HANTU DI POHON MANGGA

Posted By Cerpen universal on Sunday, January 10, 2021 | January 10, 2021

HANTU DI POHON MANGGA 

Toni dan Anto berjalan bersamaan menuju tujuannya.

"Toni apa bener tempat yang kita tuju ada hantunya?" kata Anto.

"Berdasarkan koran aku baca. Yang aku pegang ini. Katanya, di tempat tersebut ada hantunya," kata Toni.

"Bener atau tidak ada hantunya" kata Anto.

"Maka itu, kita kesana untuk membuktikan ada hantu atau tidak," kata Toni.

Toni dan Anto terus berjalan menuju tujuan. Singkat waktu, sampai di tempat. Sebuah pohon besar yang rindang dan telihat angker, ya Toni dan Anto melihatnya.

"Di sini tempatnya," kata Anto.

"Iya. Kalau tidak percaya. Nie korannya. Anto baca!" kata Toni sambil menyerahkan koran ke Anto.

Anto mengambil koran dari tangan Toni dan segera membacanya, ya untuk membuktikan kebenaran tentang tempat tersebut.

"Iya benar. Pohon yang di foto. Ya pohon yang besar ini di depan kita. Cerita tentang pembunuhan di masa lalu yang mayatnya di kuburkan di pohon besar ini. Jadi tuh mayat jadi hantu. Kaya di film saja, ya ceritanya," kata Anto.

"Ceritanya, kaya di film," kata Toni.

"Kesamaan cerita sering terjadi," kata Anto.

Anto menyerahkan koran ke Toni. Ya Toni mengambil koran dari tangan Anto.

"Hantu mana ya?" kata Toni.

"Siang bolong gini mana ada hantu," kata Anto.

"Jadi kita salah waktu nie!" kata Toni.

"Ya iyalah. Kita datengnya malem, ya hantunya muncul. Awalnya kita berani dan akhirnya ketakutan karena melihat wujud hantu yang menyeramkan," kata Anto.

"Kenyataan bertemu dengan hantu jadi takut, ya bener sih omongan Anto," kata Toni.

"Mau berapa lama kita di sini. Hanya untuk membuktikan kebenarannya ada hantu atau tidak," kata Anto.

"30 menit saja deh," kata Toni.

"Ok lah. 30 menit saja," kata Anto.

Anto dan Toni terus mengamati pohon besar yang katanya tempat tinggalnya hantu. Anto dan Toni telah mengelilingi pohon tersebut dengan baik.

"Tidak ada hantunya," kata Toni.

"Memang tidak ada hantu," kata Anto.

Anto dan Toni melihat pohon mangga yang tidak jauh dari pohon besar. Pohon mangga tersebut sedang berbuah. Anto dan Toni berjalan menuju pohon mangga. Di depan pohon mangga. Kedua melihat dengan baik pohon mangga yang berbuah.

"Aku laper," kata Toni.

"Aku juga,"kata Anto.

"Apa kita ambil saja mangga di pohonnya?" kata Toni.

"Mengambil mangga. Nanti yang punya marah loe," kata Anto.

"Manusia apa hantu?" kata Toni.

"Manusia boleh, ya hantu juga boleh," kata Anto.

"Manusia tidak ada dan juga hantu tanda tanya besar," kata Toni.

"Kalau begitu, ya sudahlah ambil mangganya!" kata Anto.

"Manjat pohon mangga. Apa di ketapel saja tu mangga sampai jatuh ke tanah," kata Toni.

"Di ketapel saja,"kata Anto.

"Baiklah di ketapel," kata Toni.

Toni dan Anto mengumpulkan batu kecil yang cukup banyak. Setelah terkumpul batu kecil, ya Toni mulai mengketapel mangga. Toni pun mengucap kata "Bismillah", batu kecil pun di lepaskan. Terbang dengan cepat sekali menuju sasaran. Tapi ternyata Toni gagal. Berkali-kali Toni melakukan tembakan pada ketapelnya, ya tetap tidak mengenai mangga. Hantu yang sedang santai di pohon mangga, ternyata terkena peluru ketapel dan berkata "Sakit", Hantu pun jadi bingung kenapa dirinya bisa terkena?. Hantu pun lebih baik pergi dari pohon mangga dengan terbang dan juga teringat dengan kebiasaan orang Islam yang melempar batu kerikir untuk mengusir setan, ya seperti melempar jumroh.

"Aku gagal terus tidak bisa mengenai mangganya," kata Toni.

"Toni memang payah. Aku saja yang mengetapel tuh buah mangga," kata Anto.

"Nie ketapelnya," kata Toni sambil menyerahkan ketapel ke Anto.

Anto mengambil ketapel dari tangan Toni. Mulailah Anto mengketapel buah mangga. Di lepaskan batu kecil dari ketapelnya. Batu kecil pun mengenai mangga, ya mangga pun jatuh ke tanah.

"Hebat Anto. Kena sasarannya," kata Toni memuji.

"Anto gitu," katanya yang bangga.

Anto terus mengketapel mangga. Ya mangga pun jatuh ke tanah. Toni mengumpulkan mangga di tanah.

"Anto sudah cukup banyak mangganya," kata Toni.

"Iya," kata Anto.

Anto berhenti mengketapel mangga.

"Nie mangga lebih baik kita petis di rumah Anto saja!" kata Toni.

"Ide yang bagus. Jadi urusan melihat hantu, udahan nie?!" kata Anto.

"Udahanlah. Siang bolong begini tidak ada hantu. Malem pasti ada hantunya," kata Toni.

"Malem. Positip sih. Ada hantunya dan juga serem!!!" kata Anto.

"Ayo kita tinggalkan tempat ini!" kata Toni.

"Ayo!!!" kata Anto.

Anto dan Toni meninggalkan tempat tersebut, ya menuju rumah Anto. Singkat waktu sampai di rumah Anto. Segeralah keduanya membuat petis mangga. Dengan santai keduanya menikmati makan petis di ruang tamu.

Blog, Updated at: January 10, 2021

0 komentar:

Post a Comment