PERTARUNGAN MONSTER

Posted By Cerpen universal on Tuesday, May 19, 2015 | May 19, 2015

PERTARUNGAN MONSTER


Dalam perjalan pulang kerumah Fadli menemukan sebuah mainan dinosaurus. Awalnya Fadli membiarkan  mainan tersebut. Lebih memilih pergi dari tempat mainan tersebut geletak. Baru melangkah ketiga Fadli berubah pikiran. Mengambil mainan tersebut kemudian, dimasukan kedalam tas  dan segera pergi sana menuju rumah. Sampai di rumah Fadli segera pergi ke kamar untuk berganti pakaian dan istirahat. Mainan Dinosaurus dikeluarkan dari tas. Fadli memperhatikan dan memainkannya.  Lagi  asik bermain Fadli di panggil ibu. Disuruh makan  dulu. Lalu Fadli menaruh mainannya di meja belajar. Segera pergi menuju ruang makan. Tiba-tiba terjadi kejadiaan aneh di rumah Fadli. Listrik rumah seperti naik turun. Belum lagi diluar rumah langit gelap. Petir menyambar. Guntur bergemuruh. Angin semakin kencang. Udara menjadi lembab dan dingin. Tanda hari akan hujan. Fadli segera membantu ibu untuk mengangkat jemuran pakaian di samping rumah.

Dari tempat Fadli membantu pekerjaan ibunya. Fadli melihat kamarnya bercahaya terang. Fadli terkejut kemudian dengan cepat menggangkat jemuran pakaian tersebut. lalu di taruh di keranjang agar mudah untuk di setrika dan lipat oleh ibu. Fadli bergegas kekamarnya. Melihat mainan dino menjadi membesar. Menyerap energi listrik untuk bisa tumbuh.

“Apa yang kau lakukan?" tanya Fadli.

 Mainan dino mulai berhenti dari menyerap listrik. 

“Saya sedang memulihkan energi yang ada dalam diri,” jawab mainan dino.

“Kamu ini makluk apa ?” Fadli kembali bertanya.

Mainan dino sebenarnya mau menjawab pertanyaan dari Fadli karena pemulihan energi pada dirinya telah selesai tidak jadi berkata-kata. Tiba-tiba dalam diri dino keluar  bola energi, berubah menjadi sebuah jam antar dimensi. Kemudian, mainan dino dengan menentukan arah tujuan. Portal terbuka mainan dino masuk kedalamya. Karena medan energinya terlalu kuat Fadli tertarik kedalamnya. Pergi menuju tempat asing  yang Fadli belum ketahui. Dunia di penuhi pohon-pohon raksasa. Tiba –tiba di saat Fadli memperhatikan sebuah makluk mendekat dengan kecepatan tinggi. Makluk tersebut menabrak di depannya. Pohoh-pohon besar tumbang. Fadli dan mainan dino berlari menghindari dari pohon yang tumbang. Sampai di pojok bukit makluk itu berhenti. Dengan pelan-pelan menunjukkan diri. Makluk tersebut menantang pertarungan dengan mainan dino.

Fadli terkejut apa yang terjadi pada makluk yang mirip seperti badak raksasa menantang mainan dino. Lalu, keluar sebuah makluk kecil yang mirip seperti Lebah dengan segera mengeluarkan energi  yang terlihat dari tubuhnya. Tanah mulai bergetar di sertai dengan lingkaran cahaya yang mengelilingi mereka. akhirnya keluar arena pertarungan. Mainan dino berubah kewujudnya yang aslinya  menjadi Rex tubuhnya sama besar dengan Badak setelah memasuki arena pertarungan. Sebagai penyelenggara pertarungan sekaligus sebagai wasit kemudian, Lebah mengumumkan pertarungan.

"Hari di adakan petarungan moster disisi kiri adalah Badak dan  di sisi kanan adalah Rex," kata Lebah dengan tegas.

Fadli terkejut dan terkagum-kagum dengan kejadian tersebut. Karena Fadli menyaksikan pertarungan kedua moster yang jarang terjadi dari luar arena. Dengan mengikuti aba-aba Lebah pertarungan di mulai. Pertarungan kedua moster semakin memanas. Badak mengeluarkan serangan adalan bola listrik. Rex menghindari serangan dengan susah payah. Kemudian, Rex menyerang dengan gibasan ekornya. Si Badak menangkis dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba sekujur tubuh Badak mengeluarkan energi listrik. Rex terpental, lalu menabrak ring. Dengan tidak mengambil kesempatan Badak menyerang dengan jurus andalanya

“Serudukan maut," teriak si Badak.

Rex dalam posisi tidak menguntungkan. Kemudian, Fadli memberikan semangat kepada Rex.

“Rex bangkit kalahkan monster Badak tersebut,” teriak Fadli.

Mendengar teriakan semangat Rex bangkit. Lalu Rex menahan serangan Badak dengan seluruh kekuatannya.

“Saya tidak boleh kalah,” kata Rex

Di angkatnya si Badak dan di lemparnya ke pojokan ring. Dengan segera tanpa berpikir panjang Rex mengeluarkan senjata pamungkasnya. Yang keluar dari mulutnya.

“Bola api,” Teriak Rex.

Si badak tidak sempat menghindari serangan besar Rex dan akhirnya kalah. Lalu wasit lebah mengumkan pemenangnya.

“Pertarungan monster yang menjadi pemenangnya adalah Rex. Sedangkan yang kalah dalam pertarungan monster akan di hukum menjadi mainan sesuai dengan hukum pertarungan monster,” kata Lebah.

“Hore...hore... Rex menang,” teriak Fadli.

Arena pertarungan menghilang, Lalu daerah tersebut kembali seperti semula. Mainan Badak pergi meninggalkan daerah tersebut. Kemudian, Rex bicara dengan Fadli.

“Terima kasih untuk pertolongannya,” kata Rex

“Sama-sama,” jawab Fadli

Fadli mengajukan pertanyaan kembali kepada Rex. "Kenapa Rex bisa berada di dunia manusia ?.”

“Saya berada di dunia manusia. Ada makluk yang ingin menghancurkan dunia pertarungan moster. Karena pada saat itu saya lagi asik santai di pinggir danau. Tiba-tiba terdengar kebisingan tidak jauh dari tempat saya santai. Kemudian, saya menghampiri untuk melihatnya. Ternyata terjadi  Pertarugan moster di pinggir air terjun.  Antara Bronto dengan Naga hitam. Masalahnya pertarungan tersebut berat sebelah. Wasitnya bukan seperti biasanya. Kayak ada yang mengendalikan. Naga Hitam mengalahkan Bronto dengan mudah. Lalu, Naga Hitam membuat portal dan mengirim Bronto ke deminsi lain. Saya berusaha mencegahnya. Untuk menyelamatkan Bronto. Kemudian saya  tertarik medan energi portal bersama Bronto. Di dalam dimensi terombang ambing. Untuk bisa keluar dari dimensi tanpa batas. Bronto mengorbankan diri untuk saya. Awalnya saya menolaknya karena Bronto keras kepala mau gak mau saya menerima dengan memberikan penjelasan bahwa Bronto terluka parah akibat pertarungan yang curang. Sistem tubuhnya tidak berfungsi dengan baik. Lalu Bronto berubah menjadi energi masuk kedalam tubuh saya dan berevolusi menjadi jam antar demensi. Saya mengunakannya dengan dengan seluruh energi untuk membuka portal. Sampai di dunia manusia. Saya berubah menjadi mainan. Karena keabisan energi saya pingsan. Ketika saya sadar saya sudah berada di rumah Fadli. Agar bisa kembali saya membutuhkan energi listrik untuk membuka portal.

“Jadi begitu kejadianya,” sahut Fadli.

Setelah mendengarkan penjelasan Rex panjang lebar. Fadli mengerti dengan dunia yang di tempati Rex. Kemudian, Rex mengelurkan bola energi kembali berubah menjadi jam antar demensi. Lalu mengatur  tujuanya. Terbukalah portal, lalu Fadli di kirim kembali kedunianya. Rex dan Fadli berpisah.
Blog, Updated at: May 19, 2015

0 komentar:

Post a Comment