MISTERI CINTA
"Assalamualaikum," salam Toni.
"Waalaikumsalam," jawab salamnya Anto sambil menghentikan baca bukunya.
Anto menaruh buku yang ia baca di meja dan mempersilakan Toni untuk duduk. Toni pun segera duduk sambil menaruh koran dan plastik berisi roti di meja. Anto masuk ke dalam rumah, ya langsung ke dapur untuk membuat kopi. Ya kopi pun jadi di buat Toni. Segera kopi di bawa ke teras depan.
"Kopinya, Toni," kata Anto menaruh kopi di meja.
"Iya," kata Toni.
Toni mengambil gelas kopi dan segera meminumnya.
"Enak," kata Toni.
Toni menaruh gelas kopi di meja.
"Anto ada cerita menarik," kata Toni.
"Apa itu?" kata Anto.
"Ada seorang cewek yang melahirkan anak laki-laki, ya hasil dari berhubungan dengan Jin. Ya misteri cinta," cerita Toni.
"Itu cerita dapet dari mana?" tanya Anto.
"Dari koran yang aku baca," kata Toni sambil menyerahkan koran ke Anto.
Anto mengambil koran dari tangan Toni dan segera di baca dengan seksama. Toni, ya mengambil roti di dalam plastik dan segera di buka dari plastiknya tuh roti, ya di makan Toni dengan penuh ke santaian. Selang berapa saat Anto selesai baca korannya dan di taruhlah koran di meja.
"Ternyata ceweknya tidak sadar dirinya di gaulin sama Jin, sampai dirinya hamil dan melahirkan anak laki-laki. Kisah cinta yang terlarang. Misteri bener ceritanya," kata Anto.
Anto mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya.
"Enak kopi ini," kata Anto.
Anto menaruh gelas kopi di meja.
"Ceritanya bener-bener misteri," kata Toni yang selesai makan roti dan segera mengambil gelas kopi untuk di minum tuh kopinya
"Kalau zaman dulu cerita tentang cewek di hamilin sama Jin, ya banyak cerita dari orang tua sih yang fersinya juga banyak. Bisa juga ceritanya di kaitkan dengan kisah para Dewa," kata Anto.
"Enak kopi ini," kata Toni dan menaruh gelas kopinya di meja lalu berkata lagi untuk menanggapi omongan Anto "Yang sekarang gimana?"
"Cerita yang sekarang. Ya gimana ya? Percaya boleh, enggak percaya juga boleh!" kata Anto.
"Berarti harus pembuktian kebenaran dong tentang cerita yang di baca koran," kata Toni.
"Pembuktian kebenaran. Tempat jauh banget. Capek ah!" kata Anto.
"Kalau begitu santai aja," kata Toni.
Lewat seorang cewek di depan rumahnya Anto. Cewek itu bener-bener cantik banget, ya Toni terkesan dengan cewek tersebut.
"Anto cewek yang barusan lewat di depan. Kenal enggak?" kata Toni.
"Kenal. Ira. Kerjaannya Dosen di Universitas Swasta," kata Anto.
"Cewek zaman sekarang. Pinter banget. Ya beda di zaman dulu," kata Toni.
"Lebih baik main catur dari pada membahas cewek. Ya tidak terlalu penting banget," kata Anto.
"Iya," kata Toni.
Toni dan Anto memulai menyusun pion di papan catur. Setelah pion tersusun rapih di papan catur, ya keduanya main catur dengan penuh ke seriusan banget.


0 komentar:
Post a Comment