MANUSIA ULAR

Posted By Cerpen universal on Monday, January 11, 2021 | January 11, 2021

MANUSIA ULAR

Toni duduk di teras depan rumah sambil baca korannya. Anto keluar dari rumahnya sambil melihat langit yang cerah.

"Main ke rumah Toni," kata Anto.

Anto berjalan menuju rumah Toni. Ya Toni masih asik baca koran. Sampai di rumah Toni, ya Anto mengucap salam "Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," kata Toni sambil mengentikan baca korannya.

Anto pun duduk dengan baik.

"Toni asik banget baca korannya," kata Anto.

"Ada berita misteri tentang di temukannya patung ular di tengah hutan," kata Toni.

"Masa?" kata Anto.

"Iya beneran. Kalau tidak percaya baca sendiri korannya," kata Toni sambil menyerahkan koran ke Anto.

Anto mengambil koran dari tangan Toni dan segera membaca dengan seksama tentang di temukannya patung ular di tengah hutan. Toni ke dalam rumahnya, ya langsung ke dapur untuk membuat kopi. Kopi pun jadi dua gelas di bawa Toni. Di bawa dengan baik gelas kopi ke teras depan rumah. 

"Kopinya, Anto," kata Toni menaruh kopi di meja.

"Iya," kata Anto.

Anto tetap masih serius membaca koran yang cerita benar-benar misteri. Toni minum kopinya.

"Enak kopi ini," kata Toni.

Toni menaruh gelas kopi di meja. Anto pun selesai baca korannya dan koran di taruh di meja. Anto pun mengambil gelas kopi di meja dan meminumnya.

"Enak kopinya," kata Anto.

Anto pun menaruh gelas kopi di meja.

"Gimana ceritanya tentang patung ular yang di temukan di hutan. Misterikan?!" kata Toni.

"Benar-benar misteri!" kata Anto.

"Berarti ada keturunan manusia yang menjadi ular," kata Toni.

"Keturunan manusia yang kutuk jadi ular. Jadi manusia yang di kutuk itu muja patung tersebut agar kutukan bisa terbebas dari kutukan," kata Anto.

"Sebenar manusia yang di kutuk jadi ular itu ada apa tidak ya?" kata Toni.

"Kalau di film-film tentang manusia ular sih pasti ada sih. Kalau kenyataan mana aku tahu?!" kata Anto.

"Jadi penasaran," kata Toni.

"Biasanya penasaran Toni. Ini membuktikan kebenaran tentang cerita misteri di koran," kata Anto.

"Kalau begitu kita harus ke tempat di mana patung ular itu di temukan. Pasti petunjuknya di sana," kata Toni.

"Ya lah aku temani Toni untuk membuktikan kebenaran cerita di koran," kata Anto.

Anto dan Toni pun menghabiskan kopi ke duanya. Setelah itu berangkat ke tempat di mana di temukan patung ular di tengah hutan. 

***

Beberapa jam kemudian sampai di tempat. 

"Beritanya sesuai apa yang di ceritakan di koran," kata Toni

"Iya," kata Anto.

"Patung ularnya," kata Toni.

"Kayanya tidak petunjuk apa pun di sini?!" kata Anto.

"Bisa-bisa pekerjaan yang sia-sia. Kalau tidak menemukan petunjuk," kata Toni.

"Iya juga ya?!" kata Anto.

Anto dan Toni tetap mencari hal-hal yang masih berkaitan dengan patung ular. Anto menemukan kulit ular di semak-semak dan berkata ke Toni "Kulit ular Toni."

Toni pun memeriksa kulit ular di temukan dengan baik.

"Kulit ular ini tidak wajar," kata Toni.

"Ya kenyataannya memang tidak wajarlah. Ukurannya sangat besar banget. sebesar manusia," kata Anto.

"Jadi ada manusia ular di sekitar kita," kata Toni.

"Mungkin saja. Tapi kemungkinan paling tepat sih. Ada ular sebesar manusia," kata Anto.

"Ular sebesar manusia. Kacau itu mah. Kita ini masuk kawasan tempat tinggal ular tersebut. Ini mah cari mati," kata Toni.

"Aku baru sadar ya?!" kata Anto.

Anto dan Toni segera pergi dari tempat tersebut dengan berlari sekencang mungkin, ya menjauhkan diri dari marabahaya. Seorang cewek mendatangi tempat tersebut. Cewek itu langsung memuja patung ular agar kutukan dirinya terbebas. Toni dan Anto berhenti di tengah jalan, ya sambil mengatur nafas.

"Selamat," kata Toni.

"Benar-benar selamat. Lebih baik kita pulang Toni!" kata Anto.

"Iyalah pulang lah. Pembuktiannya udah benar. Memang benar-benar misteri," kata Toni.

"Emang misteri ceritanya," kata Anto.

Anto dan Toni berjalan dengan santai menuju rumahnya Toni. Saat di jalan berpapasan dengan cewek cantik banget. Toni dan Anto terkesan dengan cewek cantik tersebut. Anto menyadari sesuatu yang aneh pada cewek tersebut dan membisikkan sesuatu ke Toni "Wanita ular", Toni yang paham omongan Anto. Segeralah Toni dan Anto menghindari cewek tersebut. Cewek cantik itu memang manusia ular. 

***

Beberapa jam kemudian. Toni dan Anto sampai di rumah Toni. Keduanya bersantai di teras rumah.

"Ternyata manusia ular itu ada. Kaya di film saja," kata Toni.

"Awalnya tidak percaya jadi percaya. Memang kaya di film saja!" kata Anto.

"Kalau begitu main catur saja!" kata Toni.

"Iya, lebih main catur saja," kata Anto.

Anto dan Toni menyusun pion di papan catur dan segera di mainkan catur dengan penuh keseriusan.

Blog, Updated at: January 11, 2021

0 komentar:

Post a Comment