HANTU DI GEREJA TUA
Toni sedang berdiri di depan gereja tua yang tidak di gunakan lagi.
"Kata berita di koran. Gereja ini ada hantunya," kata Toni.
Anto melihat Toni yang berdiri di depan gereja tua dan ingin masuk ke dalam. Anto berlari dan berteriak "Toni."
Toni mendengar panggilan Anto, jadi berhenti bergerak dan melihat Anto yang menghampirinya. Anto berehenti berlari dan berkata "Toni sedang apa kamu di sini?"
"Aku ingin membuktikan sesuatu," kata Anto.
"Membuktikan sesuatu tentang apa?" kata Toni.
"Ada hantu di gereja ini. Ya berdasarkan berita koran yang ku baca ini. Jadinya aku penasaran saja," kata Toni sambil menunjukkan koran ke Anto tentang berita hantu.
Anto pun mengambil koran di tangan Toni dan segera membaca dengan seksama.
"Ooooo beritanya menceritakan tentang orang-orang yang mati di karena kebakaran di gereja tua toh. Jadi tuh orang-orang yang mati, jadi roh penasaran," kata Anto menyimpulkan cerita yang ia baca di koran.
"Misteri kan ceritanya," kata Toni.
"Iya, misteri ceritanya," kata Anto sambil menyerahkan koran ke Toni.
Toni mengambil koran tersebut dari tangan Anto dan berkata "Masuk ke dalam untuk membuktikan. Ada hantu apa tidak?"
"Ayo!!!!" kata Anto.
Anto dan Toni berjalan ke depan pintu masuk gereja. Toni membuka pintu gereja dan ternyata pintu gereja memang tidak terkunci. Pintu di buka lebar-lebar oleh Toni. Ya keduanya pun masuk ke dalam gereja dengan perlahan-lahan. Di dalam gereja tua. Toni dan Anto melihat sekeliling ruangan tersebut, ya hancur karena akibat kebakaran.
"Keadaan gereja ini memang hancur lebur," kata Toni.
"Memang sih dan juga serem banget keadaannya," kata Anto.
"Hantunya mana ya?" kata Toni.
"Ini kan siang bolong. Mana ada hantu," kata Anto.
"Iya juga ya," kata Toni.
"Gereja tua dengan keadaan menyeramkan ini, ya biasanya di gunakan untuk lokasi stuting film horor," kata Anto.
"Banyak film yang selalu di kaitkan dengan keangkeran dari gereja tua,"kata Toni.
Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang sampai menutup pintu. Toni dan Anto kaget banget.
"Hantu," kata Toni.
"Hantu apaan? Angin yang berhembus dengan sangat kuat sampai pintu tertutup," kata Anto.
"Di film-film horor kan sering pintu tertutup sendiri. Ketika di usahakan di buka, ya pintu tidak bisa terbuka," kata Toni.
"Itu kan di film. Ini kan kenyataannya. Siang bolong mana ada hantu," kata Anto.
"Drakula saja keluarnya malam hari. Siang hari kan Drakula kena sinar matahari, ya bisa musnah," kata Toni.
"Toni lebih baik keluar dari sini!" kata Anto.
"Iya keluar dari gereja tua. Hantunya tidak ada," kata Toni.
Toni dan Anto berjalan menuju pintu. Di depan pintu. Toni membuka pintu dan di buka lebar-lebar. Keduanya pun keluar dari gereja. Toni pun menutup pintu gereja dengan baik.
"Toni ke rumah aku saja. Biasa main catur!" kata Anto.
"Iyalah ke rumah Anto," kata Toni.
Toni dan Anto berjalan meninggalkan gereja tua tersebut. Hantu pun muncul di gereja tua.
"Mati karena penasaran, jadi hantu deh," kata Hantu yang meratap dengan keadannya.
Hantu ya bersantai-santai di gereja tua bersama kelompoknya. Toni dan Anto sampai di rumah. Keduanya masuk rumah dan duduk di ruang tamu, ya istirahat dari capek jalan.
"Hantu di gereja tidak ada," kata Toni.
"Hantu lagi di bahas," kata Anto.
"Kalau malam hari. Hantunya pasti muncul," kata Toni.
"Kalau hantu muncul di malam hari. Ya serem banget sampai bulu kuduk berdiri semuanya. Takut ah!!!!" kata Anto.
"Iya juga ya. Muncul rasa takut ya," kata Toni.
"Aku buat kopi dulu!" kata Anto.
"Iya," kata Toni.
Toni santai di ruang tamu, ya menunggu Anto membuat kopi di dapur. Selang berapa saat kopi pun jadi di buat Anto. Ya segera Anto membawa dua gelas kopi ke ruang tamu. Kopi di taruh di meja sama Anto. Keduanya pun menium kopi tersebut.
"Enak," kata Anto.
"Enak," kata Toni.
Toni dan Anto menaruh gelas di meja. Keduanya mulai menyusun pion di papan catur dan segera main catur dengan penuh keseriusan.


0 komentar:
Post a Comment