BERUBAH KARENA CINTA

Posted By Cerpen universal on Monday, May 11, 2015 | May 11, 2015

BERUBAH KARENA CINTA

Terjadi pertengkaran yang sangat hebat yang membuat ibunya Adit meningalkan rumah dan anaknya yang tersayang. Adit masih kecil tidak mengerti tetang persoalan kedua orang tuanya. Yang dia tahu adalah bermain dan bermain. Nama juga anak kecil yang masih asik-asiknya dengan dunianya, tetapi ayahnya tidak peduli hal tersebut. Untung saja pada saat kejadian perpisaan orang tuanya. Ayahnya meminta membantu kepada adiknya untuk merawat Adit sementara waktu. Adit akhirnya dapat kasih sayang dari sentuhan wanita lagi, tapi hanya selang hanya  beberapa tahun. Adit kembali kehilangan kasih sayang dari sentuhan wanita. Karena keadaan jugalah wanita tersebut meninggalkan Adit memilih untuk pergi jadi TKW.  Semenjak itu kehidupan Adit menjadi keras.

Adit selalu menuruti perintah  ayahnya di saat ayahnya  pergi Adit bermain dengan siapa saja. Yang berakhir terjerumus oleh pergaulan. Teman-teman mengajarkan banyak tentang artinya pemberontakan. Adit yang tidak mengerti akhirnya menyesuaikan  diri dengan keadaan. Sifat Adit berangsur-angsur menjadi pria yang kasar. 

Ayahnya mulai melihat perubahan itu. Khawatirannya semakin tinggi  dengan keadaan dari Adit, tetapi karena keadaan juga ayahnya membiarkan anaknya sampai mana perubahan tersebut. Hal tersebut terjadi juga ayahnya tahu bahwa Adit menjadi berandalan di pasar bersama teman-temannya yang tidak jelas. Ayahnya marah besar di tampar anaknya itu di depan umum dan menyuruhnya pulang.


Adit terpukul dengan perlakuan ayahnya. Melawan  perintah ayahnya dan memilih pergi dari tempat kejadian. Harga dirinya seorang anak di hancur kan seketika di depan umum. Perasaan tertekan selama ini di pendam Adit akhirnya meledak. Ayahnya tidak bisa mencegah anaknya pergi untuk selamanya.


Adit pergi tidak tahu kemana. Yang dia tahu adalah di mana kaki melangkah itulah kehidupannya.  Semenjak itu hidupnya tambah menjadi lebih rumit dan suram tak berhujung. Setiap hari yang  dilakukan Adit adalah hanya memenuhi kehidupan terkadang harus berbuat lebih kasar lagi demi  bisa bertahan.


Waktu berjalan semakin cepat Adit menjadi orang yang perawakan lebih buruk lagi. Bekerja sama dengan teman-temann berandalan menjadi orang jauh dari kebaikan. Hidup di dunia kegelapan. Yang di pikirkan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bisa bertahan dan bersenang.  Adit tidak segan -segan berbuat lebih jauh demi mendapatkan apa yang dinginkannya?. Rasa kepuasaan terbesit dalam tingkah lakunya. Hal tersebut dilakuan terus-menerus setiap hari. 



*****
Suatu hari Adit kumpul dengan teman-temanya di pasar. Di situ juga awal pertemuan dengan seorang gadis cantik yang muncul di depan Adit. Semenjak itu hati Adit bergetar lagi. Semenjak itu Adit sering memperhatikannya. Ingin mendekati gadis terebut Adit malu dengan keadaannya. Apalagi gadis tersebut Ayahnya seorang yang ahli agama. Mengajarkan banyak kebaikan yang jauh dari pada Adit. Demi ingin mendapatkan cinta si gadis Adit pura-pura menjadi  orang yang baik. Petualangan cinta awalnya berjalan mulus sampai beberapa bulan. Kelakuan Adit menjadi berubah dikit demi sedikit. Walau pun hubungan mereka hanya teman baik. Rasa gembiranya terlihat dari parasnya dan tingkah lakunya. Terkadang sesekali di ejek teman-temannya karena tingkahnya itu. Tetapi Adit tetap pada pendiriannya. Ia merasa hidupnya lebih berarti.

Hal ini di ketahui oleh temannya yang tidak senang perubahan Adit namanya Loreng. Karena kebenciannya kepada Adit maka dengan berpura-pura menjadi orang baik dengan penampilan selayaknya orang bener sendiri. Membongkar semua kedoknya Adit di depan gadis yang di sukai namanya Lesti.


Kecewaan terhadap terlihat dari raut wajahnya Lesti. Adit  menyaksikan dengan benar keadaan sebenarnya pada hal baru kemarin Lesti mau membuka diri untuk Adit kini berakhir dengan patah di tengah jalan  apalagi Ayah Lesti menaruh harapan besar terhadap Adit. karena Adit mampu menunjukkan bahwa dirinya baik walaupun itu klise. Walaupun begitu Adit menjelaskan tetap Lesti tidak mau mengerti air matanya mengalir deras. Adit terpukul dengan melihat keadaan Lesti. Tangannya menjadi gatal ingin memukul temannya. Tetapi ditahannya karena dihadapan Lesti dan Ayahnya. Lebih meninggalkan tempat tersebut.


Adit jadi delema kembali di buat kejadian tersebut. Airnya mengalir dengan deras. Dengan keadaan perasaan yang sakit Adit mendatangi rumahnya Alloh SWT. Di dalam mesjid Adit sholat yang sebenarnya. Dulu demi mendapatkan cinta Lesti berpura-pura  menjadi baik. Kali ini beda Adit memutuskan untuk tobat nasuha.


Bergaul dengan orang-orang yang mau merima Adit yang mau mengajarkan tetang kebaikan dunia. Di mesjid tersebutlah Adit di percaya untuk mengurusnya bersama dengan Pak tua yang telah menjadi marbot. Pak Aris membimbing Adit menjadi selayaknya menjadi manusia bermanfaat. Terkadang sesekali menggantikan Pak Aris azan atau mengajarkan anak-anak belajar mengaji. Kesunguhan Adit  untuk menjadi baik terlihat dengan perubahan yang besar. Semakin lama semakin pintar. Adit dalam mempelajari ilmu agama.


Ketekunan Adit dalam perubahannya menghantarkan dia menjadi sosok yang berbudi luhur. Sudah berkali-kali di di percaya jadi iman sholat sampai menjadi penceramah di mesjid. Kehidupan lebih punya makna dihormati dan di sayang. Jauh dari kehidupan yang dulu ingin dihormati harus berbuat kasar dulu menciptakan ketakutan.


Syukur alhamdulilah di panjatkan setiap hari oleh Adit karena masih di berikan kepercayaan menikmati nilai-nilai rahmat dan hidayah. Hari-hari kehidupan Adit lebih baik. Terkadang Adit di percaya untuk mengurus acara pengajian akbar yang di adakan mesjid dimana Adit membina dirinya. Para pengurus sangat percaya dengan Adit karena anaknya mau belajar dan berusaha terus-terus untuk tetap menjaga kepercayaan. Dalam acara tersebut Adit bertemu kembali dengan Ayah Lesti.


Setelah  acara tersebut Ayahnya Lesti menghampiri Adit. Ingin memastikan dengan benar. Terjadilah perbincangan yang cukup panjang. Adit menceritakan semuanya dengan penuh kejujuran kepada Ayah Lesti. Mendengarkan dengan seksama cerita Adit.  Ayahnya Lesti merasa banyak pelajaran yang Ia dapatkan. Sampai selesai pertemuan tersebut ayahnya Lesti selalu mengucap "Allohhu Akbar" sampai rumah.


Sesampainya di rumah Ayahnya Lesti tak puas-puasnya memuji anaknya. Yang mampu mengubah seseorang di jalan Alloh SWT. Kebanggaannya tidak bisa di takar. Selama ini mendidik anaknya memberikan rasa cinta kasih yang banyak yang membuat anaknya menjadi anak yang sholeha.


Keesokan harinya Adit datang ke rumah Lesti di suruh Ayahnya. Pertemuan itu membuat terkejut Lesti. Sontak dihatinya Lesti bergetar begitu dengan Adit. Tujuannya ayahnya Lesti menyuruh Adit untuk membicarakan pernikahan. Selama ini Lesti mempercayakan jodohnya di tangan Ayahnya semenjak kejadian tersebut. Karena hal tersebut yang benar-benar layak bisa menjaga anaknya dunia akhirat adalah Adit.


Lesti menerimanya setelah mendengarkan ayahnya sepanjang malam bercerita. Adit yang akan datang mau membangun hubungan baik dengan Lesti. Rasa syukur di panjatkan oleh Lesti. Air mata mengalir, tapi kali ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagian. 



*****
Akhirnya Adit pulang ke rumah. Dengan senangnya Ayahnya memeluk anaknya.  Ayahnya meminta maaf karena membuat hatinya Adit terluka. Begitu juga Adit meminta maaf kepada Ayahnya karena tidak bisa menjadi anak berbakti. Adit bercerita tujuanya pulang meminta Ayahnya datang di acara pernikahannya dengan orang di cintainya. Ayahnya lebih senang lagi anaknya sudah berubah dan ingin membina rumah tangga.

Setelah kesepakatan kedua belah pihak menentukan  waktunya. akhirnya Adit dan Lesti menikah di mesjid dan resepsinya di adakan di rumah Lesti. Banyak yang datang termasuk teman-temannya yang berandal dulu bertobat  menjadi orang baik termasuk Loreng yang membuat hubungan Adit hancur, tapi jika tidak ada Loreng kebahagian sebenarnya tidak akan terjadi. Semua ini rahasia Tuhan yang menunjukkan jalan kebenaran Alloh SWT Maha Adil. Adit dan Lesti hidup bahagia. Bersama dengan orang yang menyanyangi mereka.
Blog, Updated at: May 11, 2015

0 komentar:

Post a Comment