MINGGU PAGI
Kali ini beda Reni main kerumah Sisil seperti biasanya malam minggu ngumpul sama temen walau pun sebenarnya Sisilnya gak ada. Itu gak jadi persoalan Reni sering bantu Tante Wati ibunya Sisil ngurusin ketring. Tante Wati seneng bener kalau Reni main kerumahnya. Kayak sudah di anggap anaknya sendiri. Pas itu kak Reno lagi asik main game. Reni mencoba ikut main walau ada temannya kak Toni dan kak Andri biasa selalu bersama main game atau malam mingguan ketempat mereka biasa menghabiskan waktu. Ternyata mereka senang dengan antusias Reni mau ikutan bermain game. Kemudian kak Reno ngajakin taruhan.
“Siapa yang menang
game ini harus mengikuti maunya pemenang satu hari?. Gimana ada yang berani.
Tapi dengan catatan jangan yang aneh-aneh. Ok gak,” kata kak Reno.
“Ok lah kalau begitu.
Tapi jangan ingkar janji,” sahut kakToni.
“Lo Andri gimana?,” tanya kak Reno.
“Saya gak ada masalah
yang penting mah heppy aja coy,” Jawab kak Andri dengan santai.
“Lalu gimana dek Reni
mau ikutan gak,” tanya kak Reno.
Reni sebenarnya dalam
pikiranya masih banyak pertimbangan. Reni mencobanya siapa tahu menang dalam
permainan konyol yang dibuat kak Reno.
“Ok saya siap. Dengan
catatan jangan curang,” jawab Reni.
“Jadi semuanya setuju
ya?” tanya kak Reno dengan tegas untuk menyakinkan lagi pertandingan tersebut.
“Setuju.” Serempak
mereka semuanya.
Pertandingan di mulai.
Tidak ada ada yang mau mengalah satu sama yang lain. Akhirnya menjadi juara
dalam pertandingan game tersebut adalah Reni. Akhirnya mereka bertiga mengaku kekalahan. kemudian kak Reno dan kawan-kawan siap menerima hukuman dari pemenang. Reni langsung saja mengmumkan hukuman yang
akan di jalani kak Reno dan kawan-kawan.
“Besok kakak bertiga
ikut saya joging pagi,” kata Reni.
“Cuma itu aja gampang
itu mah,” kata kak Toni.
“Bener-bener gampang.
Setiap hari minggu saya sering melakukanya,” sahut kak Andri dengan wajah berseri.
"Gimana kak Reno bisa gak ?" tanya Reni.
Kak Reno masih bingung untuk menjawabnya terlihat dari gerak geriknya dan juga ia selalu susah bangun pagi apalagi hari minggu. Tapi sudah terlanjur kak Reno yang membuat permainan ini jadi harus bertanggungjawab semua lalu, kak Reno menjawabnya “Ya sudah saya ikut.”
Kak Reno masih bingung untuk menjawabnya terlihat dari gerak geriknya dan juga ia selalu susah bangun pagi apalagi hari minggu. Tapi sudah terlanjur kak Reno yang membuat permainan ini jadi harus bertanggungjawab semua lalu, kak Reno menjawabnya “Ya sudah saya ikut.”
“Jadi kita sepakati
besok joging pagi dan ngumpulnya di rumah kak Reno,” kata Reni.
“Ok gak ada masalah,”
sahut kak Andri.
“No problemo,” kata kakToni.
“Ya.....ya...” kata kak Reno dalam keadaan kurang semangat
Setelah perbincangan
yang panjang dan sepakat untuk kegiatan besok akhirnya mereka pun izin untuk pulang. Seperti biasa Reni pamitan ke
tante Wati dan om Handoko. Begitu juga dengan kak Toni dan kak Andri.
****
Keesokan harinya Reni bangun pagi-pagi sekali setelah membereskan
kamar tidurnya dan menyiapkan segala perlengkapan joging pagi. Reni segera mampir kerumah kak Reno. Sampai di
rumah kak Reno seperti biasa tante Wati dan Om Handoko melakukan aktivitas
seperti biasanya. Tante Wati selalu merawat tamannya dengan baik dan indah.
Sedangkan om handoko seperti biasa membaca
surat kabar di teras depan sambil menghirup udara pagi yang segar dan
juga tidak lupa degan secangkir kopi buatan istri tercinta. Reni menyapa mereka berdua.
“Selamat pagi om
tante !” kata Reni dengan penuh ke
santunan.
“Selamat pagi Reni,” jawab tante Wati dan om
Hondoko.
“Mau joging pagi ya ?”
tanya om Handoko.
“Iya om. Kak Reno
mana,” kata Reni.
“Renonya masih tidur.
Kalau hari minggu susah bangunnya,” sahut tante Wati.
“Bu coba kamu bangunin lagi Renonya. Kan mau joging pagi nanti
kalau gak di bangunin keburu siang. Nanti bukan joging pagi namanya,” kata om Handoko.
“Ya udah ibu coba
bangunin Renonya,” jawab tante Wati.
Tante Wati bergegas ke kamar
kak Reno. Di bukanya pelan-pelan pintu kamarnya. Dilihatnya kak Reno di kamarnya. Dalam
keadaan masih terselimuti oleh selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh dengan
posisi tidur tengkurep. Dengan pelan-pelan ibunya mencoba membangunkan kak Reno.
“ Kakak....kakak.....kakak
bangun sudah pagi. Kan sudah janji mau joging pagi sama Reni. Sudah di tunggu di depan tuh,” kata ibunya.
“ oh ya... sebentar lagi
masih ngantuk ni bu,” kata kak Reno dalam keadaan setengah sadar.
“ ayo bangun.... kak
Reno sudah janji sama Reni. Ayo sudah di tungguin itu,” bujuk Ibunya
“ iya..iya saya
bangun.” Sahut kak Reno.
Akhirnya kak Reno bangun
dari tidurnya. Kemudian Ibunya keluar dari kamar menuju halaman depan membereskan pekerjaannya belum selesai.
" gimana bu Renonya udah bangun?" tanya om Handoko.
" udah pak. lagi beres-beres," jawab tante Wati.
" anak bujang susah bangun pagi. Kalah sama anak cewek. Ya nak Reni," celoteh om Handoko.
Reni mendengar omongan om Handoko Reni jadi tersipu malu. Selang beberapa menit kak Reno keluar dari kamar menuju halaman depan. Kebetulan juga teman-temanya juga sudah datang dan siap melakukan Joging pagi bareng. Tiba-tiba Reni minta izin mau kekamar kecil. Lalu om Handoko dan tante Wati mempersilakannya. Kemudian kembali masuk ke dalam rumah. Mau mengambil sesuatu di kamar. Setelah mendapatkan barang yang di inginkan Kak Reno kemudian keluar dan berpapasan dengan Reni. Saat itu Reno tidak menyia-yiakan waktu yang tepat untuk mengungkap kan perasaanya.
" gimana bu Renonya udah bangun?" tanya om Handoko.
" udah pak. lagi beres-beres," jawab tante Wati.
" anak bujang susah bangun pagi. Kalah sama anak cewek. Ya nak Reni," celoteh om Handoko.
Reni mendengar omongan om Handoko Reni jadi tersipu malu. Selang beberapa menit kak Reno keluar dari kamar menuju halaman depan. Kebetulan juga teman-temanya juga sudah datang dan siap melakukan Joging pagi bareng. Tiba-tiba Reni minta izin mau kekamar kecil. Lalu om Handoko dan tante Wati mempersilakannya. Kemudian kembali masuk ke dalam rumah. Mau mengambil sesuatu di kamar. Setelah mendapatkan barang yang di inginkan Kak Reno kemudian keluar dan berpapasan dengan Reni. Saat itu Reno tidak menyia-yiakan waktu yang tepat untuk mengungkap kan perasaanya.
“ dek Reni tunggu sebentar kakak mau ngomong sesuatu.”
Kata Reno dengan lembut.
" kak Reno mau ngomong apa? cepetan sudah di tunggu tuh sama kak Andri dan Kak Toni," sahut Reni.
" gimana ya ngomongnya. Susah baget sih," kata Reno kelihatan grogi.
" ngomong aja kak. Susah amat cepetan ngomongnya," kata Reni.
" kak suka sama dek Reni," kata Reno dengan lantang.
" kak Reno mau ngomong apa? cepetan sudah di tunggu tuh sama kak Andri dan Kak Toni," sahut Reni.
" gimana ya ngomongnya. Susah baget sih," kata Reno kelihatan grogi.
" ngomong aja kak. Susah amat cepetan ngomongnya," kata Reni.
" kak suka sama dek Reni," kata Reno dengan lantang.
Reni terkejut dibuat
oleh kak Reno. Wajah Reni terlihat
merona merah. Reni malu mengatakannya, tapi harus karena kak Reno memaksa untuk
menjawabnya. Reni memberikan sebuah ciuman di pipi kak Reno. sontak wajah Kak Reno memerah dan tangannya menyentuh pipinya. kemudian Reni dengan samar berkata “ ya saya suka juga
dengan kak Reno.” Dengan rasa malu Reni meninggalkan kak Reno menuju ke halaman depan dimana Kak Andri dan Kak Toni menunggunya.
" yes....yes........." teriak Kak Reno kegirangan.
" yes....yes........." teriak Kak Reno kegirangan.


0 komentar:
Post a Comment