HITAM METAL
Sore
hari Irfan baru pulang dari tempat kerjaanya menuju rumah. Di dalam perjalan
menuju rumah Irfan mendapat sms yang berisi tentang “ apa anda ingin bergabung
dengan kami untuk menyelamatkan dunia?.” Irfan berpikir sejenak dengan tulisan
tersebut kemudian membiarkan sms
tersebut dan tidak membalasnya. Irfan berpendapat bahwa sms tersebut gak penting dan juga kerjaan orang iseng.
Kemudian Irfan mengabaikannya. Beberapa jam berikutnya tiba-tiba muncul lagi,
tetap tidak menggrubisnya. Sampai di rumah tetap sms itu muncul lagi. Sampai
mau tidur pun sms tersebut muncul. Tetap saja Irfan tidak memerdulikan.
Akhirnya Irfan mengambil tindakaan dimatikan hpnya lalu mencobot batu baterai
dan kartunya.
Selang
beberapa jam hp tersebut hidup dan keluar sms tersebut kembali muncul walau dalam keadaan hp
baterai dan kartunya tidak ada. Irfan semakin jengkel dibuat oleh pengirim Sms
tersebut. Untuk menghentikan sms yang menggangu Irfan mau gak mau menjawabnya.
Diketiknya kata “ya” dalam smsnya. Kemudian muncul cahaya terang muncul dari
hp. Irfan semakin ketakutan lalu dibuangnya hp di pojok pinggir tempat
tidurnya. Hp tersebut mulai keluar sesuatu. Bentuknya hitam dan panjang
menjalar menuju termpat Irfan. Mengikat Irfan
sampai sekujur tubuhnya. Irfan menjerit ketakutan dan berusaha untuk
melepaskan dari jeratan tersebut. Sekuat tenaga Irfan untuk melepaskan benda yang mengikat Irfan semakin
kuat. Menariknya ke dalam hp. Dengan sekejab Irfan sudah berada di sebuah dunia
yang tidak ia ketahui dalam keadaan terikat.
Muncul
sesosok makluk yang sangat menakutkan berbadan besar, berwarna hitam dan
memiliki cakar yang sangat tajam. Irfan semakin ketakutan dan memohon tidak
membunuhnya. Lalu makluk itu bicara.
“Siapa yang mau nyelakai kamu? ” kata makluk.
“Na loh.......jadi ...saya di bawa ke sini
sampai diikat seperti ini maksudnya apa? ” tanya Irfan.
“Itu iseng. Cuma ingin nakuti kamu saja.” kata makluk tersebut dengan menahan
ketawa.
Irfan
di lepaskan dari ikatannya dan di bawah kesuatu tempat kediaman makluk tersebut.
Di tempat tersebut makluk tersebut memperkenalkan dirinya.
“Nama saya Abraham pemimpin pelindung dunia firtual,” katanya dengan tegas.
“Nama saya Irfan,” sahutnya.
“Saya sudah tahu siapa kamu Irfan.” kata Abraham.
Irfan
semakin bingung dibuat bingung keadaannya di tambah makluk yang bernama Abraham
tahu tentang dirinya.
“Abraham kenapa saya di bawa kesini? ” tanya Irfan.
“Tujuan kamu di bawa kesini untuk diberikan sesuatu yang suatu saat dapat
melindungi mu dari serangan para bionik yang akan menguasai firtual. Kamu di
pilih dari sekian manusia. Hanya beberapa manusia yang di pilih untuk dapat
bersatu dengan kami para bangsa dunia firtual,” jawab Abraham.
“Jadi saya mendapatkan kekuatan super,” kata Irfan.
“Ya kamu akan mendapatkan kekuatan kami para pelindung dunia firtual dengan
mengabungkan diri dan juga selain kamu ada tiga orang lagi yang akan membantu
mu dalam pertarungan sengit,” kata Abraham.
“Siapa orangnya? ” Sahut Irfan.
Abraham
menunjukkan tiga foto yang akan membantu Irfan dalam menjalani tugasnya
melindungi dunia firtual. Irfan memperhatikan dengan seksama foto yang di
tunjukan Abraham. Ternyata Irfan mengenal salah satunya dari ketiganya.
“Abraham. Apakah benar ini Cinta ? ” tanya Irfan menujukkan fotonya.
“Itu benar sekali itu Cinta. Cewek yang kamu sukai dari SMA dan sampai sekarang
ia menolak kamu,” jawab Abraham dengan tegas.
Awalnya
Irfan terlihat tersifu malu terlihat dari wajahnya karena ucapan Abraham dan sekaligus
jengkel karena diingatkan karena penolakan Cinta. Lagi asik-asik membicarakan
tentang teman-teman yang akan membantu Irfan dalam misi. Tempat tinggal Abraham
di serang para bionik wujudnya seperti manusia hanya seluruh tubuhnya berwarna
hitam pekat dan juga sedikit berlendir. Dengan cepat Abraham menyerang beberapa bionik tersebut dengan
cakarnya yang tajam. Beberapa bionik hancur lebur dengan kekuatan Abraham. Muncul sesosok makluk bionik yang wujudnya
sedikit berbeda dengan bionik yang di hajar Abraham. Bertubuh besar mulut panjang dengan gigi yang tajam dan
memiliki cakar tajam seperti Abraham kemudian makluk bionik tersebut berteriak “
Aku Jenderal Tasmania dari parukan bionik. Tunduk lah pada ku !”
“Siapa yang mau tunduk dengan para cecunguk seperti kalian ?” sahut Abraham
semangat membara.
Mendengar
perkata dari Abraham seperti itu Jenderal Tasmania marah dengan cepat menyerang menghajar
Abraham tepat mengenainya pada dadanya. Karena serangan dadakan tersebut Abraham terpental. Kemudian
Irfan maju untuk menolong Abraham yang mencoba menahan serangan dari musuh. Abraham
tahu musuhnya sangat kuat dan cepat lalu, mulai meleburkan diri menjadi cairan kemudian
menjalar ke seluruh tubuh Irfan. Berubah menjadi Metal berwarna Hitam.
“Waaw keren sekali wujud ku ini !” celoteh Irfan.
Jenderal
Tasmania menyerang Irfan dalam wujudnya
menjadi Hitam Metal. Dengan sekejab Irfan bisa menghindari serangan Jendaral
Tasmania dan juga dengan mudah mengelaknya. Terkadang Irfan mempermainkan musuhnya.
Jenderal Tasmania semakin marah di permainkan Irfan. Dengan kemampuan Jenderal
Tasmania mulai menyatu dengan para bionik yang masih hidup untuk meningkatkan
kekuatan dan kecepatannya. Proses tersebut sangat singkat dan kemudian Jenderal
Tasmania mulai menyerang Irfan dengan kekuatan barunya. Irfan yang tadi bisa
menghindari dan mempermainkan lawannya kini makin terdesak. Serangan Jenderal
Tasmania mulai mematikan membuat efek dari baju pelindungnya. Penyatuan Irfan dan Abraham berakhir. Jenderal Tasmania tidak
menyia-nyiakan kesempatan itu lalu, di serangan dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba Jenderal Tasmania diserang abis-abisan sampai tidak berkutik lagi dengan sesosok makluk
yang wujudnya sama dengan Irfan yang
berbeda hanya warnanya Biru Metal, Merah Metal dan Akhir dari segalanya Hijau
Metal. Jenderal Tasmania kalah dan binasa dari serangan kombo mereka.

0 komentar:
Post a Comment