RASA
Awal pertemuan
saya dengan bella biasa-biasa berpapasan, bertemu, dan ngobrol reaksi tetap
biasa. Respon bella tetap sama yaitu
teman satu kelas dan satu sekolah. Bella anak yang baik, cantik dan periang.
Selalu banyak orang menyukai baik guru dan teman-teman. Anak pintar di kelas
tidak sombong selalu berbagi hal dengan yang lain. Saling membantu apabila ada
kesulitan dalam pelajaran. Terkadang
namanya juga cewek yang aktif. Punya pemikiran yang positif untuk kemajuan
dirinya. Membuat geng belajar untuk khususnya cewek. Terkadang cewek punya area
khusus yang tidak bisa dimengerti oleh laki. Hal itu menjadi menarik. Sampai
suatu ada kejuraan di bidang sains sampai lomba menari bella dan kawan-kawan
menjadi pemenang.
Prestasi telah
terukir dan orang – orang segan terhadapnya. Pelangi nama gengnya didalam ada
bella sebagai pemimpin, reni centil tapi menarik wakil, yanti si tomboy, yuli
yang lemot, dan indah cerewet. Mereka berlima
ini saling melengkapi untuk satu tujuan yaitu prestasi yang gemilang. Saya
selalu memperhatikan dari jauh, wajar saja malu dan kutu buku. terkadang kalau bertemu di pustakaan dan kelas lebih
cenderung berbincang pelajaran tidak lebih. Saling mengerti satu sama lain
tentang kepentingan kemajuan diri.
Saya tetap tak
punya rasa apapun hanya teman. Suatu hari bella dapat surat cinta yang di
selipkan di tasnya. Ketika mendapatkan bella berubah. Terlihat termenung dari
kejauhan. Memikirkan sesuatu siapa yang mengirim surat itu. Bella ingin mencari
tahu tapi malu. Apalagi nanti isu yang berkembang di sekolah lebih repot lagi. Akhirnya
memutuskan untuk mencari tahu lewat gengnya. Tetap tidak menemukan titik
terang. Setiap anak di preksa bentuk tulisan. Yang didapatkan gagal total.
“Siapa sih orang ini jangan bikin penasaran,” kata bella dalam keadaan murung.
Tiba-tiba beberapa hari kemudian bella mendapatkan surat lagi. Isu itu mulai ketahuan. Bocorlah informasi itu. Masalah itu jadi bahan pembicaraan semua. Mereka juga bertanya -tanya siapa sih yang mengirim surat itu. Kali ini menemukan titik terang. Orang itu datang ke hadapan bella, pada saat istirahat. Saat itu saya tak sengaja melihat kejadian tersebut. Ternyata orang tersebut kakak kelas. Mendengarkan pembicaraannya bahwa mau gak bella jadi pacarnya.
Sontak bella
kaget dan bingung. Ia tak berkata-kata dan meninggalkan orang itu dengan tidak
sepatah kata terucap di bibirnya. Rasa itu mulai bangkit pada bella tetap tidak
menemukan arah yang pasti walau sudah curhat dengat teman-temannya tidak
menemukan solusi. Ia terus telihat murung
bukan seperti bella biasanya. Saya ingin
menolongnya. Kalau mencampuri urusan orang nanti saya dianggap buruk. Akhirnya saya menemukan solusi saya ajak dia
pergi jalan beli buku. Bella mau di ajak jalan. Setelah pulang sekolah kami
berdua pergi ke toko buku.
Bella terlihat
senang dan bahagia. Juga terlihat periang seperti biasanya. Setelah dari toko
buku saya ajak ia ke kafe langganan saya. Di sana kami banyak cerita banyak
hal. Sampai pada suatu ketika saya
bertanya. Beberapa hari lalu kamu terlihat murung kenapa?. Bella mulai
bercerita kejadian tentang
masalahnya. Akhirnya saya menarik kesimpulandari ceritanya. Mulai sebuah
pertanyaan baru. Apakah kamu nyaman dengan hubungan dengan orang itu ?. Bella
berpikir sejenak. Untuk memastikan keyakinan hubungannya “Tidak,” jawaban
bella.
Jadi begitulah
kenapa bella tidak memberikan jawaban pada orang itu. Hari mulai sore kami
mulai berpisah dari tempat tersebut. Terdengar celoteh kecil setelah pertemuan.
Ia berkata "Bella nyamannya sama kamu."
Ia berkata "Bella nyamannya sama kamu."
Sontak kaget dan
terkejut. Waktu terasa berhenti sejenak. Detak jantung berbeda. Rasa di dalam
mulai aneh. Bella pun pergi dengan malu. Mukanya merah merona dan riang gembira.
“Terima kasih sampai ketemu lagi di sekolah,” salam perpisan bella.
“Terima kasih sampai ketemu lagi di sekolah,” salam perpisan bella.
Hati ini lega
melihatnya. Waktupun berlalu. Keesokan harinya bella tetap menjadi bella
seperti biasanya dan juga saya. Jauh dari itu semuanya ada yang timbul di dalam hati kami. Tetap menjaga perasaan
itu dan saling menghargai satu sama lain. Kami berdua menyembunyikan agar tidak
ada yang tahu agar tidak ada yang di sakiti. Tujuan kami
untuk masa depan tetap berjalan yang lebih baik dari hari ini!!.


0 komentar:
Post a Comment