KUCING HITAM

Posted By Cerpen universal on Wednesday, May 6, 2015 | May 06, 2015

KUCING HITAM

Sekian lama Lia menunggu kakak Andi tak datang-datang. Di telepon gak dianggkat apalagi di sms gak di balas-balas?. Perasaan  Lia mulai gelisah sekali. Pada hal hari sudah malam. Anak-anak sudah pada tidur. Sambil nunggu kak Andi. Lia sampil nonton tv agar gak boring. Lama kelamaan menunggu tak kunjung datang Lia ketiduran. Serasa baru tidur sebentar. Terdengar suara di depan pintu. 

"Tok.....tok....!"

“Siapa.......?,” tanya Lia.

“Ini kakak dek cepat buka pintunya,” jawab Andi dengan tergesa-gesa.

“Oh kak Andi bentar adek kesana,” kata Lia

Segera mengambil kunci yang ada di disakunya kemudian Lia membuka pintu. Baru pintu di buka. Andi terlihat seperti orang ketakutan segera menutup dengan cepat. Lalu andi segera masuk kekamar. Lia makin khawatir  melihat keadaan suaminya.


“Kak  kenapa, ada apa kak sampai seperti ini?” tanya Lia dengan tegas.

“Anu....dek...anu......,” jawab Andi dengan penuh ketakutan.

Andi jadi gemetaran kalau teringat kejadian itu. tubuhnya menggigil. Keluar keringat mengucur sangat deras.

“Kak kamu ini kenapa, sampai seperti ini?” tanya Lia lagi.

“Anu...dek....anu.... ada.........,” jawab dengan ketakutan.

Andi mulai kelihatan seperti orang yang gak waras. Terus begitu sampai beberapa jam. Lia dibuatnya bingung. Dengan segera Lia meninggalkan suaminya menemui Pak Handoko tetangga sebelah rumah. Siapa tahu  bisa menolong kak Andi agar lebih tenang supaya tidak seperti orang sawan?.

****

Sesampainya di rumah Pak Handoko. 

"Tok.......tok.....!"

“Siapa ya?” Tanya Pak Handoko.

“Ini saya Pak, Lia.”

Pak Handoko segera membuka pintu.

“Ada keperluan apa nak Lia malam-malam kerumah bapak?” tanya Pak Handoko.

“Maaf Pak kalau saya menggangu. tolong kak Andi. Kayanya dia sawan. Tolong...Pak,” jawab Lia.

“Oh gitu. Yo....yo kita kerumah nak Lia,” kata Pak Handoko.

****

Sesampai di rumahnya Lia. Pak Handoko segera masuk kedalam rumah bersama Lia melihat keadaan andi yang sawan. Dengan segera Pak Handoko menyuruh Lia mengambilkan air putih segelas. Lia bergegas kedapur mengambil air minum setelah itu di berikan kepada Pak Handoko. Segera  air putih di bacain doa. Kemudian diberikan kepada Andi dengan penuh kesabaran. Beberapa saat Andi mulai mendingan. Keadaan yang tadi terlihat panik menjadi tenang.

Tiba-tiba Andi kambuh lagi melihat sebuah bayangan. Ketakutannya makin parah. Mereka semua jadi bingung dibuat tingkah Andi.

“Dek...dek...tolong...dek.....ada....setan...,” kata Andi.

“Mana....kak...Setannya....,” tanya Lia.

“Di situ.......,”  kata Andi dengan ketakutan.

Setelah menunjukan Andi pun jadi histeris. Kemudian ia pingsan. Pak Handoko dan Lia kemudian menolek ke tempat kesebuat tempat yang di tunjukan. Tapi terlihat hanya seekor kucing hitam. Lia mulai penasaran menghampiri kucing hitam kemudian mengambil dan menggendongnya. Kucing awalnya manja kepada Lia. Semakin lama di perhatikan makin aneh mulai tercium bau bangkek. Ternyata datangnya dari kucing. Dilemparnya kucing tersebut. Berubahlah kucing hitam menjadi sosok sangat menakut. Tinggi besar sangat menyeramkan.

“Setannnnn,” kata Lia dan Pak Handoko.

Lia pun pingsan. Pak Handoko berlari gemecir ketakutan keluar dari rumahnaya Lia. 
Blog, Updated at: May 06, 2015

0 komentar:

Post a Comment