RASA

Posted By Unknown on Sunday, April 26, 2015 | April 26, 2015

RASA

Awal pertemuan saya dengan bella biasa-biasa berpapasan, bertemu, dan ngobrol reaksi tetap biasa. Respon bella  tetap sama yaitu teman satu kelas dan satu sekolah. Bella anak yang baik, cantik dan periang. Selalu banyak orang menyukai baik guru dan teman-teman. Anak pintar di kelas tidak sombong selalu berbagi hal dengan yang lain. Saling membantu apabila ada kesulitan dalam pelajaran. Terkadang namanya juga cewek yang aktif. Punya pemikiran yang positif untuk kemajuan dirinya. Membuat geng belajar untuk khususnya cewek. Terkadang cewek punya area khusus yang tidak bisa dimengerti oleh laki. Hal itu menjadi menarik. Sampai suatu ada kejuraan di bidang sains sampai lomba menari bella dan kawan-kawan menjadi pemenang.

Prestasi telah terukir dan orang – orang segan terhadapnya. Pelangi nama gengnya didalam ada bella sebagai pemimpin, reni centil tapi menarik wakil, yanti si tomboy, yuli yang lemot, dan indah cerewet. Mereka berlima ini saling melengkapi untuk satu tujuan yaitu prestasi yang gemilang. Saya selalu memperhatikan dari jauh, wajar saja malu dan kutu buku. terkadang kalau bertemu di pustakaan dan kelas lebih cenderung berbincang pelajaran tidak lebih. Saling mengerti satu sama lain tentang  kepentingan kemajuan diri.

Saya tetap tak punya rasa apapun hanya teman. Suatu hari bella dapat surat cinta yang di selipkan di tasnya. Ketika mendapatkan bella berubah. Terlihat termenung dari kejauhan. Memikirkan sesuatu siapa yang mengirim surat itu. Bella ingin mencari tahu tapi malu. Apalagi nanti isu yang berkembang di sekolah lebih repot lagi. Akhirnya memutuskan untuk mencari tahu lewat gengnya. Tetap tidak menemukan titik terang. Setiap anak di preksa bentuk tulisan. Yang didapatkan gagal total. 

“Siapa sih orang ini jangan bikin penasaran,” kata bella dalam keadaan murung. 


Tiba-tiba beberapa hari kemudian bella mendapatkan surat lagi. Isu itu mulai ketahuan. Bocorlah informasi itu. Masalah itu jadi bahan pembicaraan semua. Mereka juga bertanya -tanya siapa sih yang mengirim surat itu. Kali ini menemukan titik terang. Orang itu datang ke hadapan  bella, pada saat istirahat. Saat itu saya tak sengaja melihat kejadian tersebut. Ternyata orang tersebut kakak kelas. Mendengarkan pembicaraannya bahwa mau gak bella jadi pacarnya.

Sontak bella kaget dan bingung. Ia tak berkata-kata dan meninggalkan orang itu dengan tidak sepatah kata terucap di bibirnya. Rasa itu mulai bangkit pada bella tetap tidak menemukan arah yang pasti walau sudah curhat dengat teman-temannya tidak menemukan solusi. Ia terus  telihat murung bukan seperti bella biasanya. Saya ingin menolongnya. Kalau mencampuri urusan orang nanti saya dianggap buruk.  Akhirnya saya menemukan solusi saya ajak dia pergi jalan beli buku. Bella mau di ajak jalan. Setelah pulang sekolah kami berdua pergi ke toko buku.

Bella terlihat senang dan bahagia. Juga terlihat periang seperti biasanya. Setelah dari toko buku saya ajak ia ke kafe langganan saya. Di sana kami banyak cerita banyak hal. Sampai pada suatu ketika  saya bertanya. Beberapa hari lalu kamu terlihat murung kenapa?. Bella mulai bercerita kejadian  tentang masalahnya. Akhirnya saya menarik   kesimpulandari ceritanya. Mulai sebuah pertanyaan baru. Apakah kamu nyaman dengan hubungan dengan orang itu ?. Bella berpikir sejenak. Untuk memastikan keyakinan hubungannya “Tidak,” jawaban bella.

Jadi begitulah kenapa bella tidak memberikan jawaban pada orang itu. Hari mulai sore kami mulai berpisah dari tempat tersebut. Terdengar celoteh kecil setelah pertemuan.

Ia berkata "Bella nyamannya sama kamu." 


Sontak kaget dan terkejut. Waktu terasa berhenti sejenak. Detak jantung berbeda. Rasa di dalam mulai aneh. Bella pun pergi dengan malu. Mukanya merah merona dan riang gembira. 

“Terima kasih sampai ketemu lagi di sekolah,” salam perpisan bella.


Hati ini lega melihatnya. Waktupun berlalu. Keesokan harinya bella tetap menjadi bella seperti biasanya dan juga saya. Jauh dari itu semuanya ada yang timbul  di dalam hati kami. Tetap menjaga perasaan itu dan saling menghargai satu sama lain. Kami berdua menyembunyikan agar tidak ada yang tahu agar tidak ada yang di sakiti. Tujuan kami untuk masa depan tetap berjalan yang lebih baik dari hari ini!!.
Blog, Updated at: April 26, 2015

0 komentar:

Post a Comment