepon gak dianggkat apalagi di sms gak di balas-balas?. Perasaan Lia mulai gelisah sekali. Pada hal hari sudah malam. Anak-anak sudah pada tidur. Sambil nunggu kak Andi. Lia sampil nonton tv agar gak boring. Lama kelamaan menunggu tak kunjung datang Lia ketiduran. Serasa baru tidur sebentar. Terdengar suara di depan pintu."Tok.....tok....!"
“Siapa.......?,” tanya
Lia.
“Ini kakak dek cepat
buka pintunya,” jawab Andi dengan tergesa-gesa.
“Oh kak Andi bentar
adek kesana,” kata Lia
Segera mengambil kunci
yang ada di disakunya kemudian Lia membuka pintu. Baru pintu di buka. Andi terlihat
seperti orang ketakutan segera menutup dengan cepat. Lalu andi segera masuk
kekamar. Lia makin khawatir melihat
keadaan suaminya.
“Kak kenapa, ada apa kak sampai seperti ini?”
tanya Lia dengan tegas.
“Anu....dek...anu......,”
jawab Andi dengan penuh ketakutan.
Andi jadi gemetaran
kalau teringat kejadian itu. tubuhnya menggigil. Keluar keringat mengucur
sangat deras.
“Kak kamu ini kenapa,
sampai seperti ini?” tanya Lia lagi.
“Anu...dek....anu....
ada.........,” jawab dengan ketakutan.
Andi mulai kelihatan
seperti orang yang gak waras. Terus begitu sampai beberapa jam. Lia dibuatnya
bingung. Dengan segera Lia meninggalkan suaminya menemui Pak Handoko tetangga
sebelah rumah. Siapa tahu bisa menolong
kak Andi agar lebih tenang supaya tidak seperti orang sawan?.
****
Sesampainya di rumah
Pak Handoko.
"Tok.......tok.....!"
"Tok.......tok.....!"
“Siapa ya?” Tanya Pak
Handoko.
“Ini saya Pak, Lia.”
Pak Handoko segera
membuka pintu.
“Ada keperluan apa nak
Lia malam-malam kerumah bapak?” tanya Pak Handoko.
“Maaf Pak kalau saya
menggangu. tolong kak Andi. Kayanya dia sawan. Tolong...Pak,” jawab Lia.
“Oh gitu. Yo....yo
kita kerumah nak Lia,” kata Pak Handoko.
****
Sesampai di rumahnya
Lia. Pak Handoko segera masuk kedalam rumah bersama Lia melihat keadaan andi
yang sawan. Dengan segera Pak Handoko menyuruh Lia mengambilkan air putih
segelas. Lia bergegas kedapur mengambil air minum setelah itu di berikan kepada
Pak Handoko. Segera air putih di bacain
doa. Kemudian diberikan kepada Andi dengan penuh kesabaran. Beberapa saat Andi
mulai mendingan. Keadaan yang tadi terlihat panik menjadi tenang.
Tiba-tiba Andi kambuh
lagi melihat sebuah bayangan. Ketakutannya makin parah. Mereka semua jadi
bingung dibuat tingkah Andi.
“Dek...dek...tolong...dek.....ada....setan...,”
kata Andi.
“Mana....kak...Setannya....,”
tanya Lia.
“Di situ.......,” kata Andi dengan ketakutan.
Setelah menunjukan Andi
pun jadi histeris. Kemudian ia pingsan. Pak Handoko dan Lia kemudian menolek ke
tempat kesebuat tempat yang di tunjukan. Tapi terlihat hanya seekor kucing
hitam. Lia mulai penasaran menghampiri kucing hitam kemudian mengambil dan
menggendongnya. Kucing awalnya manja kepada Lia. Semakin lama di perhatikan
makin aneh mulai tercium bau bangkek. Ternyata datangnya dari
kucing. Dilemparnya kucing tersebut. Berubahlah kucing hitam menjadi sosok sangat
menakut. Tinggi besar sangat menyeramkan.
“Setannnnn,” kata Lia
dan Pak Handoko.
Lia pun pingsan. Pak
Handoko berlari gemecir ketakutan keluar dari rumahnaya Lia.


0 komentar:
Post a Comment