Malam yang
tidak terlupakan. Lagi asik mengamati bintang lewat teropong bintang. Melesat
dengan kecepatan tinggi. Cahayanya sangat terang. Jatuh kebumi membuat benturan
yang cukup dasyat. Bayu bergegas mencari tempat jatuh benda. Dengan
menggunakan sepedah bayu mengejarnya. Sesampainya pada tempat jatuhnya benda.
Di belakang bukit dekat danau. Dengan perlahan-lahan Bayu mendekati benda
itu. terlihat sebuah benda yang
berbentuk kapsul. Tiba-tiba benda asing terbuka. Muncullah sesosok makluk yang
sangat......!. Padahal mulai
sangat takut. Bayu kira makluk buas dan menyeramkan. Ternyata seekor burung.
Lebih mirip sih burung hantu. Keadaan makluk tersebut pingsan. Dengan segera menyelamatkanya.
Membawa kerumah Bayu.
Dengan sesuah
payahnya membawa pesawat luar angka dan makluknya. Di dalam kamar Bayu mulai meriksa
keadaan burung hantu. Setelah memeriksa ternyata makluk tersebut tidak
mengalami cidera. Maklum saja Bayu
anak kedokteran yang lagi liburan akhir semester kerumah kakek dan neneknya
dikampung. Maka Bayu
tahu sedikit untuk pertolongan pertama.
Beberapa jam
burung hantu mulai sadar.
“Haaaaa..........burungnya bicara,” kata Bayu
dengan
sangat terkejutnya. Lalu Bayu berusaha meredakan rasa
terkejutnya.
Bayu
mulai
berpikir lebih objektif tentang keadaannya sekarang.
“Mungkin saja tinggkat kecerdasaan tinggi
sebanding dengan manusia atau lebih apalagi
ia berasal dari luar angkasa, “ celoteh Bayu dengan suara samar-samar.
“Dimana saya,”
burung hantu bertanya.
“Kamu dirumah
saya,” jawab Bayu dengan tegas.
Bayu mulai menceritakan
kejadian bagimana burung hantu bisa sampai kerumahnya. Merawatnya selama
beberapa hari.
“Terima kasih
atas bantuannya, mungkin suatu saat saya akan membalas budi ini, “ kata burung
hantu.
“Oh ini tidak
seberapa, saya hanya menolong saja. Biasa namanya kamu kan dalam keadaan tidak
sadarkan diri. Saya gak mungkin gak menolong,” jawab Bayu dengan tersipu malu.
“Dimana….mana
gelangku,” kata burung hantu dengan terkejut.
“Oh
benda ini. saya menemukanya jatuh di dalam kapsul. Mungkin ini benda
peninggalan atau semacam alat untuk komunikasi. Ni simpan baik-baik agar gak
hilang lagi,” kata Bayu dengan penuh keyakinan.
Burung
hantu senang karena benda itu tidak hilang. Terlihat daru mimik wajahnya. Bayu sendiri
masih bingung dengan kejadian ini. Ingin bertanya, tapi melihat keadaan burung
hantu yang masih belum baik benar. Tiba
– tiba terdengar suara aneh yang memekikan telinga. Semua keluar dari rumah
untuk mengetahui dari mana datang suara. Suasana pagi menjadi lebih gemuruh. Yang
biasa sunyi senyap kini heboh. Dari kejauhan terlihat kepulan asap tidak jauh
dari tempat jatuhnya kapsul siburung hantu.
Bayu
ingin melihatnya, tetapi menghawatirkan keadaan teman barunya itu. Sekelebat cahaya menyambar tempat gudang rumah kakek Bayu. Terbelah menjadi
dua setelah itu runtuh dan timbul api yang membakarnya. Bayu
dan kakek panik dan segera mematikan api
tersebut. Agar tidak mengenai rumah utama. Para warga berbondong-bondong membantu walau jarak
tiap rumah agak berjauhan, maklum desa. Solidaritas antara tetangga tetap
terjaga.
Burung
hantu tiba-tiba keluar dari jendela. Dalam sekejab ia bertranformasi.
“Besar
sekali,” kata Bayu dengan sangat terkejut menyaksikan kejadian itu.
Burung
hantu terbang ke arah danau. Bayu mengejarnya dengan sepedahnya. Susah payah
ketempat danau. Terlihat kedua monster sedang berhadapan. Mereka berdua mulai
ancang-ancang dalam pertarungan. Burung hantu menyerang dengan serangan sayapnya.
Menciptakan angin yang kuat dapat memotong benda apapun di depannya. Musuhnya
menangkis dengan tameng besi yang tidak
bisa di tembus. Dengan sekali tebasan dari pedang musuh kekuatanya berbentuk
seperti kilatan cahaya. Sama seperti yang menyerang gudang di rumah Bayu. Burung
hantu terjatuh dan tersungkur akibat serangan musuh.
“Burung…………….hantu,” teriakan
Bayu.
Dengan
sergap Bayu sudah di hadapan burung hantu untuk menolongnya. monster itu berjalan menuju tempat burung hantu. Tiba-tiba
entah gimana tahu-tahu monster sudah di hadapan Bayu. Wujutnya sangat
menyeramkan ada ekornya lagi. Bayu di tebasnya. Dengan cepat burung hantu
meraih bayu dan bisa terselamatkan.
“Haaaa………..,” kata
bayu berteriak ketakutan.
“Pakei
gelang ini. Bilang berubah. Cepat tidak banyak waktu,” kata burung hantu.
Bayu memakai gelang yang diberikan burung hantu. Dengan segera dia bilang berubah. Burung hantu menjadi energy dan masuk kedalam gelang. Kemudian gelang berevolusi menutupi Bayu menjadi armor baju perang berlapiskan metal. Siap bertarung dengan musuh di hadapanya. Pertarungan itu sangat sengit. Tidak ada mau mengalah dalam pertarungan tersebut. Setiap Bayu melancarkan tinjuan dan tendangan dibalas dengan pertahanan yang sangat kuat. Begitu juga serangan monster. Beberapa kali serangan bisa di tangkis dengan mudah. Tebasan pedang monster dapat Bayu mengindar dengan cepat.
”Jurus itu terlalu kuat jika terkena. kalau terlau sering terkena armor ini pun
bisa tembus. Saya bisa kalah,” kata Bayu dalam hatinya.
Dengan
memperhatikan serangan dari monster. Bayu mencari titik kelemahannya dan melancarkan serangan paling kuat untuk
membinasahkan monster. Dengan sekejab
pukulan bayu berhasil menembusnya. Monster pun terpental jauh. Bayu tidak menyiayiakan
kesempatan. Dia belompat keatas langit
dan menerjang monter yang tersukur itu. Armornya berubah seperti tobak di Kaki dengan
efek gesekan pada udara timbullah api yang membakar. Jatuh menusuk tepat di dada moster. Moster
pun kalah. Bayu kembali berubah kewujud manusia. Begitu juga dengan burung hantu. mereka menjadi teman dalam kehidupan sehari-hari. Juga dalam pertarungan untuk menghancurkan musuh-musuh yang memburu burung hantu karena suatu alasan yaitu kekuatan.


0 komentar:
Post a Comment