MINGGU PAGI

Posted By Cerpen universal on Tuesday, May 26, 2015 | May 26, 2015

MINGGU PAGI

Hari minggu pagi cerah selalu di mulai dengan joging pagi. Reni selalu membiasakan hidupnya teratur walau hari libur. Selalu di temani oleh Sisil tetangga depan rumah Reni. Tapi kali ini Sisil tidak bisa menemani Reni joging  karena sekarang lagi ada urusan keluar kota. Terkadang  juga kak Reno saudara Sisil sering joging tapi, banyak enggaknya karena kebiasaan keluar malam jadi susah bangun paginya.  Biasa  deh anak muda lagi nyari hiburan sampai lupa waktu. Maka itu  kak Reno malas bangun pagi kalau hari minggu. 

Kali ini beda Reni main kerumah Sisil seperti biasanya malam minggu ngumpul sama temen walau pun sebenarnya Sisilnya gak ada. Itu gak jadi persoalan Reni sering bantu Tante Wati ibunya Sisil ngurusin ketring. Tante Wati seneng bener kalau Reni main kerumahnya. Kayak sudah di anggap anaknya sendiri. Pas itu kak Reno  lagi asik main game. Reni mencoba ikut main walau ada temannya  kak Toni dan kak Andri biasa selalu bersama main game atau malam mingguan ketempat mereka biasa menghabiskan waktu. Ternyata mereka senang dengan antusias Reni mau ikutan bermain game. Kemudian kak Reno ngajakin taruhan.

“Siapa yang menang game ini harus mengikuti maunya pemenang satu hari?. Gimana ada yang berani. Tapi dengan catatan jangan yang aneh-aneh. Ok gak,” kata kak Reno.

“Ok lah kalau begitu. Tapi jangan ingkar janji,”  sahut kakToni.

“Lo Andri  gimana?,” tanya kak Reno.

“Saya gak ada masalah yang penting mah heppy aja coy,” Jawab kak Andri dengan santai.

“Lalu gimana dek Reni mau ikutan gak,” tanya  kak Reno.

Reni sebenarnya dalam pikiranya masih banyak pertimbangan. Reni mencobanya siapa tahu menang dalam permainan konyol yang dibuat kak Reno.

“Ok saya siap. Dengan catatan jangan curang,”  jawab Reni.

“Jadi semuanya setuju ya?” tanya kak Reno dengan tegas untuk menyakinkan lagi pertandingan tersebut.

“Setuju.” Serempak mereka semuanya.

Pertandingan di mulai. Tidak ada ada yang mau mengalah satu sama yang lain. Akhirnya menjadi juara dalam pertandingan game tersebut adalah Reni. Akhirnya mereka bertiga mengaku kekalahan.  kemudian kak Reno dan kawan-kawan siap menerima hukuman dari pemenang. Reni langsung saja mengmumkan hukuman yang akan di jalani kak Reno dan kawan-kawan.

“Besok kakak bertiga ikut saya joging pagi,” kata Reni.

“Cuma itu aja gampang itu mah,” kata  kak Toni.

“Bener-bener gampang. Setiap hari minggu saya sering melakukanya,” sahut kak Andri dengan wajah berseri.

"Gimana kak Reno bisa gak ?" tanya Reni.

Kak Reno masih bingung untuk menjawabnya terlihat dari gerak geriknya dan juga  ia selalu susah bangun pagi apalagi hari minggu. Tapi sudah terlanjur kak Reno yang membuat permainan ini jadi harus bertanggungjawab semua lalu, kak Reno menjawabnya “Ya sudah saya ikut.” 

“Jadi  kita sepakati  besok joging pagi dan ngumpulnya di rumah kak Reno,” kata Reni.

“Ok gak ada masalah,” sahut  kak Andri.

“No problemo,” kata kakToni.

“Ya.....ya...” kata kak Reno dalam keadaan kurang semangat

Setelah perbincangan yang panjang dan sepakat untuk kegiatan besok akhirnya  mereka pun izin  untuk pulang. Seperti biasa Reni pamitan ke tante Wati dan om Handoko. Begitu juga dengan kak Toni dan kak Andri.

****

Keesokan harinya Reni  bangun pagi-pagi sekali setelah membereskan kamar tidurnya dan menyiapkan segala perlengkapan joging pagi.  Reni segera mampir kerumah kak Reno. Sampai di rumah kak Reno seperti biasa tante Wati dan Om Handoko melakukan aktivitas seperti biasanya. Tante Wati selalu merawat tamannya dengan baik dan indah. Sedangkan om handoko seperti biasa membaca  surat kabar di teras depan sambil menghirup udara pagi yang segar dan juga tidak lupa degan secangkir kopi buatan istri tercinta.  Reni menyapa mereka berdua.

“Selamat pagi om tante !”  kata Reni dengan penuh ke santunan.

“Selamat pagi Reni,” jawab tante Wati dan om Hondoko.

“Mau joging pagi ya ?” tanya om Handoko.

“Iya om. Kak Reno mana,” kata Reni.

“Renonya masih tidur. Kalau hari minggu susah bangunnya,” sahut tante Wati.

“Bu coba kamu bangunin lagi Renonya. Kan  mau joging pagi nanti kalau gak di bangunin keburu siang. Nanti bukan joging pagi namanya,” kata  om Handoko.

“Ya udah ibu coba bangunin Renonya,” jawab tante Wati.

Tante Wati bergegas ke kamar kak Reno. Di bukanya pelan-pelan pintu kamarnya. Dilihatnya kak Reno di kamarnya. Dalam keadaan masih terselimuti oleh selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh dengan posisi tidur tengkurep. Dengan pelan-pelan ibunya mencoba membangunkan  kak Reno.

“ Kakak....kakak.....kakak bangun sudah pagi. Kan sudah janji mau joging pagi sama Reni. Sudah di tunggu di depan tuh,” kata ibunya.

“ oh ya... sebentar lagi masih ngantuk ni bu,” kata kak Reno dalam keadaan setengah sadar.

“ ayo bangun.... kak Reno sudah janji  sama Reni. Ayo sudah di tungguin itu,” bujuk Ibunya

“ iya..iya saya bangun.” Sahut kak Reno.

Akhirnya kak Reno bangun dari tidurnya. Kemudian Ibunya keluar dari kamar menuju halaman depan membereskan pekerjaannya belum selesai. 

" gimana  bu Renonya  udah bangun?" tanya om Handoko.

" udah pak. lagi beres-beres," jawab tante Wati.

" anak bujang susah bangun pagi. Kalah sama anak cewek. Ya nak Reni," celoteh om Handoko.

Reni mendengar omongan om Handoko Reni jadi tersipu malu. Selang  beberapa menit kak Reno keluar dari kamar menuju  halaman depan. Kebetulan juga teman-temanya juga sudah datang dan siap melakukan Joging pagi bareng. Tiba-tiba Reni minta izin mau kekamar kecil. Lalu om Handoko dan tante Wati mempersilakannya. Kemudian kembali masuk ke dalam rumah. Mau mengambil sesuatu di kamar. Setelah mendapatkan barang yang di inginkan Kak Reno kemudian keluar dan berpapasan dengan Reni. Saat itu Reno tidak menyia-yiakan waktu yang tepat untuk mengungkap kan perasaanya.

“ dek Reni tunggu sebentar kakak mau ngomong sesuatu.” Kata Reno dengan lembut.

" kak Reno mau ngomong apa? cepetan sudah di tunggu tuh sama kak Andri dan Kak Toni," sahut Reni.

" gimana ya ngomongnya. Susah baget sih," kata Reno kelihatan grogi.

" ngomong aja kak. Susah amat cepetan ngomongnya," kata Reni.

" kak suka sama dek Reni," kata Reno dengan lantang.

Reni terkejut dibuat oleh kak Reno. Wajah  Reni terlihat merona merah. Reni malu mengatakannya, tapi harus karena kak Reno memaksa untuk menjawabnya. Reni memberikan sebuah ciuman di pipi kak Reno. sontak wajah Kak Reno memerah dan tangannya menyentuh pipinya. kemudian Reni  dengan samar berkata “ ya saya suka juga dengan kak Reno.” Dengan rasa malu Reni meninggalkan kak Reno menuju ke halaman depan dimana Kak Andri dan Kak Toni menunggunya.

" yes....yes........." teriak Kak Reno kegirangan.

Blog, Updated at: May 26, 2015

0 komentar:

Post a Comment