HITAM METAL

Posted By Cerpen universal on Friday, May 22, 2015 | May 22, 2015

HITAM METAL

Sore hari Irfan baru pulang dari tempat kerjaanya menuju rumah. Di dalam perjalan menuju rumah Irfan mendapat sms yang berisi tentang “ apa anda ingin bergabung dengan kami untuk menyelamatkan dunia?.” Irfan berpikir sejenak dengan tulisan tersebut kemudian  membiarkan sms tersebut dan tidak membalasnya. Irfan berpendapat bahwa sms tersebut  gak penting dan juga kerjaan orang iseng. Kemudian Irfan mengabaikannya. Beberapa jam berikutnya tiba-tiba muncul lagi, tetap tidak menggrubisnya. Sampai di rumah tetap sms itu muncul lagi. Sampai mau tidur pun sms tersebut muncul. Tetap saja Irfan tidak memerdulikan. Akhirnya Irfan mengambil tindakaan dimatikan hpnya lalu mencobot batu baterai dan kartunya.  


Selang beberapa jam hp tersebut hidup dan keluar sms  tersebut kembali muncul walau dalam keadaan hp baterai dan kartunya tidak ada. Irfan semakin jengkel dibuat oleh pengirim Sms tersebut. Untuk menghentikan sms yang menggangu Irfan mau gak mau menjawabnya. Diketiknya kata “ya” dalam smsnya. Kemudian muncul cahaya terang muncul dari hp. Irfan semakin ketakutan lalu dibuangnya hp di pojok pinggir tempat tidurnya. Hp tersebut mulai keluar sesuatu. Bentuknya hitam dan panjang menjalar menuju termpat Irfan. Mengikat Irfan  sampai sekujur tubuhnya. Irfan menjerit ketakutan dan berusaha untuk melepaskan dari jeratan tersebut. Sekuat tenaga Irfan untuk  melepaskan benda yang mengikat Irfan semakin kuat. Menariknya ke dalam hp. Dengan sekejab Irfan sudah berada di sebuah dunia yang tidak ia ketahui dalam keadaan terikat.

Muncul sesosok makluk yang sangat menakutkan berbadan besar, berwarna hitam dan memiliki cakar yang sangat tajam. Irfan semakin ketakutan dan memohon tidak membunuhnya. Lalu makluk itu bicara.

“Siapa yang mau nyelakai kamu? ” kata makluk.

“Na loh.......jadi ...saya  di bawa ke sini sampai diikat seperti ini maksudnya apa? ” tanya Irfan.

“Itu iseng. Cuma ingin nakuti kamu saja.” kata makluk tersebut dengan menahan ketawa.

Irfan di lepaskan dari ikatannya dan di bawah kesuatu tempat kediaman makluk tersebut. Di tempat tersebut makluk tersebut memperkenalkan dirinya.

“Nama saya Abraham pemimpin pelindung dunia firtual,” katanya dengan tegas.

“Nama saya Irfan,” sahutnya.

“Saya sudah tahu siapa kamu Irfan.” kata Abraham.

Irfan semakin bingung dibuat bingung keadaannya di tambah makluk yang bernama Abraham tahu tentang dirinya.

“Abraham kenapa saya di bawa kesini? ” tanya Irfan.

“Tujuan kamu di bawa kesini untuk diberikan sesuatu yang suatu saat dapat melindungi mu dari serangan para bionik yang akan menguasai firtual. Kamu di pilih dari sekian manusia. Hanya beberapa manusia yang di pilih untuk dapat bersatu dengan kami para bangsa dunia firtual,” jawab Abraham.

“Jadi saya mendapatkan kekuatan super,” kata Irfan.

“Ya kamu akan mendapatkan kekuatan kami para pelindung dunia firtual dengan mengabungkan diri dan juga selain kamu ada tiga orang lagi yang akan membantu mu dalam pertarungan sengit,” kata Abraham.

“Siapa orangnya? ” Sahut Irfan.

Abraham menunjukkan tiga foto yang akan membantu Irfan dalam menjalani tugasnya melindungi dunia firtual. Irfan memperhatikan dengan seksama foto yang di tunjukan Abraham. Ternyata Irfan mengenal salah satunya dari ketiganya.

“Abraham. Apakah benar ini Cinta ? ” tanya Irfan menujukkan fotonya.

“Itu benar sekali itu Cinta. Cewek yang kamu sukai dari SMA dan sampai sekarang ia menolak kamu,” jawab Abraham dengan tegas.

Awalnya Irfan terlihat tersifu malu terlihat dari wajahnya karena ucapan Abraham dan sekaligus jengkel karena diingatkan karena penolakan Cinta. Lagi asik-asik membicarakan tentang teman-teman yang akan membantu Irfan dalam misi. Tempat tinggal Abraham di serang para bionik wujudnya seperti manusia hanya seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat dan juga sedikit berlendir. Dengan cepat Abraham  menyerang beberapa bionik tersebut dengan cakarnya yang tajam. Beberapa bionik hancur lebur dengan kekuatan Abraham.  Muncul sesosok makluk bionik yang wujudnya sedikit berbeda dengan bionik yang di hajar Abraham. Bertubuh besar  mulut panjang dengan gigi yang tajam dan memiliki cakar tajam seperti Abraham kemudian makluk bionik tersebut berteriak “ Aku Jenderal Tasmania dari parukan bionik. Tunduk lah pada ku !”

“Siapa yang mau tunduk dengan para cecunguk seperti kalian ?” sahut Abraham semangat membara.

Mendengar perkata dari Abraham  seperti itu Jenderal Tasmania marah  dengan cepat menyerang menghajar Abraham tepat mengenainya pada dadanya. Karena  serangan dadakan tersebut Abraham terpental. Kemudian Irfan maju untuk menolong Abraham yang mencoba menahan serangan dari musuh. Abraham tahu musuhnya sangat kuat dan cepat lalu, mulai meleburkan diri menjadi cairan kemudian  menjalar ke seluruh tubuh  Irfan. Berubah menjadi Metal berwarna Hitam.

“Waaw keren sekali  wujud ku ini !”  celoteh Irfan.

Jenderal Tasmania menyerang Irfan  dalam wujudnya menjadi Hitam Metal. Dengan sekejab Irfan bisa menghindari serangan Jendaral Tasmania dan juga dengan mudah mengelaknya. Terkadang Irfan mempermainkan musuhnya. Jenderal Tasmania semakin marah di permainkan Irfan. Dengan kemampuan Jenderal Tasmania mulai menyatu dengan para bionik yang masih hidup untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatannya. Proses tersebut sangat singkat dan kemudian Jenderal Tasmania mulai menyerang Irfan dengan kekuatan barunya. Irfan yang tadi bisa menghindari dan mempermainkan lawannya kini makin terdesak. Serangan Jenderal Tasmania mulai mematikan membuat efek dari baju pelindungnya. Penyatuan Irfan dan Abraham berakhir. Jenderal Tasmania tidak menyia-nyiakan kesempatan itu lalu, di serangan dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba  Jenderal Tasmania diserang abis-abisan  sampai tidak berkutik lagi dengan sesosok makluk  yang wujudnya sama dengan Irfan yang berbeda hanya warnanya Biru Metal, Merah Metal dan Akhir dari segalanya Hijau Metal. Jenderal Tasmania kalah dan  binasa dari serangan kombo mereka.
Blog, Updated at: May 22, 2015

0 komentar:

Post a Comment