HANTU
“Kalau kalian pulang malam jangan
lewat depan rumah kosong yang berada di
pengkolan. Jika terlanjur lewat situ jalan terus pandangan
kedepan, ketika ditepuk pundak dari belakang jangan menoleh,” cerita Indro
dengan nuansa menyeramkan.
“Apa yang terjadi
jika menoleh?” Doni bertanya.
“Arwah penasaran,” jawab Indro dengan tegas.
Lagi
asik mendengarkan cerita Indro. Datang seorang
sangat menyeramkan, tetapi sebenarnya baik dan bijaksana. Cuma perawakan saja
yang menakutkan.
“Ayo……ayo kerja lagi. Kebanyakan rumpi nanti
di marahi bos kalau kelamaan istirahat," tegur Pak mandor proyek.
Mereka semua
kembali kerja dengan penuh tanggung jawab terlihat dari paras wajah mereka.
Walau ada masalah mereka selalu bisa mengantipasi agar tidak terganggu kerjaan.
Namanya juga buruh kerja keras dan siap
di perintah. Menjalani kerjaan dengan ikhlas.
****
“Don pulang..... Don udah
waktunya,” sapa teman baiknya.
“Iya …iya….duluan
aja Indro sama yang lain juga. saya masih banyak kerjaan. Lembur …!”
jawab Doni
dengan kelelahan.
Waktu pun
berlalu hari sudah malam.
Doni selesai juga
membereskan pekerjaan. Pak Bos pun datang
menghampiri Doni.
“Gimana Don, udah beres semuanya,” Tanya Pak Bos dengan tegas.
“Sudah Pak Bos beres semua. Besok mesin bisa di oprasin lagi,” jawab Doni dengan penuh
kesantunan.
“Bagus…..bagus…nih
..Don,” kata Pak Bos memberikan sesuatu dengan memasukan ke dalam saku kemeja.
“Terima kasih ya, Pak Bos,” jawab Doni dengan senang.
Hari
ini Doni pulang kemalaman.
Tenisi yang biasanya menanganinya masalah
mesin pabrik izin sakit.
****
Dalam
perjalan pulang doni mengalami dilemma.
“Ya…
mau gak mau deh saya lewat sini untuk mempersingkat waktu,” celoteh Doni dengan
penuh keraguan.
Doni
akhirnya lewat jalan yang di ceritakan temannya.
Karena kalau lewat jalan lain kejauhan
dari kontrakanya. Lewat
sini lebih dekat. Tapi cerita temanya bikin doni jadi takut. Jalannya memang bagus tapi gak
ada orang berani lewat sini. Dengan sok berani Doni lewat jalan itu. Doni melihat keadaan rumah itu dari kejauhan
rusak. Sekebat
terlihat bayangan aneh. Doni pura-pura gak melihat. Ia jalan terus ….kedepan
tidak menoleh kekanan atau kiri sesuai dengan arahan temannya. Keringat dingin keluar membanjiri tubuhnya. Terdengar suara yang memangilnya. Doni berusaha tidak
terpengaruh dan terus berjalan lurus. Tiba-tiba
ditepuklah punggung Doni. Sontak doni kaget dan berhenti ia sebenarnya tidak
mau menoleh. Pangilan itu sedikit berbeda dengan apa yang di cerita temanya.
“Mas………mas….,”
kata makluk dari belakang Doni.
Akhirnya Doni menoleh kebelakang. Ternyata…………!!!
"Han……Tu……………………….," teriak Doni. Akhirnya doni sadar kesalahannya. Bahwa temannya telah memperingatinya. Jika ia mengikuti nasehat temanya maka hal buruk tersebut tidak akan terjadi.
"Han……Tu……………………….," teriak Doni. Akhirnya doni sadar kesalahannya. Bahwa temannya telah memperingatinya. Jika ia mengikuti nasehat temanya maka hal buruk tersebut tidak akan terjadi.


0 komentar:
Post a Comment