JIN BOTOL

Posted By Cerpen universal on Thursday, January 21, 2021 | January 21, 2021

JIN BOTOL

Toni sedang asik baca koran di teras depan rumah. Anto selesai beli buah pisang satu sisir di warungnya Lastri. Anto memutuskan main ke rumahnya Toni. Belum sampai di rumah Toni, ya Anto bertemu dengan Santi teman SD-nya di jalan. Anto ngobrol dengan Santi dengan penuh keakraban. Obrolan itu, ya hanya sejenak saja karena Santi ada urusan lain dan Anto memaklumi keadaan. Anto melanjutkan perjalanannya ke rumah Toni. Santi berjalan menuju tempat kerjanya. Anto sampai di rumah Toni.

"Assalamualaikum," kata Anto.

"Waalaikumsalam, teman baik," kata Toni menghentikan baca korannya dan koran di taruh di meja.

Toni pun mempersilakan Anto duduk. Ya Anto pun duduk sambil menaruh pisang satu sisir di meja.

"Toni, pisang!" kata Anto.

"Tumben beli pisang?" kata Toni.

"Selera hari ini dan juga sehat," kata Anto.

"Oooo begitu," kata Toni.

Toni mengambil satu pisang dari sisirnya dan segera di makannya, ya begitu dengan Anto. Keduanya menikmati makan pisang yang manis itu.

"Aku tadi bertemu dengan Santi di jalan," kata Anto.

"Santi teman semasa SD kita," kata Toni.

"Masa kecil cepat berlalu. Tahu-tahu sudah dewasa," kata Anto.

"Ya begitu lah keadaannya," kata Toni.

"Santi itu cewek yang cantik dan juga sholehah," kata Anto.

"Sudah lama tak berjumpa dengan Santi. Eeee sekarang bertemu terkesan dengan Santi. Gimana dengan Agnes?" kata Toni.

"Nama juga cowok. Memilih boleh kan. Satu sisi terbaik dan sisi lain terbaik juga," kata Anto.

"Memang sih memilih cewek boleh. Siapa yang melarang?," kata Toni.

"Menurut Toni. Aku lebih baik milih Agnes apa Santi?" kata Anto.

"Pilihan yang berat. Kalau aku sih pilih keduanya saja!" kata Toni.

"Poligami. Niatnya," kata Anto.

"Becanda bolehkan. Jangan di serius lah!" kata Toni.

"Ok. Becanda," kata Anto.

Anto mengambil satu buah pisang di sisirnya dan segera memakannya. Toni yang mulai haus, jadinya segera ke dapur untuk membuat kopi. Kopi pun jadi, ya di minum Toni. 

"Enak kopi buatan ku," kata Toni.

Toni membuat kopi, ya tidak satu gelas tapi dua. Dua gelas kopi di bawa ke teras depan rumah, oleh Toni. Di teras depan rumah, ya dua gelas kopi di taruh di meja.

"Kopinya Anto!" kata Toni.

"Kopi. Harusnya dari tadi Toni, aku sudah serek di tenggorokan dari tadi," kata Anto yang mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya.

"Maklum. Lupa karena di ajak ngobrol," kata Toni.

"Aku maklumin Toni!" kata Anto menaruh gelas kopi di meja. 

Anto mengambil koran di meja dan segera di bacanya karena ada kisah misteri yang menarik. Toni, ya mengambil satu buah pisang di sisirnya dan segera makannya. Anto terus membaca koran dengan serius banget sampai selesai baca koran.

"Cerita misteri yang menarik," kata Anto menaruh koran di meja.

"Memang cerita misteri menarik. Walau sebenarnya cerita misteri itu, ya cerita kuno di adaptasikan dengan cerita sekarang. Menceritakan seorang pemuda yatim piatu dengan kerjaannya pemulung. Suatu hari pemuda itu menemukan botol yang kaya parfum. Setelah botol itu buka, ya keluarlah Jin. Pemuda itu meminta sesuatu ke Jin.  Jin tidak bisa mengambulkan urusan cinta dan juga urusan kematian. Pemuda itu, jadi meminta harta. Sekejab pemuda itu kaya. Pemuda itu setelah dirinya jadi kaya raya, ya ternyata ia tidak sombong malahan jadi orang yang dermawan. Pemuda itu mamang didik sama seorang kakek yang mengajarkan ilmu agama," kata Toni menceritakan cerita di koran, ya poinnya saja.

"Pendidikan agama itu penting. Tujuan akhlaknya manusia," kata Anto.

"Banyak orang baik, maka dunia ini damai. Tapi jika banyak orang tidak baik, maka dunia ini hancur. Jadi pentingnya agama untuk memperbaiki akhlaknya manusia," kata Toni.

"Iya deh  Pak Ustad," kata Anto memuji.

"Terima kasih. Aku di bilang Pak Ustad. Padahal aku cuma pemuda yang biasa-biasa aja. Yang pantas di sanjung sih. Guru mengaji kita kan!" kata Toni.

"Memang sih yang pantes di puji sih guru mengaji. Karena guru mengaji mengajarkan ilmu agama, ya tujuannya membentuk akhlak kita dengan baik," kata Anto.

"Anto main catur aja!" kata Toni.

"Ok main catur," kata Anto.

Anto dan Toni, ya memutuskan main catur. Pion catur di susun dengan baik di papan catur sama Anto dan Toni. Keduanya segera memainkan catur dengan penuh keseriusan.

Blog, Updated at: January 21, 2021

0 komentar:

Post a Comment