HANTU

Posted By Cerpen universal on Tuesday, April 28, 2015 | April 28, 2015

HANTU

Langit cerah ditandai dengan suara burung-burung berkicauan. suara bising kendaraan terdengar jelas dari kontrakan. Doni bergegas untuk berangkat ke tempat kerjaan yang tidak jauh dari tempatnya. Hari ia dijemput teman baiknya indro. Mereka berdua sudah bersahabat dari sma. Indro anak yang baik pengertian lagi sama teman – temannya. Aktivitas mereka tidak berubah seperti biasanya. Mereka bisa menempatkan diri mana waktunya kerja dengan becanda. Selang  mengisi waktu selesai mengerjakan pekerjaan doni dan kawan – kawan duduk ditempat makan yang sediakan perusahaan. Banyak hal yang diceritakan, tapi kali ini beda. Indro mulai bercerita tentang makluk yang tinggal tidak jauh dari tempat mereka semua bekerja.

“Kalau kalian pulang malam jangan lewat depan rumah kosong yang berada di pengkolan. Jika terlanjur lewat situ jalan terus pandangan kedepan, ketika ditepuk pundak dari belakang jangan menoleh,” cerita  Indro dengan nuansa menyeramkan.

“Apa yang terjadi jika menoleh?” Doni bertanya.

 “Arwah penasaran,” jawab Indro dengan tegas.

Lagi asik mendengarkan  cerita Indro. Datang seorang sangat menyeramkan, tetapi sebenarnya baik dan bijaksana. Cuma perawakan saja yang menakutkan.

“Ayo……ayo kerja lagi. Kebanyakan rumpi nanti di marahi bos kalau kelamaan istirahat," tegur Pak mandor proyek.

Mereka semua kembali kerja dengan penuh tanggung jawab terlihat dari paras wajah mereka. Walau ada masalah mereka selalu bisa mengantipasi agar tidak terganggu kerjaan. Namanya juga  buruh kerja keras dan siap di perintah. Menjalani kerjaan dengan ikhlas.

****
“Don pulang..... Don udah waktunya,” sapa teman baiknya.

“Iya …iya….duluan aja Indro sama yang lain juga. saya masih  banyak kerjaan. Lembur …!” jawab Doni dengan kelelahan.

Waktu pun berlalu hari sudah malam. Doni selesai juga membereskan pekerjaan. Pak Bos pun datang menghampiri Doni.

“Gimana Don, udah beres semuanya,” Tanya Pak Bos dengan tegas.

“Sudah Pak Bos beres semua. Besok mesin bisa di oprasin lagi,” jawab Doni dengan penuh kesantunan.

“Bagus…..bagus…nih ..Don,” kata Pak Bos memberikan sesuatu dengan memasukan ke dalam saku kemeja.

“Terima kasih ya, Pak Bos,” jawab Doni dengan senang.

Hari ini  Doni pulang kemalaman. Tenisi yang biasanya menanganinya masalah mesin pabrik izin sakit. 

****

Dalam perjalan pulang doni mengalami dilemma.

“Ya… mau gak mau deh saya lewat sini untuk mempersingkat waktu,” celoteh Doni dengan penuh keraguan.

Doni akhirnya lewat jalan yang di ceritakan temannya. Karena kalau lewat jalan lain kejauhan dari kontrakanya. Lewat sini lebih dekat. Tapi cerita temanya bikin doni jadi takut. Jalannya memang bagus tapi gak ada orang berani lewat sini. Dengan sok berani Doni lewat jalan itu. Doni melihat keadaan rumah itu dari kejauhan rusak. Sekebat terlihat bayangan aneh. Doni pura-pura gak melihat. Ia jalan terus ….kedepan tidak menoleh kekanan atau kiri sesuai dengan arahan temannya. Keringat dingin  keluar membanjiri tubuhnya. Terdengar  suara yang memangilnya. Doni berusaha tidak terpengaruh dan terus berjalan lurus. Tiba-tiba ditepuklah punggung Doni. Sontak doni kaget dan berhenti ia sebenarnya tidak mau menoleh. Pangilan itu sedikit berbeda dengan apa yang di cerita temanya.

“Mas………mas….,” kata makluk dari belakang Doni.

Akhirnya Doni menoleh kebelakang. Ternyata…………!!! 


"Han……Tu……………………….," teriak Doni. Akhirnya doni sadar kesalahannya. Bahwa temannya telah memperingatinya. Jika ia mengikuti nasehat temanya maka hal buruk tersebut tidak akan terjadi.
Blog, Updated at: April 28, 2015

0 komentar:

Post a Comment