BURUNG HANTU

Posted By Unknown on Monday, April 27, 2015 | April 27, 2015

BURUNG HANTU

Malam yang tidak terlupakan. Lagi asik mengamati bintang lewat teropong bintang. Melesat dengan kecepatan tinggi. Cahayanya sangat terang. Jatuh kebumi membuat benturan yang cukup dasyat. Bayu bergegas mencari tempat jatuh benda. Dengan menggunakan sepedah bayu mengejarnya. Sesampainya pada tempat jatuhnya benda. Di belakang bukit dekat danau. Dengan perlahan-lahan Bayu mendekati benda itu.  terlihat sebuah benda yang berbentuk kapsul. Tiba-tiba benda asing terbuka. Muncullah sesosok makluk yang sangat......!. Padahal mulai sangat takut. Bayu kira makluk buas dan menyeramkan. Ternyata seekor burung. Lebih mirip sih burung hantu. Keadaan makluk tersebut pingsan. Dengan segera menyelamatkanya. Membawa kerumah Bayu.

Dengan sesuah payahnya membawa pesawat luar angka dan makluknya. Di dalam kamar Bayu mulai meriksa keadaan burung hantu. Setelah memeriksa ternyata makluk tersebut tidak mengalami cidera. Maklum saja Bayu anak kedokteran yang lagi liburan akhir semester kerumah kakek dan neneknya dikampung. Maka Bayu tahu sedikit  untuk pertolongan pertama.
Beberapa jam burung hantu mulai sadar.

“Haaaaa..........burungnya bicara,” kata Bayu dengan sangat terkejutnya. Lalu Bayu berusaha meredakan rasa terkejutnya.

Bayu mulai berpikir lebih objektif tentang keadaannya sekarang.

“Mungkin saja tinggkat kecerdasaan tinggi sebanding dengan manusia atau lebih apalagi  ia berasal dari luar angkasa, “ celoteh Bayu dengan suara samar-samar.

“Dimana saya,” burung hantu bertanya.

“Kamu dirumah saya,” jawab Bayu dengan tegas.

Bayu mulai menceritakan kejadian bagimana burung hantu bisa sampai kerumahnya. Merawatnya selama beberapa hari.

“Terima kasih atas bantuannya, mungkin suatu saat saya akan membalas budi ini, “ kata burung hantu.

“Oh ini tidak seberapa, saya hanya menolong saja. Biasa namanya kamu kan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saya gak mungkin gak menolong,” jawab Bayu dengan tersipu malu.

“Dimana….mana gelangku,” kata burung hantu dengan terkejut.

“Oh benda ini. saya menemukanya jatuh di dalam kapsul. Mungkin ini benda peninggalan atau semacam alat untuk komunikasi. Ni simpan baik-baik agar gak hilang lagi,” kata Bayu dengan penuh keyakinan.

Burung hantu senang karena benda itu tidak hilang. Terlihat daru mimik wajahnya. Bayu sendiri masih bingung dengan kejadian ini. Ingin bertanya, tapi melihat keadaan burung hantu yang masih belum baik benar. Tiba – tiba terdengar suara aneh yang memekikan telinga. Semua keluar dari rumah untuk mengetahui dari mana datang suara. Suasana pagi menjadi lebih gemuruh. Yang biasa sunyi senyap kini heboh. Dari kejauhan terlihat kepulan asap tidak jauh dari tempat jatuhnya kapsul siburung hantu.

Bayu ingin melihatnya, tetapi menghawatirkan keadaan teman barunya itu. Sekelebat cahaya  menyambar tempat gudang rumah kakek Bayu. Terbelah menjadi dua setelah itu runtuh dan timbul api yang membakarnya. Bayu dan kakek  panik dan segera mematikan api tersebut. Agar tidak mengenai rumah utama. Para  warga berbondong-bondong membantu walau jarak tiap rumah agak berjauhan, maklum desa. Solidaritas antara tetangga tetap terjaga.

Burung hantu tiba-tiba keluar dari jendela. Dalam sekejab ia bertranformasi.

“Besar sekali,” kata Bayu dengan sangat terkejut menyaksikan kejadian itu.

Burung hantu terbang ke arah danau. Bayu mengejarnya dengan sepedahnya. Susah payah ketempat danau. Terlihat kedua monster  sedang berhadapan. Mereka berdua mulai ancang-ancang dalam pertarungan. Burung hantu menyerang dengan serangan sayapnya. Menciptakan angin yang kuat dapat memotong benda apapun di depannya. Musuhnya menangkis dengan tameng  besi yang tidak bisa di tembus. Dengan sekali tebasan dari pedang musuh kekuatanya berbentuk seperti kilatan cahaya. Sama seperti yang menyerang gudang di rumah Bayu. Burung hantu terjatuh dan tersungkur akibat serangan musuh.

“Burung…………….hantu,” teriakan Bayu.

Dengan sergap Bayu sudah di hadapan burung hantu untuk menolongnya. monster  itu berjalan menuju tempat burung hantu. Tiba-tiba entah gimana tahu-tahu monster sudah di hadapan Bayu. Wujutnya sangat menyeramkan ada ekornya lagi. Bayu di tebasnya. Dengan cepat burung hantu meraih bayu dan bisa terselamatkan.

“Haaaa………..,” kata bayu berteriak ketakutan.

“Pakei gelang ini. Bilang berubah. Cepat tidak banyak waktu,” kata burung hantu.

Bayu memakai gelang yang diberikan burung hantu. Dengan segera dia bilang berubah. Burung hantu menjadi energy dan masuk kedalam gelang. Kemudian  gelang berevolusi menutupi Bayu menjadi  armor baju perang berlapiskan metal.  Siap bertarung dengan musuh di hadapanya. Pertarungan itu sangat sengit. Tidak ada mau mengalah dalam pertarungan tersebut. Setiap Bayu melancarkan tinjuan dan tendangan dibalas dengan pertahanan yang sangat kuat. Begitu juga serangan monster. Beberapa kali serangan bisa di tangkis dengan mudah. Tebasan pedang monster dapat Bayu mengindar dengan cepat.

”Jurus itu terlalu kuat jika terkena. kalau terlau sering terkena armor ini pun bisa tembus. Saya bisa kalah,” kata Bayu dalam hatinya.

Dengan memperhatikan serangan dari monster. Bayu mencari titik kelemahannya dan melancarkan serangan paling kuat untuk membinasahkan monster.  Dengan sekejab pukulan bayu berhasil menembusnya. Monster pun  terpental jauh. Bayu tidak menyiayiakan kesempatan.  Dia belompat keatas langit dan menerjang monter  yang tersukur itu.  Armornya berubah seperti tobak di Kaki dengan efek gesekan pada udara timbullah api yang membakar. Jatuh  menusuk tepat di dada moster. Moster pun kalah. Bayu kembali berubah kewujud manusia. Begitu juga dengan burung hantu. mereka menjadi teman dalam kehidupan sehari-hari. Juga dalam pertarungan untuk menghancurkan musuh-musuh yang memburu burung hantu karena suatu alasan yaitu kekuatan.
Blog, Updated at: April 27, 2015

0 komentar:

Post a Comment